Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Memilih Pergi

Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: VELANIA

Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya Jujur

Safira semakin perih saat mendengar ibunya sendiri menyuruhnya menikah dengan orang yang sama sekali tidak ia cintai.

"fira tidak akan menikah dengan siapapun bu!

plakk,,,

" kalau kamu nanti hamil bagaimana? "

"kamu ingin seluruh warga desa ini semakin menghina kita bahkan lebih parah lagi warga akan mengusir kita dari rumah kita sendiri! begitu mau kamu? "

"nggak bu nggak bukan itu maksud fira bu"

tangisannya semakin pecah

bu salma akhirnya pergi dari kamar putrinya

didalam Safira hanya bisa menangis sambil memeluk lututnya sendiri.

Pak Ahmad pun akhirnya pulang dengan membawa sepeda laras.

krieett,,

pak ahmad membuka pelan pintu kamar safira, ia mendekati putrinya yang sedang meringkuk di pojok kamar

"kemarilah nduk,,

Safira hanya diam tak bergeming,

" kamu beruntung nduk masih bisa kembali ke rumah ini dengan selamat , korban pelecehan itu juga seumuran kamu "

"bukannya dia yang lebih beruntung pak, dia sudah tidak merasakan sakit lagi dan menanggung akibat dari pelecehan itu sedangkan fira entah kapan derita ini bisa hilang dari hidup fira? "

"ngomong apa kamu fira? kamu harusnya bersyukur masih bisa selamat! "

"apa yang harus fira syukuri pak? katakan pak? lebih baik fira mati dari pada hidup menanggung malu seperti ini! "

"cukup fira! bapak dan ibu akan selalu menemani kamu nak jangan putus asa nak hanya kamu yang bapak dan ibu miliki di dunia ini, bapak akan fikirkan caranya "

"oalah pak pak cara satu satunya ya menerima lamaran juragan burhan sudah beres kan! toh joko gak mungkin mempertanyakan Keperawanan wong dia cinta mati sama anak kita! "

"bu! jaga omongan kamu! "

seandainya fira mau pun menikah dengan joko bapak akan jujur dengan mereka agar tidak ada kesalahpahaman nantinya.

"terserah bapak lah, tapi mana ada keluarga yang mau menikahkan anaknya dengan anak gadis yang sudah tidak perawan lagi pak korban perkosaan lagi, mikir pak! "

"sudah cukup! pak bu sudah fira putuskan fira tidak akan menikah dengan siapapun! "

"lalu kalau kamu hamil bagaimana? "

"sebelum hamil fira akan pergi dari desa ini bu "

"pikirkan baik baik kemana kamu akan pergi nduk? kita gak punya sanak saudara? "

"tapi fira punya Tuhan pak yang selalu menjaga fira saat fira jauh dari bapak nanti "

"kamu itu mau jadi apa? mau jadi gembel dikota ? hidup dikota itu lebih kejam,,

" fira hanya ingin doa dari bapak dan ibu saja, saya akan melanjutkan kerja di mbak sari upahnya akan fira buat ongkos untuk pergi kekota "

beberapa hari kemudian,

fira bekerja ditempat mbak sari seperti biasa tapi tidak seperti fira yang dulu, sekarang fira hanya fokus bekerja tidak ceria dan suka bercanda seperti dulu.

di tempat yang lain,

Demikian dengan Narendra semenjak pulang dari touring malam itu Rendra jadi pendiam sepanjang malam ia dihantui perasaan bersalah, kilasan bayangan saat ia merudapaksa gadis itu selalu muncul saat ia akan memejamkan matanya, hingga untuk tidur pun Rendra menggunakan bantuan obat tidur. apalagi rico memberinya kabar jika sehari setelah kejadian itu keesokan harinya ditemukan mayat seorang gadis di pinggir sungai, hal itu semakin menjadi pemicu rasa bersalah dalam diri Rendra lebih dalam lagi.

"Rendra kamu ini sebenarnya kenapa? jujur sama mama! sejak pulang dari touring kamu jadi begini"

"Rendra cuma tidak enak badan ma "

"panggilkan dokter saja ma kerumah dia paling susah kalau diajak berobat ke rumah sakit"

"baik mas nanti saya akan panggil dokter ke rumah "

"habiskan dulu makananmu Rendra! "

"sudah nggak nafsu makan "

drrrt... drrrt... ponsel Rendra berdering dilayar tampak nama Rico terpampang disana

"hmm..

" gimana keadaan lo sekarang? "

"gak ada perubahan mungkin sebentar lagi gue akan jadi salah satu penghuni RS Jiwa"

"Ngaco omongan lo, gimana kalau kita ke Singapore beberapa hari? om gue seorang psikiater disana "

"nggak tau gue Ric harus gimana? lo urus aja deh gue mau balik normal lagi pokoknya "

"oke deh gue pesenin tiket nya dulu "

"thanks Ric"

beberapa jam kemudian seorang dokter datang kerumah lalu mama mayang mengantarkan dokter itu ke kamar Rendra.

