Indonesia
NovelToon NovelToon
Beside You

Beside You

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Model / Mata-mata/Agen / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Unik Muaaa

Raja Series 4 : Beside You

Dua orang yang sama-sama menyembunyikan kebenaran masa lalunya, sama-sama merantau demi membuang jauh masa lalu mereka.

Dua orang yang terlihat ceria didepan semua orang namun sebenarnya memiliki kepribadian yanh dingin dan tak tersentuh.

Mencoba bersama tetapi banyak orang disekitar mereka, bahkan terkadang diri mereka sendiri sadar jika tidak pantas satu sama lain, terlebih saat tahu apa yang mereka berdua sembunyikan.

Alaric Lorenzo Romanov (30 Tahun) memilih menjadi Model International dan Artis sebagai kedok untuk menutupi siapa dirinya yang sebenarnya.

Almera Milazendra (27 Tahun), merantau ke ibu kota demi hidup tenang, tentram dan jauh dari omongan orang akan masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unik Muaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegep

Sudah sepuluh menit mereka berada dalam satu ruangan yang sama, tetapi Ameera tidak mengatakan apapun.

Ya ... Diruangan yang sama, dengan Alaruc yang mengikuti Ameera kemanapun perempuan itu melangkah, entah itu masuk kedalam kekamar atau ruang Tv yang tampa pembatas menyatu dengan dapur, hanya kedalam toilet Alaric tidak mengekori Ameera.

"Kenapa pulang sampai jam segini, bukannya pergantian shift sampai sore jam tiga?"

Tidak tahan dengan diamnya Ameera, Alaric yang membuka pembicaraan diantara mereka lebih dulu.

Ameera masih saja diam, membawa keranjang tempat menyimpan perlengkapan untuk luka Alaric dan duduk di samping Alaric tampa ngetakan apapun.

Tangan Ameera dengan cekatan mengangkat baju Alaric dibagian perut dan menggulungnya keatas agar tidak mengganggu pekerjaannya. Biasanya Ameera akan meminta tolongbpada Alaric ubtuk memegangi kaos yang dikenakan Alaric.

Meski sudah dua hari Ameera diam dan menjaga jarak dengannya, perempuan disampingnya itu tetap merawat luka Alaric dan menyiapkan makanan. Keperdulian Ameera kadang membuat Alaric merasa tidak tenang, seandainya Danise yang mendiamkannya, sudah pasti Alaric akan memeluk perempuan itu dan menciuminya karena tidak tahan didiami seharian. Tapi lain halnya dengan Ameera, meski Alaric juga tidak tahan didiami, Alaric hanya bisa mencak-mencak tidak berani meski hanya memeluk Ameera dan menggenggam tangannya.

Entah kenapa Alaric juga tidak mengerti.

"Lukamu sudah mengering jadi bisa minta asistenmu atau menegermu membantumu ganti perban" ucap Ameera datar. "Kalau Regan tahu tentang lukamu mendingan minta Regan saja, nanti kamu ...."

"Apa kamu mengusirku?" Potong Alaric dengan geraman.

Ameera melirik Alaric, sehingga tidak sengaja tatapan emreka bertemu dan peremouan itu kembali fokus membereskan peralatannya.

"Apa masih marah karena sepeda motor itu?"

Ameera tidak menjawab.

"Ya udah kalau kamu tidak mau tinggal buang saja."

Brak ...

Ameera meletakkan keranjang dipangkuannya keatas meja dengan kasar sebelum menghadap Alaric dan menatapnya tajam.

Kali ini malah Alaric yang membuang muka.

"Wah ... Kamu pikir beli sepeda motor itu pakek daun main buang!" hardik Ameera.

"Kamu juga gak mau."

"Kasih kesiapa gitu."

"Buant apa dikasih keorang lain, mendingan buang."

"Alaric!" Geram Ameera, "jangan kekanak kanakan!."

"Siapa yang kekanak kanakan?" Kali ini Alaric menatap Ameera tajam, "aku yang mau membuang barang yang aku beli dengan uangku sendiri atau kamu yang tiba-tiba diemin aku dan jaga jarak meski kita tinggal satu atap hanya karena masalah sepeda motor benda mati itu!."

