Yā, yā, watashi wa atarashī abaru abaru sakkadesu, minasan ga watashi no sakuhin o kiniitte kureru koto o negatte imasu, ī ne, komento, kōdoku o wasurenaide kudasai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alamuciha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Setelah Rena masuk Budi yang menjalankan hukuman banyak sekali yang meliriknya hingga bel istirahat berbunyi,Kahairun dan Ari langsung menghampiri Budi yang di ikuti si kembar
"Ayo Bud kita ke kantin"
"Kalian duluan saja Run aku mau ketempat biasa oiya aku titip makan ya Run nanti bawakan ke belakang "
"Yaaa ayo lah kita makan di kantin saja, pasti lebih seru banyak cewek cewek nya di sana, ya kan Run lagian nanti Rena Oliv dan bebeb nya Khairun juga kesana"Ajak Ari
"Kalian saja, di sana terlalu ramai "
"Yaaa ayo dong kak"Ajak Nina dan Neni
"Oiya kak Aku Nina dan ini neni kami kembar"
"Iya"
"Iiih kakak, cuek banget sih, Kitakan satu kelas"
"Iya iya,jangan lupa pesanan ku ya Run"Sambil pergi meninggalkan mereka
"Hmmm,sombong sekali kak budi itu"
"Hahaha,mau menjawab kalian saja syukur loh"Sahut Ari
"Ya sudah, ayo kita ke kanti Aku mau menemui Aulia"
"Iya deh, enak yang sudah punya ayang"Ledek Nina dan Neni
Mereka pun ke kantin, disana Rena,Aulia,Oliv dan Siska sudah menunggu mereka
"Eeee Ri, Budi mana?"
"Biasa lah Ren, nama nya juga manusia takut akan keramaian"
"Lah,jadi di mana dia sekarang?"
"Biasa, di sudut Sekolah"
"Hmmm, dasar kak Budi, kenapa sih dari awal masuk sampai sekarang tidak mau berkumpul bareng kita"Ucap Oliv
"Mungkin dia takut kepada Rena hahaha"
"Siska Siska, takut sama kamu tu mungkin"
Mereka pun makan sambil bercerita, Khairun dan Aulia seperti biasanya saling menyuapi satu sama lain
"Aaahhh ,maklumi saja semuanya, namanya juga lagi kasmaran lagi lebay lebay nya"Ucap Ari
"Iya, biarkan saja"Ledek mereka
"Apa sih kalian, makanya punya pacar biar seperti Aku"Jawab Aulia
"Ayo bubar, bubar, dunia ini sekarang milik mereka berdua, Kita hanya menumpang di sini"Ucap Ari yang membuat mereka semua tertawa
Sedangkan Budi, yang mulai bosan menunggu Khairun dan lapar, menuju ke Kantin untuk mengambil makanan nya
"Hey kamu"Panggil Alice yang sambil menyender di dinding, sembari memperlihatkan pesona nya,membuat Budi malas untuk melihat nya
"Iya, ada apa"
"Kamu anak baru masuk kan?"
"Bukan kah kamu tau itu, kenapa kamu bertanya,jika tidak berkepentingan aku permisi dulu"
"Eeeee tunggu dulu, siapa namamu"
"Aku belum punya nama"Ucap Budi sambil berjalan meninggalkan Alice
"Iiiiiihhhhh, ada apa sih dengan dia,bahkan melirik ku saja tidak, padahal Aku kan cantik, seksi lagi apakah dia buta, awas saja kamu akan ku buat kamu bertekuk lutut"
Terdengar suara dari belakang Alice,Jesika yang menghampiri Alice"Kamu kenapa Lice"
"Eee, kamu Jes"
"Iya, kamu kenapa seperti nya kamu sedang kesal"
"Iya Jes, baru kali ini ada pria yang tidak melirik ku, malah dia mengabaikan ku "
"Wah, apa benar lice, Aku hampir tidak percaya, memang nya siapa dia?"
