Anggi yang dipaksa menikah dengan Fandi,seseorang yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.Anggi dipaksa menikah untuk melunasi hutang" Ayahnya pada keluarga Fandi.Anggi terpaksa menerima pernikahan ini,tetapi bukannya bahagia yang ia dapatkan.malah penderitaan yang dialami olehnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy de, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Entah Siapa Yang Salah
Zahra membuka matanya saat adzan subuh berkumandang.dia merasakan tubuhnya terasa berat,ternyata ada tangan kekar yang menindih perutnya.
Zahra kaget,dia mengingat-ingat bukannya tadi malam dia tidur di sofa.tapi kenapa sekarang dia berada di kasur,bahkan tidur bersama dengan Arga.
" Apa jangan-jangan Mas Arga yang memindahkan aku kesini ya,," ucap Zahra dalam hati
" Bukannya kemarin malam dia sedang marah.ah sudahlah,,pusing mikirin dosen killer ini, situasi hatinya susah ditebak "ucap Zahra lirih
Zahra memandangi wajah suaminya.dia seperti terhipnotis oleh ketampanannya.Zahra ingin mengelus pipi Arga, namun ia urungkan.zahra menarik lagi tangannya.
Zahra menyingkirkan tangan yang melingkar di perutnya dengan sangat pelan.Zahra lalu turun,dia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri,Zahra melaksanakan sholat subuh.
Arga yang baru membuka matanya,dia melihat Zahra yang sedang sholat.
" Ternyata kamu benar-benar Sholehah Zahra,memang tidak salah orangtuaku menjodohkan kita.tapi yang aku takutkan,kamu akan mengkhianati aku " ucap Arga memandangi punggung Zahra
Arga berjalan ke kamar mandi,dia membersihkan diri dan akan melaksanakan sholat.
Selesai sholat,Zahra ke dapur untuk memasak.dia tidak ingin,kejadian tadi malam terjadi lagi pag ini.
Zahra membuka kulkas.ternyata sayurannya lengkap,bahkan daging,ayam dan ikan pun tersedia di freezer.
" Ternyata Pak Dosen benar-benar memperhatikan gizinya.bahkan aku kalah soal pengetahuan soal makanan bergizi " ucap Zahra tersenyum heran
Zahra memasak ayam goreng,sambel dan SOP ayam.
Baunya sangat menggugah selera.Arga yang habis mandi dan sedang memakai bajunya.dia tergoda mencium bau masakan istrinya
" Wah,,bau masakan siapa ini.apa mungkin Zahra yang memasak nya " ucap Arga sambil menyisir rambutnya
Arga sudah selesai bersiap sedangkan Zahra baru selesai masak.dia buru-buru mandi dan bersiap untuk ke kampusnya.
Arga berjalan keluar menuju meja makan.dia langsung duduk dan mengambil makanannya.
" Ternyata dia bisa masak juga,dan rasanya pun sangat enak "ucap Arga saat menyuapkan makanan kedalam mulutnya
"Sudah jam setengah tujuh,ngapain aja itu anak " ucap Arga melihat jam yang melingkar di tangannya
Zahra baru selesai mandi,dia buru-buru memakai pakaiannya dan juga jilbabnya.
Zahra memang memakai jilbabnya kalau pergi keluar.kalau dirumah dia akan memakai baju rumahan biasa,bahkan hanya memakai daster sebetis.
Arga pergi duluan,dia tidak menunggu Zahra untuk pergi ke kampus bersama.karena memang pernikahan mereka masih dirahasiakan.
Terdengar suara deru mobil saat Zahra keluar dari kamarnya.dia turun dan melihat,ternyata Arga sudah pergi lebih dulu ke kampus nya.
Zahra menarik napasnya pelan,dia sebenarnya kecewa dengan sikap Arga yang tidak menunggunya.
" Pernikahan macam apa ini,,baru satu hari saja aku sudah tidak kuat.akankah pernikahan ini bertahan " ucap Zahra menghela nafas
Zahra duduk di meja makan,dia tidak berselera untuk sarapan pagi ini.Zahra mencuci piring kotor dan gelas bekas Arga sarapan tadi.setekah itu,dia berangkat ke kampus menggunakan motor matic yang ada di garasi rumah itu.
Arga sudah sampai di kampus,pagi ini dia akan mengajar di kelas Zahra.
Tapi sudah jam 7 lewat,Zahra belum juga datang ke kampusnya.
Zahra berlari ke kelasnya,dia takut akan dihukum oleh dosen killer itu jika terlambat.
Zahra sampai di kelas,saat Arga sudah berada di sana.
" Aduh mati gue,,," ucap Zahra saat sampai didepan pintu
" Permisi Pak " Zahra melangkah masuk
Arga yang sedang sibuk mempersiapkan tugas untuk mahasiswa nya.dia menengok dan melihat kearah Zahra.
Zahra menundukkan kepalanya,dia berdiri di dekat meja Dosen.sedangkan mahasiswa lainnya menatap zahra.ada sebagian mahasiswa yang prihatin,ada juga yang mengejek Zahra.
Arga berdiri,dia mendekati Zahra dan berputar mengelilinginya.
