Disini hanya cerita ringan penghibur disaat hati yang sedang lelah saja ya genks...
Vio gadis berpipi Chubby dan body sedikit berisi yang berhasil mencuri pikiran Tuan Muda yang sudah tidak muda lagi.
Pertemuan tiba-tiba yang sering dengan Vio membuat Elan Moza CEO perusahaan Moza Company dan Petarung di salah satu kejuaraan bela diri itu penasaran dan timbul getaran aneh dalam dirinya tapi enggan mengakuinya
Akankan Vio punya rasa yang sama dengan El ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zeezaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senyum Lirih
" Vio,, tolong Tante Vi.. kamu ada kan uang 20 juta ? " Tiba-tiba Tante Rika menghampiri Vio tergesa-gesa
" Eh ada apa ya ini " Ucap Vio bingung melihat banyak orang seperti bodyguard dirumahnya
" Cepat bayar hutang Tante mu " Ucap Salah satu dari orang bertubuh besar itu.
" Loh yang hutang siapa yang bayar siapa ? " Ucap Vio kesal ,enak saja dia main disuruh bayar.
Vio lalu menghampiri Om nya .
" Maaf om ini om yang menghutang atau Tante Rika? " Tanya Vio ke om Pram
" Om juga ga tau Vi kenapa Tante mu bisa seperti itu " Ucap Om Pram frustasi.
" Vi tolong kami hiks hiks " Sarah menangis di depan Vio
" Cih air mata buaya " Cibir Sila melihat Akting nangis Sarah
Vio tak mendengarkan apa yang Sarah bilang ,Vio melewati Sarah menghampiri orang - orang besar itu.
" Maaf jika Tante saya itu tidak bayar apa yang akan kalian lakukan ? " Tanya Vio ke orang yang badannya agak kecil dibanding lainnya.
ciut juga nyali Vio kan...
" Kami akan tuntut ke penjara " ucap laki-laki itu.
" Kecuali jika ada barang-barang yang bisa buat jaminan agar kami bisa jual " ucap salah seorang lainnya
" Ah ya ada " Vio teringat kala tantenya suka beli tas-tas branded
" Oh Vio terima kasih kau akan memberikan semua baju dagangannya mu itu kan? itu kan ada yang mahal-mahal kasihkan aja Vio " Ucap Tante Rika diangguki Sarah.
" Hah tidak - tidak enak saja " ucap Vio.
" Oh ada ya ? " ucap salah satu pria menyeringai.
" Maaf om-om semuanya, lebih baik menjual barang-barang tas Tante saya mahal-mahal dia belinya " Ucap Vio tersulut emosi.
" jangan - jangan,, tas saya KW tuan-tuan, sedangkan barang jualan ponakan saya ini brand-brand murah tapi terkenal di negara ini pasti lebih mudah menjualnya " Ucap Tante Rika tidak tau malu.
" Ma cukup ma, jangan kau ganggu lagi usahanya Vio " Geram Om Pram
" Papa mau mama dipenjara iya?? " Tante Rika malah lebih galak.
" Dasar kau kelakuan ibu dan anak sama saja memalukan " ucap Om Pram
Tanpa Mereka sadari beberapa orang bertubuh besar itu mengikuti langkah Sarah ke kamar penyimpanan barang-barang jualan Vio
" Aaarrhh Viooooo Sarah kesanaaaa " Teriak Sila mengagetkan Vio yang sedang melihat Tante Rika bertengkar dengan Om Pram.
" Hey kalian mau apa ???? " Geram Vio
" Cepat buka atau kami dobrak " Ucap Pria besar itu.
" astaga om tas Tante saya lebih berharga om, Sila kamu keterlaluan ya aku ga nyangka kamu sekejam ini " Ucap Vio menahan amaarah
" Heh Cewek gendut cukup Lo aja yang udah ga punya orang tua , gue ogah...jadi gue ga akan biarin orang tua gue masuk penjara " Ucap Sarah kasar ke Vio
" Astaga mulut rongsokan ,ga bisa dijaga tu mulut hah " Sila kesal melihat Sarah memaki Vio .
Vio terdiam lalu berbalik ke Sila, "Sil, tolong tunggu disini jaga jangan sampai om - om ini masuk dulu. ada yang harus aku ambil " Bisik Vio Ke Sila.
Vio berbalik ke arah para pria besar tadi.