"Yaa aku juga tidak tahu nama nya, namun dia Kren sih, tampan juga oke lah pokok nya,penampilan nya berbeda dari siswa lain nya"
"Maksud mu berbeda bagai mana"
"Iya dia memakai tali sepatu yang berbeda warna nya"
"Ohhh dia, pantas saja,jangan kan kamu Aku saja pernah di permalukan nya"
"Kamu juga Jes "
"Iya Lice, pria satu satu nya di sekolah ini, yang baru masuk berani mempermalukan ku "
"Hmmm, tenyata dia memang berbeda"Sambil menggenggam kedua tangan nya
"Apakah kamu tau nama nya Jes"
"Iya, nama nya Budi"
"Ohhh Budi, ya sudah terimakasih Jes"
"Kamu kenapa nanya nanya tentang dia, jangan jangan kamu ingin mendekatinya Lice"
"Hahaha tidak, aku hanya penasaran saja, soal nya aku lihat Rena begitu akrab dengan nya, aku hanya ingin tau siapa sebenar nya pria itu "
"Hmmm iya sih, aku juga tidak menyangka sih, dia akrab dengan Gadis nomor satu di kotak ini, ya deh semoga beruntung Lice,aku pergi dulu masih ada rapa yang harus Aku hadiri"
"Iya Jess daahhh"
Saat Budi berjalan ke Kantin, dia melihat Danu cs yang juga menuju Ari,Rena,dan yang lain nya, yang sedang makan.
Danu mencari tau apakah kejadian kemarin benar benar ulah Rena atau bukan,di sana Danu langsung membentak Rena,dan membuat semuanya terkejut.
"Heeyyy Rena, sebaik nya kamu jujur ada masalah apa kamu dengan ku, sehingga kamu menyuruh anak buah mu untuk memukuliku"
"Eee Kak, kamu kenapa"Tanya aulia
"Kalian semua tidak perlu ikut campur, ini masalah ku dengan nya"Danu sambil menunjuk rena
"Hahahah apakah kamu sudah gila, datang datang langsung marah, apakah kamu masih waras dan"
"Mungkin kamu yang gila ren,sebaik nya kamu jujur kalau tidak"
"Kalau tidak apa! ,apa yang akan kamu lakukan,coba saja jika kamu berani"
Mendengar itu Danu terdiam,ya tentu saja Danu takut orang orang yang ada di belakang Rena.
"Heyyy Bro, kalau mau bertamu sopan dikit dong"Ari yang mulai geram dengan sikap Danu
"Aku tidak punya urusan dengan mu"
"Tapi kamu lah yang mendatangi kami, Aku tidak tahu apa masalah mu dengan Rena, namun kamu salah datang dengan cara seperti ini "
"Lantas, kamu mau apa"
Ari mulai mengepalkan tangannya, namun masih di pegang oleh Oliv,Budi pun datang.
Tentu, Danu yang melihat langsung menyambut nya,
seperti anak buah menyembur seorang majikan,
"Heyyy Broo, apakah kamu sudah baik baik saja"
"Iya, Aku sudah baik baik saja ,dan Aku sudah mendengar semua nya, sekarang kamu bisa pergi karna kejadian kemarin bukan lah ulah Rena, Aku sudah memastikan nya sendri ,dan mereka semua yang ada di sini semua adalah teman teman baik ku,
Aku tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara kita, yang tentu kamu tau resiko nya"
"Jadi, mereka semua teman baik mu, karna kamu bilang begitu kami akan pergi, namun jika kamu butuh sesuatu kamu bisa meminta kepada ku, karna aku sangat berhutang Budi pada mu"
Danu pun meminta maaf pada mereka semua,kecuali kepada Rena, tampak Danu yang belum percaya ke pada Rena hanya saja di tidak berani membantah Budi,
Setelah ke jadian itu Budi pun duduk dan menanyakan makanannya ke pada khairun, namun makanan nya belum di pesankan dan di bungkus oleh Ibu Kantin
"Yaaa ampun Run, aku sangat lapar loh Run"
"Yaaa, Aku lupa Bud"
"Bagaimana tidak lupa, dari tadi hanya pacaran saja,ya kan kembar"
"Iya benar tu Ri"
"Aku benar benar lupa Ri"
"Oiya Bud, kapan kamu mengenal orang tadi"
"Aku juga baru kenal dengan dia Ri kemarin, ya panjang cerita nya"
Budi pun menceritakan nya pada Ari,Mereka semua pun mendengarnya ,namun Budi tidak menyebut kan bahwa mereka semua anak buah Rena
"Ohhh jadi begitu, pantas saja dia sangat mendengar mu"Ucap Ari
"Oiya Budi, terimakasih karna kamu telah membelaku,sekali lagi maaf yaaa" Rena yang merasa bersalah
"Iya santai aja"
"Eeee maaf apa nya ni"Sahut Ari
"Yaaa maaf saja, masa orang minta maaf juga kamu pertanyakan,kamu itu ya kadang"
"Hahaha iya Ren, santai Ren santai dan tarik nafas, entar meledak loh"Ari yang selalu membuat tawa
Budi pun dengan terpaksa makan bersama mereka karena lapar, setelah selesai mereka makan, Budi pun menuju pojokan kelas untuk merokok.
