Menceritakan gadis muda bernama kayra yang mengalami pelecehan seksual hingga hamil dan terpaksa menikah dengan pria yang menghamilinya.
Hidupnya sangat berantakan setelah menikah dengan suaminya yang kerap melakukan KDRT. Belum lagi penindasan yang di lakukan keluarga dari suaminya. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Seperti itulah yang di rasakan Kayra saat suaminya membawa istri barunya pulang ke rumah.
Menjalani rumah tangga dengan suami & mertua yang dzalim
Usia pernikahan yang baru seumur jagung membuat nya bingung, Haruskah bertahan atau kah menjadi janda saja di usia muda?
Jadi Janda Muda?? Why not?
Yuk ikutin kisahnya ^_^ Mohon dukungannya ^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zindvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 (Rasa Yang Berkecamuk)
Author Pov (On)
Sepasang mata pria fokus menatap Kayra yang sedang melakukan aktivitas renang bersama sono dari kejauhan. Tampak pria itu mengepalkan tangannya, rahangnya pun mengeras. Devan Sanjaya, Sahabat kayra yang cukup lama menghilang tiba-tiba kembali pulang karna mendapatkan info buruk tentang kayra.
"Cih.. Sejak kapan si kupret mau di ajak renang? " desis devan
Matanya tetap berfokus pada kayra. Jantungnya selalu berdetak tiga kali lipat dari biasanya jika kayra berada di peredaran mata nya.
"Bos Devan, pak nando menelfon" Ucap tio formal. Tio adalah Assisten devan yang juga sekaligus sahabat devan selama di kota jogja. Tio berusia lebih tua lima tahun ketimbang devan.
"Lu nggak bisa angkat tuh telfon? " sinis devan
"Kan eluuuu anaknyaaaah" jawab tio tampak frustasi
"Bosan idup lu? " pelotot devan
Tio pun tampak jengah, mau tak mau tio juga yang harus berbicara menggantikan devan.
Devan tersenyum puas ketika melihat tio menggantinya untuk berbicara dengan Ayahnya. Tapi Devan begitu terperanjat saat mengalihkan pandangannya kembali pada kayra. Bagaimana tidak, wanita yang selama ini bertahta di hati devan sedang megap megap di kolam renang. Dan kekasihnya hanya menatap saja di pinggiran tanpa menolong. Lekas saja devan berlari mendekati mereka.
'Akhh sialll, mana dulu yang harus aku dahulukan? Menghajar jahanam ini? Atau menyelamatkan kayra??? ' Bathin devan
Devan berlari sambil memperkirakan, memperhitungkan seberapa lama kayra bisa bertahan di dalam air. Tampak seringai tawa dari bibir devan, tatapannya sangat tajam dan semakin mempercepat langkahnya.
BUGHHH BUGGGHHH BUUGHHHHH!!
Hantaman keras dari devan berhasil mendarat di perut dan kedua pipi sono. Sono yang tak siaga pun terjengkang dan meringis kesakitan. Tak puas dengan memukul, devan pun menginjak-injak perut sono. Matanya beralih ke kolam renang. Kaki nya tampak berhenti, matanya membeku saat melihat ada campuran darah di air kolam.
"Van! Lu apa-apaan sih. Gebukin orang sembarangan. Demi alex ngap ngap gue ngurusin masalah elu" omel tio
Devan tak memperdulikan omongan tio dan langsung saja nyemplung di kolam renang.
"Woyyy gila luuu!!! " pekik tio, matanya sampai melotot sangking kagetnya
Devan berusaha fokus mencari kayra. Tampak matanya membulat saat melihat wanita yang di carinya itu mulai pasrah. Devan segera meraih tangan kayra. Dan membawanya keluar dari kolam.
Tampak kayra mulai lemas dan kesulitan bernafas, bahkan di celah kaki nya masih meneteskan darah segar. Melihat kayra yang kesulitan bernafas membuat devan memberanikan diri untuk memberi nafas buatan pada kayra.