" Baiklah Om, silahkan ambil sesuai nominal yang Tante saya hutang, saya tidak akan mempersulit, tapi tolong saya ingin masuk ke dalam , saya ingin mengeluarkan barang-barang nya dulu karena harus hati-hati dikeluarkan nya . " Izin Vio pasrah
" Asal kau tidak membohongi kami, aku akan turuti " Ucap Pria besar itu.
" Terima kasih Om , sebentar ya " Ucap Vio sambil menitikkan air mata.
Vio masuk ke ruang penyimpanan barangnya lalu ia mengambil satu barang yang harus ia simpan dan ia masukan ke baju bagian belakang.
" Silahkan Om " Lirih Vio
" Dari tadi aja Lo ribeett banget " Sarkas Sarah
" heh udah numpang, ngutang ,maksa ,belagu lagi dasar cewek rongsokan " maki Sila
" Apa Lo bilang, Lo bela aja tuh cewek gendut sahabat Lo pembawa sial , " balas Sarah
" Lo yang bawa sial, bre****k " Maki Sila lalhi ke Sarah.
" Udah Sil, udah habis ini please bawa aku pulang kerumah kamu ya, aku mau numpang dulu walau tanpa barang-barang jualan aku " Lirih Vio
" Astaga Vi jangan bilang gitu ah " Ucap Sila
Pria-pria besar itu lalu mengambil hampir seluruh barang jualan Vio yang sebenarnya jika ditotal lebih dari 20 juta .
Barang jualan Vio hanya disisakan beberapa saja.
Vio lalu memunguti yang berserakan dan dimasukan ke dalam box lagi. sisa-sisa patung dan gantungan ia masukan rapihkan ke dalam box dengan perasaan sedih.
" Vi, " Sapa Om Pram
" Iya Om , " Jawab Vio pelan
" Maafin Om ya Vi, Om ga bisa didik istri dan anak Om dengan benar, om akan segera angkat kaki dari sini , Om Malu " lirih Om Pram
Vio hanya membalas dengan tersenyum lirih..
" Enak aja , ga akan ya kita pergi dari sini " Ucap Tante Rika yang tidak tau malu itu.
" Vi kamu dosa apa ya bisa punya saudara seperti ini, saudara koq rasa musuh " Cibir Sila
" Sstt udh Sil biarin aja bantuin aku beberes aja ya, bantuin orderin mobil box Online tadi aku blm sempet order " Ucap Vio.
" Sip deh " Ucap Sila yang masih kesala ke keluarga Vio itu.
" Yuk Ma kita pergi dari kamar memuakkan ini " Ucap Tante Rika
" DASAR GA TAU DIRI GA TAU MALU, , udah bagus dibayarin pakai barang Vio masih menghina lagi ,, rrrggghh " Sila geram..
Tante Rika dan anaknya melenggang tanpa perasaan salah sedikit pun.
Om Pram hanya menatap tak berdaya.
Vio dan Sila sibuk membereskan barang-barang Vio. hingga akhirnya ada telepon masuk dan Vio berjala terburu-buru menyambut di bapak supir online box itu
pak supir dan seorang temannya diminta mengangkat barang-barang Vio.
Mereka pun bekerja dengan cepat hingga saat Tanta Rika dan Sarah keluar kamar kaget ,
" Loh loh kamu mau pindah? kenapa ga dari kemarin-kemarin aja enak kan sepi "Sinis Sarah
" Diemin aja Sil ga usah sahutin " Bisik Vio ke Sila.
" ya Vi, demi kamu " ucap Sila menahan kesal
Setelah semua dirasa sudah , Vio pamit ke Om Pram
" Om aku pamit ya aku mau pindah ke ruko, aku nitip rumah ya Om tolong jagain " pamit Vio.
" Hati-hati dimanapun kamu berada Vi " Ucap Om Pram.
" Ya om, terima kasih " Ucap Vio mencium tangan Om Pram
" Ma, kalau Vio ga kesini kita siapa yang kasih uang ?" ucap Sarah
" Ah iyaa ,kamu betul.
VIOOOOOOOO " panggil Tante Rika
" Kamu harus tetap memberikan uang mu kepada Tante setiap bulan dan setiap Tante minta " Teriak Tante Rika tanpa tau malunya.
Vio berjalan kearah Mobil Sila tanpa melihat ke belakangnya lagi.
.
..
...
Haiii gimana cuaca di kota Kalian?? semoga sejuk seperti ditempat othor ya ,.
Reder baik hati janganl lupa like, vote dstn komentarnya ya...
Juga Hadian seikhlasnya 😘
klo ud gk biar d unfavorite aj ne
semangat ya thor, jangan lama2 lg up nya