Namun Budi bertemu lagi dengan Alice di sana, Alice sengaja menabrak Bud
"Ada apa dengan mu,apakah kamu buta" tanya alice
Padahal dia yang menabrak Budi malah dia yang bertanya
Budi tidak menghiraukan nya dan terus saja berjalan yang membuat Alice kesal lalu menarik Budi
"Kamu kenapa sih"Tanya Budi
"Kamu pikir, kamu siapa, apakah kamu tidak mengenal ku"Tanya alice yang kesal,karna Budi mengabaikan nya
"Apa peduliku, dan apa untung nya aku jika mengenal mu Nona"
"ih kamu ! ,banyak sekali pria yang mengejar ku, apakah kamu buta tidak melihat kecantikan ku"
"Bukan kah sudah ku bilang, aku tidak perduli"Budi langsung mengabaikan Alice
"Dasar cowok brengsek, awas saja kamu !"
JAm pelajaran kedua pun di mulia, Budi segera masuk ke Kelas nya, sebenarnya Budi siswa yang pintar hanya saja dia tidak menunjukan nya, karna ke kemalasannya
Setelah menjelas kan inti dari pelajaran, Guru pun mulai bertanya,namun tak ada yang mampu menjawab
"Heyyy kamu coba kamu jawab"menunjuk Budi yang berbaring di meja nya
Budi pun dengan santai nya menjawab pertanyaan guru tersebut, sehingga membuat teman teman kelas merasa
"Wahhh ternyata dia tidak seperti kelihatan nya"
Setelah menjelaskan jawaban nya
"Bagai mana Bu, apakah jawaban saya benar"
"Iya dan itu di luar dugaan saya, apakah kamu sebelumnya sudah pernah mempelajarinya"
"Aku hanya pernah mendengarnya Bu "
"Nak kalau kamu tau jawaban nya, kenapa kamu tidak menjawab nya dari tadi"
"Yaaa kan ibu tidak menyuruh ku untuk menjawab nya,
Kalau saja ibu menyuruh ku dari tadi untuk menjawab, pasti sudah ku jawab dari tadi"Budi yang tak kehabisan jawaban
"Anak ini sebenar nya pintar, namun hanya saja anak ini malasnya melebihi kepintaran nya"ucap ibu guru dalam hati.
"Ya sudah baik lah nak"
2 jam berlalu bel istirahat ke dua pun berbunyi, Rena pun langsung membagikan undangan ulang tahun nya
ke semua teman kelas nya, yaaa bukan hanya teman kelas nya saja, namun dia mengundang satu sekolah.
Ternyata, hari itu adalah lah hari ulang tahun Rena,yang pasti akan di adakan dengan mewah dan meriah
Siapa yang tidak ingin datang ke pesta seperti itu, semua nya sangat senang menerima undangan dari Rena,termasuk Khairun dan Ari
"Waaahhh Run, ini pasti akan jadi acara paling meriah"
"Iya, benar RI "
"Teman teman semua, aku harap kalian semua bisa datang, karna hari ini hari spesial ku, maka aku kan menyambut kalian semua dengan baik"
"Iya Rena tenang saja, kami pasti datang"Jawab semua siswa kecuali Budi, yang langsung berdiri dan keluar
"Heyyy kamu juga harus datang"
"Datang ke mana"
"Bukan kah aku sudah memberi tau"
"Maaf ya, kau tau aku tidak menyukai keramaian dan selain itu, aku terlalu kuno untuk acara yang seperti itu"
"Kamu ya benar benar"
Budi pun pergi.
