Indah Safitri atau di sapa Indah adalah Seorang gadis berusia 15 tahun,dia sekarang duduk di Sekolah Menengah Pertama,kelas 3(tiga).Dia di kenal gadis yang ceria, mempunyai banyak teman,dan hidup di keluarga yang harmonis, hal itu membuat Indah merasa hidupnya begitu sempurna dan bahagia.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama setelah suatu hari sekolah mengadakan kemah di hutan, Indah dan semua murid pun berangkat menuju kesana. Sebuah tragedi terjadi pada saat Indah mandi, ia intip oleh seorang pemuda, ia pun menerima kenyataan kalau dia telah dinodai oleh pemuda itu. Setelah kejadian itu indah jadi gadis pemurung, ia pun harus menerima kenyataaan kalau dia hamil dari pemuda itu. Satu per satu orang yang ia sayangi pun pergi , tak terkecuali ibu nya yang sudah lama sakit pun meninggalkan dia untuk selama-lamanya. Hari-hari Indah semakin berat apalagi ia harus sekolah dalam keadaan hamil muda.
Bisakah Indah menjalani takdirnya sekarang?
Akankah pemuda itu bertanggung jawab?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yinyin16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Indah merasakan sakit di perutnya, sementara itu dia tengah di panggil oleh ibu Rita untuk makan siang.
"Iya bu sebentar"kata Indah sambil memegangi perutnya, ia pun berjalan namun sakitnya tak tertahan kan hingga Indah pun pingsan, bu Rita yang menuju ke kamar Indah pun kaget melihat Indah yang sudah tak sadarkan diri.
"Ya Allah Indah, kamu kenapa?bangun Indah."ucap bu Rita panik.
"Deden!!Deden!"teriak bu Rita pada anaknya itu, Deden pun menghampiri bu Rita.
"Bu Indah kenapa bu?"tanya Deden.
"Gak tau, ibu juga bingung, dia langsung pingsan aja, ayo cepat kita bawa dia ke rumah sakit."kata bu Rita
"Baik bu."jawab Deden.
***
Sementara itu Raka menghampiri ibu Mina dan Diana yang tengah menunggunya di ruang tamu.
"Raka, orang tua dari Diana menerima surat dari kepala sekolah,yang menanyakan keberadaan Diana, mereka minta Diana segera pulang, mama juga mau nya kamu cepat pulang."ucap bu Mina.
"Tapi ma Indah kan belum ketemu."jawab Raka.
"Raka,kamu mau sampai kapan mau cariin Indah,lagi pula mama tu gak bisa nungguin kamu terus sampai Indah ketemu.Kamu gak kesian sama papa kamu yang sendirian disana,yang penting sekarang ini kamu sudah berusaha keras untuk menemukan Indah, itu sudah cukup kok,"kata bu Mina.
"Ya tapi ma"jawab Raka.
"Raka,keberadaan kami disini juga tidak banyak membantu,kamu lihat sendirikan om Harun sakit,mama takut nya kamu malah ngerepotin."kata bu Mina.
"Justru karena om Harun sakit ma,
makanya Raka tinggal disini, masa Raka tega sih ma,ninggalin om Harun dalam keadaan seperti itu."jawab Raka.
"Raka,om Harun itu sudah punya dokter pribadi yang bisa merawatnya lebih baik lagi dari pada kamu.Justru kalo kamu disini terus,om Harun akan inget terus sama Indah,ini akan memperburuk keadaan."ucap bu Mina.
"Maaf tante, Diana gak akan pulang kalau Raka gak ikut pulang."ucap Diana.
Raka menatap Diana bingung.
"Soalnya Diana udah janji, ngedampingin Raka apapun yang terjadi."jawab Diana pada bu Mina.
"Diana, tante harus bilang apa sama orang tua kamu nanti."kata bu Mina.
"Tante gak usah khawatir,masalah itu biar Diana aja yang ngomong sama mereka yah."kata Diana.
"Enggak Diana kamu harus pulang."jawab Raka.
"Trus kamu nanti gimana?"tanya Diana pada Raka.
Raka terdiam sejenak, dan ia menghela napasnya.
"Aku bakal pulang kok sama kamu."jawab Raka. Mendengar itu Diana dan bu Mina sangat senang akhirnya Raka mau juga di ajak pulang ke Tasikmalaya.
"Nanti mama bilang sama om Harun kalo kamu akan ikut sama mama yah."ucap bu Mina.
Raka hanya menganggukkan kepalanya, tanda ia setuju.
"Bagus sekali Raka pulang ke Tasik, tak kan ku biarkan dia teringat Indah lagi."batin Diana sambil tersenyum sinis.
***
Sementara itu di rumah sakit, Deden tengah menunggu di luar, tak lama kemudian dokter pun keluar.
"Dok gimana keadaan Indah dok?"tanya Deden.
"Dia baik-baik saja, rupanya dia sedang hamil."jawab sang dokter, hingga membuat Deden kaget mendengar itu.
"Hamil dok?"tanya Deden tak percaya.
"Iya, sekarang dia ada di dalam, kamu boleh menjenguknya."kata dokter itu.