"Ra bangun ra! Gue mohon lu bangun!" pekik devan.
"Lama gue ninggalin lu, gue kira lu happy! Ternyata hancur lebur begini" lirih devan
'Uhukkkk' kayra menyemburkan air kolam dari mulutnya.
"Siapin mobil sekarang!! Kita ke Rumah sakit!! " perintahnya pada tio.
...****************...
Kayra terbaring di ranjang rumah sakit, tepatnya di ruang VVIP. Tentu saja di temani devan yang sudah berganti pakaian. Devan tampak tertidur pulas sambil menggenggam tangan kayra.
"Bisa-bisanya lu tidur di tempat begini van. Biasanya di kasur empuk aja lu nggak bisa tidur karna insomnia lu yang parah itu. Ini sekarang, tanpa kasur lu malah nyenyak. Udah tanda tanda lu? " nyinyiran tio pada devan yang masih tenggelam dalam tidurnya
Krrrrtttt suara pintu bergeser
"Per- permisi.. Apa benar ini ruangan kayra?" tanya seorang ibu yang muncul di ambang pintu
"Oh iya benar, dengan ibu? " Tanya tio
"Ibu Ami, saya ibu kayra" sahut sang ibu yang perlahan mendekat yang di ikuti dua gadis remaja. Sari dan Lina adik dari kayra.
Seketika mata bu ami membulat ketika melihat anaknya terbaring tak sadarkan diri.
Tampak air matanya mengalir deras.
"Ya Allah kayraaaa, apa yang terjadi sama kamu naaaak" Raung bu ami yang di ikuti oleh kedua adik kayra. Devan tampak langsung terjaga dari tidurnya.
"Kamu tadi pamit keluar baik-baik nakkk, sekarang kok bisa jadi begini? " Raung bu ami kembali di sertai tepukan di dadanya
Devan pun segera berdiri, menepuk pelan punggung bu ami yang sudah tampak ringkih. Setelah bu ami tenang, Devan memberanikan diri untuk menjelaskan keadaan Kayra.
Devan menjelaskan sesuai apa yang di katakan Dokter bahwa kayra mengalami pendarahan hebat yang di sebabkan obat-obatan untuk penggugur janin. Obat yang terkenal dengan sebutan 'peluntur surga'. Satu-satunya obat yang merajai dunia Aborsyi. Mau sekuat apapun janin , tidak akan mampu bertahan jika sudah di senggol sama obat terkutuk ini. Obat ini memiliki cara kerja menghancur leburkan janin . Kayra terpaksa harus di kuret tanpa persetujuan bu ami, Devan lah yang menjadi wali untuk menyetujui proses pengobatan kayra.
"Maafkan devan bu karna lancang menjadi wali. Devan tidak punya pilihan lain karna kondisi kayra sudah tak memungkinkan" lirih devan
Devan menyodorkan sebuah plastik kecil, yang isinya gumpalan darah dan daging yang hampir mirip dengan tetelan.
"Janinnya sudah berusia tiga bulanan bu" ucap devan
Bu ami meraung keras lalu meraup wajahnya. Bahu nya berguncang hebat. Tampak hatinya sangat hancur.
"Bu..... " Ucap kayra yang suaranya hampir menghilang, tampak wajahnya sudah basah dengan air mata.
"Kayraaaa... Kenapa nak... Kenapa kamu melakukan hal yang nggak benar seperti ini.. Kasihan bapakmu nggak bisa tenang di sana nak" raung bu ami
"Bu... Maafkan kayra bu... Mas sono mem.. Memper... Koossaaa kayraa buuuuu"
"Mas so.. Noo.. Juga.. Mengan... Cam kayra buuuu"
"Saaa.. Kiiiitttt buuuuu" kayra masih menangis pilu
Kayra menjelaskan perlahan kejadian malam naas tersebut. Juga ancaman video bu-gil kayra akan di sebar. Tangan devan tampak mengepal. Berapa kali dia menghantuk-hantukkan kepalanya di dinding demi menjaga kewarasannya.