"Rendra buka pintunya sayang Dokter amerta sudah datang"

ceklek,,

"kamu kenapa boy?...

" sini om periksa dulu "

"suhunya normal semuanya tampak baik baik saja, mungkin bisa jadi stress terlalu berlebihan, tekanan psikis yang berat kecemasan biasanya memicu pada gangguan seperti itu susah tidur dan gak nafsu makan "

"baik dok Terima kasih waktunya"

"oh ya satu lagi minum obat tidur berlebihan itu sangat berbahaya Rendra! "

"kamu minum obat tidur Ren? "

Rendra hanya diam saja.

setelah dokter amerta pulang, mama mayang bergegas kembali ke kamar putranya.

"Rendra! jelaskan sama mama ada apa ini sebenarnya? apa yang kamu sembunyikan dari mama? jawab! "

"kalau kamu diam seperti ini mana bisa mama bantu kamu? "

Rendra sudah tidak bisa menahan dan menyembunyikan dosanya lagi dari keluarganya,

Brukkk....

Rendra berlutut dan memeluk kedua kaki mama mayang,

"Maafin Rendra ma! Maaf...

Rendra sudah membuat dosa besar.

Duarr...

" apa maksud kamu Rendra! katakan pada mama apa yang sudah kamu lakukan! "

"Rendra sudah merenggut kesucian seorang gadis ma! "

plaakkk...

sebuah tamparan mendarat di pipi Rendra,

jelaskan pada mama apa yang sudah terjadi hingga kamu melakukan semua itu, mama tahu siapa putra mama kamu gak akan melakukan perbuatan keji itu dengan sengaja,

Rendra pun menceritakan semua yang ia lakukan sejak awal mulai datang ke vila itu hingga kejadian tragedi malam kelam itu.

"kita harus kembali kesana dan mencari gadis itu hidupnya pasti hancur sekarang"

"gadis itu sudah tidak ada ma, dia ditemukan tak bernyawa di tepi sungai keesokan harinya"ucap Rendra pelan

"apa?..

tubuh mama mayang seketika luruh ke lantai,

disaat bersamaan papa nathan tiba tiba datang,

" Ma! mana kenapa? Rendra mama kenapa? "

Rendra terdiam tak bisa berkata kata,

dengan sigap papa nathan menggendong tubuh istrinya yang tak sadarkan diri.

"Ma bangun ma!..

beberapa menit kemudian, akhirnya mama mayang mulai sadar,

" syukurlah kamu sudah sadar Ma! jangan bikin aku takut lagi "

"Mama sudah nggak apa apa pa "

"kamu kenapa Ma, cerita pada papa! "

"Mas Rendra ada Masalah besar, tapi kumohon kamu bisa menahan emosimu dulu"

"Aku sudah merasa ada yang ia sembunyikan dari kita setelah ia pulang dari Vila"

ceklek..

suara pintu kamar terbuka terlihat Rendra masuk perlahan mendekat dan berlutut didepan orang tuanya yang duduk di tepi ranjang,

"Maafkan Rendra pa, Rendra sudah membuat kesalahan besar"

"Kesalahan seperti apa? " ucap Papa Nathan dingin

"Rendra... Rendra sudah merenggut kehormatan seorang gadis Pa! "

Papa Nathan mengepalkan kedua tangannya mencoba menahan amarah yang mulai memburu di dalam dada.

"siapa yang mengajari kamu jadi seorang lelaki bajingan huh? "

"kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan "

"tapi gadis itu sudah meninggal mas! setelah kejadian itu" teriak mama mayang

Bug.. Bug..

Papa Nathan melayangkan bogem mentah ke wajah Rendra

"Mas jangan mas aku mohon jangan pukul dia lagi dengarkan dulu penjelasannya aku mohon " pinta mama mayang dengan ikut berlutut memegang kedua kaki suaminya.

aakkhhh,,,

Papa Nathan memukul mukul dinding hingga buku jari jarinya berdarah.

setelah itu Rendra mulai menceritakan kronologi tentang semua kejadian disana.

"pergilah ke kamarmu, papa akan mencari jalan keluar nya "

dikamarnya,

"Gue sudah jadi cowok brengsek! Gue udah malu maluin keluarga! "

derrtt.. derrtt.. ponsel nya berdering panggilan masuk dari Denendra,

"Halo Ren apa kamu baik baik saja? "

seolah tahu apa yang kini tengah dirasakan saudaranya,

"Halo Rendra kamu masih disana? "

"A.. Aku, "

kegugupan dan diamnya Rendra sudah cukup untuk Denendra tahu jika saudaranya tidak baik baik saja.

"Aku akan segera pulang! "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!