"Kenapa sih dia, padahal aku berharap dia akan datang, agar aku bisa memperlihatkan kecantikan ku yang sesungguh nya"Ucap Rena dalam hati
Budi pergi ke pojokan tempat biasanya,namun Alice mengikuti nya karna penasaran, kenapa Budi selalu ke sana.
Namun Budi mengetahui kalau Alice mengikuti nya
"Run,RI,kalian akan datang kan"
"Iya, tenang saja ren"
"Ya sudah, ayo kita menemui olive dan Aulia"Ajak Siska
"Ayo teman teman, kami juga ingin minum yang dingin dingin"Kembar juga mengajak mereka
"Yaaa kalian duluan saja, aku masih yang ingin aku kerjakan"
"Baik lah Ren, Nanti kalau sudah selesai langsung saja ke Kantin "
"Iya Sis, ok"
Ternyata Rena berniat untuk mencari Budi, sambil dia berjalan menuju tempat biasa Budi merokok, sambil dia berpikir bagaimana cara agar Budi menyetujui untuk datang ke pestanya
"Ohhhh, jadi ini yang kamu lakukan di sudut sekolah ini"
Budi yang telah mengetahui Alice mengikutinya hanya diam mengabaikan nya, seperti tidak ada orang yang bicara
"Heyyy kalau kamu masih mengabaikan ku, Aku akan melaporkan hal ini kepada Pak Pirman"Ancam Alice kepada Budi
"Kenapa kamu mengganggu ku, padahal aku sama sekali tidak mengganggu mu l"
"Hahaha karna sikap mu itu mengganggu ku, tidak kah kamu bersyukur, karna gadis secantik aku mau bicara ke pada mu "
"Bukan nya bersyukur, malah musibah yang ada"
"Kamu ini ,apakah kamu tidak menyukai seorang wanita"
"Hahaha aku masih norma loh,aku menyukai seorang wanita tapi bukan yang seperti mu"
Mendengar ucapan itu wanita mana yang tidak marah.
"Aku akan melapor kan mu, Lihat saja kamu"
Budi terdiam mendengar itu, karna dia baru saja di hukum dan kali ini apalagi yang akan terjadi
"Kamu boleh saja marah pada ku, namun aku minta pada mu jangan mengadukan ku kalu tidak"
"Kalau tidak apa,apa yang akan kamu lakukan, memang nya kamu siapa, dan memangnya kamu berani "
"Wanita sialan ,apakah dia sudah gila"Ucap Budi dalam hati nya
"Yaaa aku bisa saja tidak mengadukan mu,
Namun ada syarat nya"
"Memang apa syarat nya"
"Malam ini, kamu harus menemaniku"
"Heyy nona, aku sedang tidak bernego dengan mu"
"Ya memang,namun aku memberikan penawaran untuk mu ,jika tidak aku akan mengadukan mu "
"Sial nya aku bisa bertemu dengan mu"
"Ya terserah, karna kamu orang pertama yang menolak dan tidak tertarik dengan pesona ku,Maka aku akan memperlakukan mu dengan spesial"Ucap Alice dengan ekspresi yang imut sekali menggoda Budi
Budi merasa kesal dan merasa tersiksa sekali dengan syarat nya,namu mau tidak mau Budi mengiyakan ajakan Alice, Alice sangat senang
"Hahah akhirnya kena kamu, siapa suruh kamu mengabaikan ku"6ucap alis dalam hatinya
"Eee Alice, ngapain kamu disini"
"Loh, Rena, ya aku gak ngapain ngapain ,dan seharus nya aku yang bertanya kamu ngapain kesini"
Budi yang mendengar suara Rena langsung berdiri dan ingin pergi
"Ini kenapa lagi, belum kelar yang satu udah datang satu lagi, sepertinya tidak ada lagi tempat nyaman di sekolah ini"Budi bergumam
"Eeee, kamu mau kemana"Alice menahan Budi
'Oiya Ren aku sudah menemukan pemuda untuk datang ke pestamu"
"Haaaa, dia lice"
"Iya, tidak perlu kaget begitu Ren, kami memang cocok kan dia tampan dan aku cantik"