'Dulu guru sialan itu, sekarang cowok bajingan ini. Nggak. Nggak bisa. Gue nggak bisa biarin kayra ngehadapin ini sendirian' bathin devan
"Tio.. Ambil laptop gue di mobil" titah devan
"Baik bos"
Kayra menatap devan lekat. Devan yang sadar di tatap oleh kayra, tentu saja pipinya bersemu merah. Ada rasa yang berkecamuk di hati mereka berdua.
"Thanks ya van" ucap kayra lemah
"Nggak gratis! Panggil gue Mas. Gue lebih tua empat tahun dari elu"
"Iyaaaaa" Kayra mencebikkan bibirnya
Devan terkekeh melihat bibir kayra yang monyong lima senti.
'Sudah lama ya ra, aku kira aku sudah terbiasa. Tapi melihatmu hari ini, aku sadar... Aku sama sekali tidak bisa melepasmu '
...****************...
Devan tampak mengotak ngatik laptop di hadapannya dengan serius. Dengan berbekal nomor hp sono yang di berikan kayra, Devan berhasil menyusup ke ponsel sono.
Devan sangat bodoh di mata pelajaran lain. Tapi devan sangat mahir di bidang IT. Dari kecil devan tak bisa jauh dari komputer. Di tambah lagi dengan wajahnya yang Super Tampan dan tubuhnya yang seksiboyyy membuat wanita-wanita tak berdaya. Tampan dan kaya, penerus Jaya Grup. Wanita mana yang bakal nolak? Selain kayra hehe
Persahabatan antara kayra dan devan terjalin saat mereka sama-sama menggeluti dunia Judo. Kayra sempat mengacungkan dua jempol untuk ketampanan Devan. Devan pernah menyatakan rasa suka nya pada kayra. Tapi berhubung Devan sudah terkenal playboy, maka kayra hanya menganggap itu hanya celotehan Devan saja. Bahkan hingga kini kayra masih tidak percaya sedikitpun bahwa kayra lah yang benar-benar Devan inginkan.
"Sekarang gue udah bisa masuk ke sistem HP nya sono ra, bakal gue cari tu video dan gue basmi sampai ke akarnya"
"Cari aja video di tanggal sembilan belas juni"
"Hari ultah lu??"
"Iya" tampak mata kayra memanas ketika mengingat malam panas yang tak dia inginkan
"Anjirrr full bokep hapenya, apa nggak ngehang tuh! Psikopat deh nih cowok " nyinyir devan
"Dari yang gue cek ini, belum lama ini dia di pekan baru . Kayaknya dia berulah juga disana. Ngehamilin cewek juga. Dari chatnya mereka udah sering ketemuan dari tahun lalu. Dan gue pastiin nasib ni cewe sama kayak elu sekarang" jelas devan yang di sambut hela nafas panjang dari kayra
"Oke nemu nih.. Nggak cuma video lu doang ra. Banyak cewe lain juga. Kayaknya ini senjata dia deh buat ngancam cewe lain. Gue beresin dulu ya" ucap devan yang mendapat persetujuan kayra
Jari jemari devan sangat lihai. Tampak matanya sangat serius memberantas hp sono.
"BERESSSS!! " Ucap Devan sambil menutup laptopnya
"Yang bener lu van? " tanya kayra
"Sepele itu" devan mengkedip kan sebelah matanya
"Gue makasih banget van"
"Enak aja lu makasih makasih, Sun dulu dong" telunjuk devan menepuk-nepuk pipi kanan nya
"Mau lu langsung pindah dimensi?" ucap kayra Sengit
Devan tampak mendengus kesal, Dan Tio tampak tak dapat menahan tawa nya .
' Anjiiiir Tumben si devan mau nyerocos sampe lebih dari lima kalimat, biasanya irit banget kalau ngoceh ' Bathin Tio
Author Pov (Off)