Rahang Ameera mengetak, terligat jelas oleh Alaric jika dia sudah berhasil menyulut emosi perempuan didepannya itu.

Merasa bangga telah membuat Ameera tersulut amarah, tiba-tiba Alaric teringat akan sesuatu.

Perlahan Alaric mencondongkan wajahnya mendekati Ameera hingga perempuan itu menarik diri menjauh kembali memberi jarak.

"Atau jangan-jangan kamu marah karena aku mengelak tuduhanmu yang mengatakan aku cembutu" ucap Alaric lirih dengan seringai diwajahnya.

Kening Ameera mengerut dan dan meringis, "jangan kepedean" tangan Ameera mendorong wajah Alaric menjauh.

Secepat mungkin Alaric menangkap tangan Ameera dan menggenggamnya erat, bahkan semakin erat kala Ameera mencoba menarik lepas tangannya.

"Tentu saja aku percaya diri dengan apa yang aku temukan di leptopmu"

Usaha melepaskan tangan Ameera terhenti seketika, kepala Ameera terangkat menatap Alaric dengan mata membulat sempurna, membuat Alaric semakin mengagumi iris mata coklat gelap itu.

"Satu folder penuh dengan fotoku, bahkan ada foto candid juga" Alaric menyeringai. "Bahkan aku menemukan pencarian tentangku di a ... Aw ..."

Ameera menggigit tangan Alaric yang masih menggenggam tangannya hingga terlepas laku berdiri menjauh dari badsofa yang masi Alaric duduki.

Melihat wajah memerah Ameera menjadi hiburan tersendiri bagi Alaric.

"Aku tersanjung dan merasa terhirmmat memiliki fans yang begitu ..."

"Aaaahhh ...."

Ameera berteriak kesal.

Alaric tertawa ngakak, berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Ameera.

Kaki Ameera yang hendak mundur selangkah langsung terhenti dan mrnahan diri di tempatnya berpijak kala Alaric menarik menarik tangannya agar Ameera mendekat.

"Sini aku peluk" ucap Alaric lembut.

"Ogah ..." tolak Ameera histeris.

"Kenapa?, sini Amore."

"Iih ...." Ameera memukul-mukul dada Alaric dengan sebelah tangannya yang bebas, "itu foto-fotomo dulu yang belum aku hapus."

"Bohong .... foto candidnya baru."

"Enggakkk ..."

Ameera meronta dan Alaric yang tertawa terus meberusaha menarik tubuh Ameera mendekat.

"Apa aku kelewatan sesuatu?."

Tubuh keduanya tiba-tiba membeku ditempat.

Bahkan tubuh Ameera yang semula mencoba bertahan untuk tidak terseret dalam pelukan Alaric tampa bisa terkontrol menubruk tubuh Alaric yang ubtungnya fengan sigap Alaric menahan diri agar mereka berdua tidak terjatuh.

^-^

Sunyi ...

Ameera duduk diujung sofa dengan Regan diujung sisi lainnya, sedangkan Alaric dusuk di meja depan mereka dengan memiringkan tubuhnya tidak langsung menghadap Regan.

Niat Regan ingin menjauhkan Alaric dari Ameera, nyatanya mereka malah tinggal bersama.

Meski Regan tahu dimana titik lokasi chip Alaeic, dia meyakinkan diri bahwa Ameera dapat menjaga diri dari segala bujuk rayu Alaric. Terlebih Alaric terluka dan tidak mungkin neko-neko pada Ameera, tapi apa yang dia lihat malah membuat kepalanya pening seketika.

"Apa yang sudah pernah kalian lakukan?"

Satu detik ...

Dua detik ...

Bahkan sampai satu menit berjalan tidak ada yanv menjawab pertanyaan Regan.

Alaric memalingkan muka menatap kelain arah, sedangkan Ameera menatapnya dengan kening mengerut seakan menuntut penjelasan apa yang dimaksud Regan secara spesifik.

Terlihat dengan jelas jika mereka berdua sangat berhati-hati untuk menjawab pertanyaan Regan, membuat Regan menggeram.

Susah jika berbicara dengan orang yang sangat mengenal kita, karena mereka akan lebih berhati-hati dalam membuka mulut.