Deg,,,deg,,,deg,,
Jantung Zahra berdetak kencang,dia takut akan dipermalukan lagi oleh dosen killer itu.
" Ngapain kamu telat!!! sudah merasa pintar kamu,atau sudah merasa hebat dari saya,,,hah!!! " ucap Arga menggelegar
Semua mahasiswa diam menunduk,mereka semua ikut takut mendengar kemarahan dosen mereka.
Zahra tidak bisa berkata apa-apa.dia menunduk namun dengan badan yang gemetaran.
" Ya ampun Zahra,,kenapa kamu telat lagi sih.gini kan jadinya " salah satu teman Zahra prihatin melihat Zahra dimarahi oleh dosen
" Kalau kamu sudah hebat,sudah pintar.lebih baik kamu cari kerja saja sana,kampus ini tidak butuh mahasiswa yang tidak disiplin seperti kamu.keluar dari sini !!! " ucap Arga menunjuk ke arah pintu
Deg,,,Zahra berusaha mengangkat kepalanya.dia memberanikan diri menatap wajah Arga yang sedang marah.
" Apa kamu tuli hah!! Saya bilang keluar !! " ucap Arga lagi
Zahra terlihat pucat,Arga juga melihat wajah pucat zahra.tapi dia tidak perduli dengan keadaan istri kecilnya itu.
Akhirnya Zahra keluar,dia berjalan ke arah pintu.masih dengan kepala yang menunduk,dia merasa malu.padahal dia telat juga karena harus masak untuk dirinya.
Zahra merasakan pusing,dia memang tidak sempat sarapan.dan juga tadi malam makan hanya satu suap saja,karena Arga sudah marah duluan,sehingga membuat Zahra tidak berselera makan lagi.
Zahra berpegangan pada dinding,dia menarik napas panjang menahan agar dia tidak tumbang.keringat bercucuran di dahinya. Pandangannya menggelap,dia jatuh pingsan di depan kelasnya.
Bug,,,
" Astaghfirullah,,, Zahra" ucap teman-temannya yang melihat Zahra pingsan
Arga langsung melihat ke sumber suara,dia kaget saat melihat Zahra sudah tergeletak di depan pintu.
Nabila langsung berlari mendekati Zahra yang pingsan,dia langsung menyentuh pipi Zahra
" Zahra,,,kamu kenapa Ra" ucap Nabila panik
Vino,salah satu teman Zahra juga langsung berlari dan berusaha membawa gadis itu untuk dibawa ke ruang kesehatan.
Tapi belum sempat vino membopong Zahra,Arga sudah lebih dulu menggelegar
" Minggir !!! " ucap Arga menyingkirkan tangan vino
Akhirnya vino menjauhi tubuh Zahra ,dia memandangi tubuh Zahra yang dibopong oleh dosen Arga.
Sedangkan Nabila membuntuti mereka,dia ingin mendampingi Zahra.
Arga menatap wajah pucat Zahra saat berada di gendongannya.sepertinya Zahra kelelahan.
" Ada-ada saja anak ini,sampai pingsan segala " ucap Arga
Arga membaringkan Zahra di ranjang.lalu dia memanggil petugas kesehatan yang ada di kampus tersebut.
" Lebih baik kamu kembali saja ke kelas.biar dia ditangani oleh tenaga kesehatan" ucap Arga pada Nabila
" Baik pak,,permisi " Nabila pergi dari tempat itu
Zahra diperiksa dan dia ternyata mempunyai magh dan juga kecapean.
Arga meninggalkan Zahra setelah selesai diperiksa.dia ingin menyelesaikan tugasnya dulu,setelah itu dia akan mengantar pulang Zahra.
Sesaat setelah Arga pergi,Zahra membuka matanya.
" Aku ada dimana ya,,," Zahra celingukan menatap sekeliling
Zahra bangun dan dia mengambil tasnya.dia turun dari ranjang dan berjalan pelan keluar dari tempat itu.
Zahra berjalan ke arah parkiran,dia mengambil motornya dan meninggalkan kampus nya.
Arga berjalan cepat menuju ruang kesehatan.tapi ternyata ruangan itu kosong.dia bertanya pada petugas disana,tapi mereka tidak melihat kemana Zahra pergi.
" Itu anak hobi banget bikin masalah.tinggal disini dulu kenapa sih,bikin repot saja " ucap Arga memijit pelipisnya
Sedangkan Zahra,dia mengunjungi tempat yang bisa membuat nya tenang.dia duduk di taman dekat danau.dia duduk di kursi panjang menatap lurus kedepan.
Air matanya menetes begitu saja tanpa diminta.
"Ya Alloh,,aku pasrahkan semua ini padamu.jika pernikahanku membawa bahagia,maka kuatkan aku.tapi jika pernikahan ini hanya membawa derita bagiku,aku mohon akhiri saja pernikahan ini " Zahra menangis,dia menutupi seluruh wajahnya dengan kedua tangannya
" Andai kamu ada disini Haka,,pasti aku tidak akan sesakit ini " ucap Zahra dalam hati
" Entah siapa yang salah,aku memang sudah bersuami.tapi aku masih mencintai orang lain " ucap Zahra di dalam tangisannya