Indonesia
NovelToon NovelToon
Terserah Tuhan Saja

Terserah Tuhan Saja

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa / Wanita Karir / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta pada Pandangan Pertama / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Dewi Meilinda

Novel ini bercerita tentang berbagai konflik dalam hubungan, terutama dalam percintaan dan keluarga. Nadira Humairah Az-Zizah, seorang penulis dan motivator Muslim, memasukkan pengalaman hidupnya ke dalam tulisannya, meskipun tidak semua ceritanya benar. Cerita berkisar tentang kehidupan cinta Nadira, dimulai dari kesulitannya untuk jatuh cinta namun akhirnya jatuh cinta pada Jerry yang kemudian bertunangan dengan Farah sehingga membuat Nadira tersiksa secara emosional.
Terlepas dari jaminan Jerry bahwa dia hanya mencintai Nadira, dia mengetahui bahwa dia telah menyembunyikan banyak kebohongan darinya, termasuk fakta bahwa mereka menjalin hubungan berbeda agama. Patah hati, Nadira meninggalkan Jerry tanpa sepatah kata pun. Namun, belakangan, Ammar berusaha memenangkan hatinya dan Nadira meminta nasihat kakaknya apakah akan menerima lamarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Dewi Meilinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Guru Terbaik

Nadira terkejut melihat isi hadiah dari Ammar. Sedangkan yang lainnya tersenyum melihat mimik muka Nadira yang terlihat bingung.

"Ini, untukku?" tanya Nadira, polos, dengan perasaan campur aduk; bingung, terharu, dan senang.

"Iya, Nad. Kenapa? Tidak suka, ya?" tanya Ammar.

"Ihh, bukan gitu maksudnya," ujar Nadira, memerhatikan lingkaran kecil di kotak bening yang ada di tangannya.

Ibunya Nadira mulai menggoda.

"Kalau tidak mau, cincinnya buat mama saja." Fenny tertawa kecil.

"Mama apaan, sih? Kan Kak Ammar ngasihnya buat aku," ujar Nadira yang langsung membuka kotak kecil itu dan memakai cincinnya.

Ammar memberikan cincin bukan hanya sebagai hadiah belaka, melainkan simbol pengikat untuk hubungan mereka sebagai calon pasangan suami dan istri.

Saat sedang membicarakan kembali rencana pernikahan Nadira dan Ammar, tiba-tiba sorot mata Nadira ke arah laki-laki bertubuh tegap dan tinggi semampai yang masih belum beranjak dari tempat duduknya. Padahal semua penonton sudah meninggalkan ruangan. Laki-laki yang tidak asing lagi bagi Nadira.

Haikal mengikuti sorot mata adik kesayangannya dan melihat laki-laki yang sedang dipandangi Nadira. Luka lama seakan mengelupas. Laki-laki itu adalah orang yang pernah ada di masa lalu Nadira. Semua orang pun menyadari kehadiran Jerry. Laki-laki yang pernah menggoreskan luka di hati Nadira itu kini ada dihadapan Nadira dan Ammar beserta keluarga mereka.

Nadira berusaha tenang tapi pikirannya bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa dia bisa ada di sini? Datang di saat aku sudah melupakanya."

Satu langkah lagi, Jerry berdiri—tepat dihadapan Nadira. Dari rawut wajahnya, ada penyesalan yang terlihat. Haikal mencoba mencegah Jerry agar tidak lagi berbicara pada adiknya karena memang sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Namun, Nadira yang pemaaf, memberi kesempatan Jerry untuk berbicara. Entah terbuat dari apa hati perempuan lulusan Sarjana Sastra ini. Meski ada yang menyakiti, dia sama sekali tidak memiliki rasa dendam.

Jerry sedang mengumpulkan diksi yang pas untuk melontarkan permintaan maaf kepada Nadira dan keluarganya. Ammar yang memang belum memiliki hak atas Nadira, hanya diam bahkan mengajak kedua orang tuanya untuk pulang lebih dulu. Namun, Nadira menoleh ke arah Ammar yang berdiri di samping kirinya, memberikan kode kepada calon suaminya itu agar tidak meninggalkan ruangan. Ammar mengangguk.

Pergi tanpa kata, membuat Jerry kembali meminta maaf karena dia masih belum tenang sebelum Nadira benar-benar memaafkannya.