"Apa kalian pernah tidur satu te ..."

"KAMU KIRA AKU CEWEK APAAN!" Bentak Ameera berang sebelum Regan menyelesaikan kalimatnya.

Tidak menghiraukan bentakan Ameera, Regan menatap tajam pada Alaric.

Seakan merasa sedang ditatap, Alaric perlahan melirik Regan lalu menggelengkan kepala dengan cepat kala tatapan mereka tidak sengaja bertemu.

"Gue gak ngapa-ngapain, sumpah" ketus Alaric.

"I don't belive you" desis Regan.

Alaric kembali melengos.

Kali ini bukan hanya Regan yang menatapnya, namun Ameera juga, menatapnya menuntut penjelasan.

Suasana kembali sunyi hingga Alaric merasa risih sendiri dan berdiri menatap Regan dengan tatapan tidak terima.

"Kenapa dengan tatapan kalian?" murka Alaric, "pegang tangan aja enggak, gue gak berani" Alaric menatap Regan langsung. "Maksud gue bukan gak berani karna takut sama dia atau loe, lebih tepatnya gimana ya ..." Alaric tampak kebingungan sendiri dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Regan menghela nafas, akhirnya bahunya merosot lega dna bersandar pada sandaran sofa.

Dari tingkah Alaric yang salah tingkah, Regan yakin jika Alaric berkata jujur, meski Alaric kebingungan menjelaskannya, Regan tahu jika Alaric menghormati dan menghargai Ameera. Pada awalnya kepala Regan sudah pening menerka-nerka apa yang Alaric sudah lakukan pada Ameera, mengingat sepak terjang Seorang Alaric Lorenzo.

"Kenapa loe bisa ada disini?" Tanya Regan dengan tenang.

Mata Alaric melirik kanan dan kiri lalau menyengir tampa mengatakan apapun.

"Dia ngebobol pintu malem-malem" sahut Ameera.

Tatapan mata Regan langsung menggelap.

"Gue udah kepepet, gak tahan sakit dan darahnya gak mau berhenti" jelas Alaric membela diri.

"Kenapa loe gak ngubungi gue?"

"Udah malem Ar ..." Alaric berjalan menghampiri Regan dan dudum dimeja berhadapan dengan Regan, "gue takut loe tidur setelah ngoprasi seharian atau sibuk ngejar si Belda."

"Alas" decak Regan, "loe tahu kan Mela disini."

"Enggak sumpah" bantah Alaeic dengan wajah serius, "kalau gue tahu dia tinggal disini buat apa gue ngedekem di apartemen, mendingan gue langsung kesini aja."

"Apa loe minta gue untjk me.non" Regan menekan kata 'menon' tampa melanjutkan kalimatnya sambil menepuk tubuhnya sendiri memberi isyarat tempat chip Alric ditanam, "saat loe ada disini dan ..."

"Enggak" potong Alaric.

"Terus kenapa loe minta gue menon itu?" Regan menoleh pada Ameera setelahnya, "kamu juga tidak mengatakan kalau Alaric disini" hardik Regan.

Belum juga Ameera membuka mulutnya, Alaric menarik lengan buju Regan meminta Regan fokus padanya.

"Gue yang minta dia untuk gak bilang siapapun."

Sebelah alis Regan terangkat.

"Jangan berfikir macam-macam" keluh Alaric, "gue hanya gak mau kalian ganggu, terutama Bidi dan Yogi yang pasti seratus persen akan lapor sama Daddy."

"Kalau gak mau diganggu Bidi Yogi, loe bisa tinggal di Crown dan gue bisa rawat luka loe."

"Gue kan bilang gak mau diganggu kalain juga."

Diam ...

Tidak ada yang mengatakan apapun, hanya saling tatap mata tajam.

Ada sesuatu yang disembunyikan Alaric dan tidak ingin mengatakannya pada Regan, dan Regan yang sudah mebgenal Alaric sangat yakin akan hal itu.

"Ikut gue balik keraja Crown atau gue seret ke Rjmah sakit!

^-^

1
Adidtya13
lanjut Thor up .semangat
Unique: Bisa mampir kekarya ku yang Baru kak ....
As You Wish
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!