Rena langsung menaikan bibir nya mendengar ucapan Alice
"Kenapa sih Alice, selalu saja ingin merebut apa yang ku ingin kan, tentu saja pasti kamu memaksa nya namun bagus lah dia bisa mengajak Budi ke pasta ku, kita lihat saja nanti"Ucap Rena dalam hati
"Ohhh iya kalian sangat cocok,Aku sangat menantikan ke hadiran kalian"
"Eee tadi kamu kenapa kesini, apakah kamu mencari seseorang"
"Hmmm tidak,tidak, aku hanya berjalan saja sambil melihat lihat seluruh Sekolah "
"Alah masih tidak jujur, aku tau kamu kesini ingin mecari Budi, dasar Rena"Ucap alice dalam hati
"Heeeyyy Nona Nona, Aku bisa pergi sekarang kan"Budi langsung pergi lari dari mereka
Sementara di kantin Oliv, Aulia,siska, Kembar, Kahairun Dan Ari ,Mereka sibuk memikirkan kado apa yang akan mereka bawakan, Aulia berdiskusi dengan khairun
Mereka asik sekali,Olive dan Ari pun tidak kalah asik nya, Kembar berdiskusi dengan Siska
"Ya baik lah, sepulang sekolah nanti kita bareng aja untuk mencari hadiah"
"Oke, baik lah RI"Ucap mereka secara bersamaan
Budi pun datang ter engah engah di pintu kantin seperti habis di kejar setan
"Hahah kamu Kenapa Bud, sepertinya kamu melihat setan"
"Hmmm"Sambil mengelap napas
"Ini, lebih parah dari setan RI"
"Ya sudah, duduk sini minum"
"Oiya kak, apakah kakak tidak akan datang ke pesta nya Rena"Tanya si kembar
"Apa ! kenapa kamu tidak datang kak Budi, bukan kah ini akan jadi pesta paling meriah, dan ini juga satu tahun satu kali loh kak"Aulia kembali bertanya
"Yaaa sebenar aku tidak ingin datang, tapi ada nenek lampir yang memaksa ku utuk datang dan menemani nya ke pesta Rena, kalau aku tidak menemaninya dia akan melaporkan ku ke BK, karna dia melihat ku merokok di belakang,sepertinya dia sengaja ingin menjebak ku
"Hahaha bagus lah, akhirnya ada nenek lampir yang bisa menakuti mu "
"Iya deh RI "
"Oiya kak siapa nenek lampir itu"Olive yang penasaran.
"Alice"
"Haaa alice yang baru saja pulang dari lomba itu"
Mereka semua kaget, jelas mereka kaget Alice yang cantik nya menyamai Rena dan baru saja mendapat penghargaan, Alice berbuat begitu hanya demi ingin mengajak Budi ke pesta
" Hmmm seharusnya kakak bersyukur dong, selain dia cantik dia juga orang yang pintar,dia juga orang yang di hormati di kota ini, Ayah nya dan ayah Rena adalah teman dekat, karna mereka sama sama berkuasa "
"Apa benar Liv"Ari yang makin penasaran
"Iya siapa sih yang tidak aku kenal di kota ini"
"Tentu Ari mulai curiga dengan latar belakang olive "
Olive hampir mengenal semua kalangan orang atas, jelas Olive bukan orang bisa
"Ya sudah lah, nanti akan aku cari tau siapa sebenarnya Oliv"Ucap Ari dalam hati
"Ohhh, Kamu memang teman ku yang paling top Bud Khairun mengacungkan jempol
"Oiya kak, mau mecari kado bersama kami"
"Kalian duluan saja, aku mau langsung pulang karna di rumah masih ada pekerjaan yang belum ku selesaikan, dan aku Aku tidak punya apa apa utuk di jadikan hadiah,jangan kan hadiah di kasih uang jajan pun aku sudah sangat bersyukur,jadi tolong jangan paksa aku paham"
"Hehe, iya deh kak "
Ari dani Khairun langsung mendekat ke Budi sambil berbisik
terus semangat thor, jangan lupa mampir juga ya^^