"Nad. Untuk kejadian lalu, aku bebar-benar minta maaf. Aku memang pengecut. Tidak memiliki keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya kepadamu. Bahkan, salahku adalah menjadikanmu kekasih ketika aku masih memiliki calon istri dan juga tidak pernah terbuka tentang kehidupanku. Apalagi menyangkut keyakinan yang aku anut. Ini sangat sensitif untuk dibicarakan, tetapi bukan berarti aku dengan seenaknya menyembunyikan identitas yang sebenarnya. Jadi, tolong ..., maafkan aku!" pinta Jerry dengan menyatukan kedua tangannya.

Nadira masih bungkam.

Tatapan Jerry berpindah ke arah Haikal.

"Kakak adalah orang yang paling dekat dengan Nadira. Tolong beritahu padanya agar memaafkanku! Kumohon ...." Mata Jerry berkaca-kaca. Terlihat jelas ketulusannya dalam mengakui kesalahan.

"Terus terang, aku sangat kecewa padamu, tapi ... sungguh, aku tidak bisa membantumu membujuk Nadira. Aku menghargai apa pun keputusannya karena adik kecilku ini sudah cukup dewasa dalam memutuskan sesuatu hal." Haikal tersenyum dan memegang bahu Nadira.

"Baik, Kak! Terima kasih karena pernah mengizinkanku untuk mengenal Nadira lebih dekat, meskipun hubungan kami dimulai dari kebohongan dan berakhir kekecewaan yang sangat melukai hati Nadira." Jerry berusaha menyeka air mata yang hendak menetes.

Jerry juga meminta maaf kepada kedua orang tua Nadira. Sultan dan Fenny memaafkan perbuatan Jerry. Hanya saja, Nadira masih bungkam. Dia terpaksa membuka lembaran halaman sejarah yang tidak ingin lagi dibaca. Namun, bagaimana pun juga, dari rasa kecewa yang terjadi, banyak pembelajaran yang didapat.

Seketika hening.

...***...

Beberapa menit kemudian, mulut yang sengaja dikunci, kini dibuka.

"Kamu tidak sepenuhnya bersalah, aku pun minta maaf karena terlalu terburu-buru dalam menerima cintamu, hingga tidak memiliki waktu untuk mencari tahu identitasmu," ujar Nadira menghela napas sejenak. Lalu melanjutkan ucapannya. "Terlebih, kehadiranku hanyalah menjadi perusak hubunganmu dengan Farah. Mungkin benar, cinta itu buta. Hingga setiap insan selalu terbuai dengan kisah asmara. Untuk itu, kita saling memaafkan saja, ya. Lupakan semuanya dan bangkit untuk masa depan yang lebih baik. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kita semua."

Semuanya terharu dengan kata-kata bijak yang keluar dari mulut Nadira mengaamiinkan doa dari gadis penyuka hujan dan senja ini.

"Terima kasih, Nad. Terima kasih banyak. Kalau begitu, aku bisa pergi dengan tenang."

Ucapan Jerry menimbulkan pertanyaan baru di benak Nadira. Dia mengerutkan dahinya, pikiran bertanya-tanya tentang pernyataan Jerry yang terakhir.

"Pergi dengan tenang? Maksudnya gimana, Jer?" tanya Nadira.

"Iya, Nad. Hari ini aku akan terbang ke Singapura untuk mencari suasana baru. Doakan aku, ya. Semoga bisa menemukan perempuan sepertimu."

Pernyataan Jerry semakin melebar dan membingungkan.

"Hah? Farah ke mana, Jer?"

"Kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan, satu hari setelah kepergianmu kala itu."

"Sebentar, kok aku jadi semakin bingung gini. Jadi, kalian sekarang tidak lagi memiliki hubungan dan itu artinya kamu saat ini, single, begitu kah?" Pertanyaan Nadira semakin memburu. Alisnya naik.

"Benar, Nad. Kami sudah menjalani kehidupan masing-masing karena memang setelah menjalaninya, tidak ada kecocokan di antara kami berdua. Lagian, Farah juga sudah menemukan laki-laki yang sangat mencintainya. Dia sudah menikah."

Nadira benar-benar tidak menyangka dengan alur cerita yang dialami sampai sejauh ini. Inikah yang dinamakan plot twist dalam kehidupan? Entahlah! Manusia hanya bisa menjalankan takdir yang telah tertulis di kitab Lauh Mahfuz.

"Kamu yang sabar, ya. Semoga Tuhan memberikan jodoh terbaik untukmu."

Kemudian Nadira tidak lupa mengenalkan calon suaminya kepada Jerry. Keduanya tampak biasa saja, tidak ada rasa cemburu atau bagaimana. Semua terlihat baik-baik saja. Jerry mengucapkan selamat kepada mantan kekasihnya dan segera berlalu karena harus bersiap-siap untuk terbang ke luar negeri malam ini juga.