"Baiklah dok, kalau gitu saya ke dalam dulu.
Setelah masuk, Deden menanyakan pada Indah mengenai kehamilan nya.
"Saya memang lagi hamil."kata Indah.
"Pasti dokter b*jat itu yang bikin kamu hamil."tebak Deden.
"Bukan,ini semua terjadi sebelum saya ketemu dengan dokter Rusli.Saya...saya di perk*sa."kata Indah jujur pada Deden yang kaget.
"Apa di perkosa?"
Indah menganggukkan kepalanya.
"Terus sekarang kamu mau ngeg*gurin kandungan mu?"tanya Deden.
"Enggak, tadi dokter yang merawat saya bilang,kalo obat yang selama ini saya minum, adalah obat untuk mengg*gurkan kandungan,bukan obat penghilang rasa mual.Untung kandungan saya belum g*gur."jawab Indah.
"Kurang ajar!!!"ucap Deden kesal.
"Kamu pasti j*jik kan , melihat saya, tapi kamu gak usah khawatir, hari ini saya akan pergi dari rumah kamu."kata Indah.
"Kamu kok ngomong gitu sih, saya kan udah pernah bilang,kalo saya ini tulus mau menolong kamu."jawab Deden.
"Tapi ibu kamu gimana?"tanya Indah, ia khawatir kalau bu Rita tidak suka dengannya gara-gara kehamilan nya.
"Indah,justru ibu saya selalu bilang, kalau nolong orang jangan setengah-setengah,itu ibaratnya nolong karena pamrih.Apalagi saya sudah tau keadaan kamu sebenarnya,saya jadi lebih gak tega,saya gak mau malingin muka saya dari dua nyawa yakni nyawa kamu dan nyawa anak kamu."jawab Deden, hingga Indah merasa terharu mendengar perkataan Deden, ia sangat berterima kasih pada Tuhan karena masih ada orang baik seperti Deden dan juga ibu Rita.
***
Arga tengah serius mengetik di layar laptopnya, tiba-tiba datanglah Sandra menghampiri nya.
"Hai Ga, lagu buat apa?"tanya Sandra.
"Ini nih lagi buat selembaran."jawab Arga, Sandra menengok ke layar laptop milik Arga, dan kaget rupanya Arga sedang membuat selembaran untuk Indah .
"Kok lo jadi peduli sih sama dia."ucap Sandra kesal.
"San,dia kan lagi kabur dari rumah,
apa salahnya sih gue nolong orang."jawa Arga.
"Ga,Indah itu musuh gue, dia itu udah ngerebut cowok kecengan gue, jadi udah deh biarin dia kabur."jawab Sandra.
"San,sembarangan yah kalo ngomong, awas kalo lo ngomong kayak gitu lagi,cowok aja sih yang lo pikirin, lo pikirin orang tua nya panik nya kayak gimana?"kata Arga.
"Ga,lo kenapa sih jadi berubah kayak gini,inget Indah itu cewek m*rahan."jawab Sandra.
"San,jangan ngomong kayak gitu lagi."kata Arga kesal.
"Ga lo kenapa sih!!akhir-akhir ini gue suka heran deh sama lo yang tiba-tiba peduli sama Indah.Apa ada yang lo sembunyiin dari gue."kata Sandra.
Arga menghela napasnya, ia pun mengajak Sandra.
Rupanya Arga mengajak Sandra untuk menemui kedua orang tuanya, dan mengakui kalau yang memp*rk*sa Indah adalah Arga sendiri.Sontak hal itu membuat kedua orang tuanya terkejut.
"Apa yang kamu bilang."kata pak Dani
"Arga yang p*rkosa Indah pa."jawab Arga menyesal.
Sandra yang mendengar pengakuan dari Arga itu benar-benar tak menyangka.
"Arga lagi mabok waktu itu,dan Arga gak bisa nahan diri Arga."lanjut Arga.
"Sadar gak sih kamu, kalo masalah ini sampai di ketahui polisi."jawab pak Dani.
"Arga gak takut di penjara pa,Arga yang salah dan Arga sangat menyesal.Keb*jatan Arga di balas dengan kematian Intan pa,selamanya Arga gak bakalan maafin diri Arga dan kalau memang Arga harus di penjara,Arga akan terima pa,biar Arga sendiri yang telpon ke polisi."ucap Arga, ia mengambil ponsel milik dan menghubungi polisi.
"Arga, jangan!!"pak Dani mengambil ponsel milik Arga dan mematikan ponsel milik Arga.
"Arga,kita semua baru saja kehilangan Intan,apa kamu mau mama kamu kehilangan kamu kalo kamu masuk penjara.Arga, papa harap masalah ini hanya kita berempat yang tahu,tidak ada orang yang boleh tau,termasuk mama kamu Sandra."kata pak Dani.
Sandra mengangguk setuju.
"Paham kamu Arga."ucap pak Dani pada Arga yang hanya menganggukkan kepalanya, ia tak dapat berkata lagi saat ini yang pasti ia sangat menyesali atas perbuatannya yang b*jat itu.
Bersambung......
Jangan lupa like, comment, subscribe,dan vote ya teman-teman, makasih.