Memaafkan orang yang telah menorehkan luka di hati adalah salah satu bentuk kedewasaan seseorang. Pun untuk mendamaikan hati dan menjaga kesehatan mental, inilah cara yang tepat untuk hal tersebut. Menerima keadaan, memaafkan diri sendiri, dan memulai kehidupan dengan hal-hal yang positif tanpa adanya pikiran yang menyebabkan luka batin kembali bersemayam. Itulah yang dilakukan Nadira. Bijaksana dan dewasa setelah mengalami luka batin yang luar biasa.

"Masalah adalah ujian terbesar dalam sekolah kehidupan dan darinyalah kita bisa mempelajari banyak hal tentang ilmu kehidupan. Terima kasih telah menjadi guru terbaik di sekolah kehidupan ini."

Nadira menutup ponselnya usai mengetik kalimat tersebut. Mereka pun meninggalkan gedung bersejarah yang menjadi salah satu saksi atas perjalanan hidup Nadira.

...****...

1
with_mercii
bagus kok thor aku kalo baca novel gak liat rating kok.
Irma Dewi Meilinda: Wah, terima kasih banyak, Kakak. Selamat membaca. 😊
total 1 replies
flower bean
Thor aku masih menunggumu loh! Lanjutannya bikin gak bisa tidur dan galau nih Thor!
Irma Dewi Meilinda: Maafin, ya. Buat gak bisa tidur. Terima kasih sudah baca ceritanya. Aku update minimal satu bab per hari, ya. Jamnya gak nentu karena ada kerjaan lain juga. 😊
total 1 replies
Mulya Damanik
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
Irma Dewi Meilinda: Eh, gimana? Gimana maksudnya? 😅
total 1 replies
Manah Dabukke
Saya suka kalau alur dan ceritanya jelas kayak gini nih! Semangka! Semangat kakaaaak~
Irma Dewi Meilinda: Terima kasih, Kakak sudah setia membaca cerita ini. Semoga selalu suka dengan alur cerita yang saya buat, ya. Semangat juga untuk Kakak. Sehat selalu. 💪🏻🤗
total 1 replies
Respati Wijaya
Bener apa bener Thor, kalau digantung itu sakit. Kalau kamu ngerti perasaan aku, kamu enggak akan ngegantung cerita ini Thor!
Irma Dewi Meilinda: Sabar, Kakak. Aku baru pulang dari Bandung, nih. Ini lagi mau lanjutkan ceritanya lagi. Soalnya ada agenda yang tidak memungkinkan aku untuk bisa update cerita.

Tetap pantengin terus ceritanya, ya. 🙏🏻🤗
total 1 replies
TexasTiger
lanjut author sayang 🤣
Irma Dewi Meilinda: Siap. Sabar, ya, reader kesayanganku. Otw update ceritanya, nih! 🤗
total 1 replies
DavidTheDancer
Keren kak 🤩🤩 Semangat terus...
Irma Dewi Meilinda: Terima kasih. 😊
total 1 replies
@lan
mantap
Amar arjuna
jangan lupa mampir ya,
Amar arjuna
yang semangat ngetiknya, semoga sukses
CandycaneMissy
walau badai menghadang, aku tetap setia menunggu cerita-ceritamu thor
Irma Dewi Meilinda: Terima kasih banyak. Semoga sehat selalu, ya. 😊
total 1 replies
Annisa Nisa
aminn
JellyCuddles
authorrr kamu hebatttttttt nggak nyesel dech bacanya seruuu bingit endingnya itu lho wowowowowowo woooooowwww
Irma Dewi Meilinda: Terima kasih sudah mampir. Selamat menyelami alur ceritanya sampai akhir 😊
total 1 replies
monsoonblooms
Ahh andai ku bisa bertemu denganmu Thor. Aku bakal minta tanda tangan yang banyak!!
Irma Dewi Meilinda: Hai, kamu. Ayo ketemu. Semoga Allah kabulkan untuk bertemu, ya. Sehat-sehat, kamu. ☺🤗
total 1 replies
Manah Dabukke
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
Irma Dewi Meilinda: Masyaa Allah. Terima kasih. Ini baru sempat update lagi. Masih direview oleh editor. Pantengin terus ceritanya, ya. Semoga suka. 😍
total 1 replies
Iva Agnesia
dilnjut dunk, smpe mereka punya baby
Iva Agnesia
sukses irma dengan karya karyanya
?????
sekuntum bunga mawar untukmu..😁👍👍👍👍👍
Irma Dewi Meilinda: Aku baca komennya sambil nyanyi 🤣🤣
total 1 replies
?????
Semangat dan sukses selalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!