Indonesia
NovelToon NovelToon
Meet You Again

Meet You Again

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Kencan Online
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Karya Fyrstaa

Dunia Stevan Wagner benar-benar berubah ketika tidak sengaja berteduh di dalam kafe. Tanpa sengaja dia memperhatikan seorang gadis yang tengah sibuk belajar di sudut kafe itu.

Dia tertarik, dan selalu mencari cara mendapatkan informasi tentang sang gadis. Namun, semakin Stevan mengenalnya-Athalita Andara justru membawanya ke masa lalu kelam yang berusaha dikubur dalam-dalam oleh kedua orang tua Stevan.

Bagaimana kisah Stevan dan Atha. Yuk baca lanjutan kisahnya ☺


please Vote, like, coment... Semoga suka dengan ceritanya.
Terimakasih😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karya Fyrstaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendaratan Perasaan Tak Terduga

Kedua mata Atha membola, tatapannya tajam menatap laki-laki yang membuatnya khawatir berlebihan. Dia sehat, dari ujung kaki sampai kepala tidak ada kekurangan satu apapun.

Namun, mengapa hubungan mereka yang sedang hangat-hangatnya putus di empat hari terakhir.

Steve—pria dengan senyum sehangat kopi pagi dan mata berwarna cokelat yang selalu berhasil membuat jantung Atha berdebar tak karuan—sedang berdiri di hadapannya.

Apa mereka memiliki hubungan spesial? Tidak mungkin bukan? pikir Atha, dia mengepalkan tangannya kuat. Rasanya, jika kuku Atha panjang dan runcing, kuku-kuku itu akan menembus kulitnya.

Rasa cemburu mulai menjalar, panas dan asam di perutnya. Itu bukan cemburu yang indah atau romantis ini adalah cemburu yang memalukan, yang membuatnya merasa bodoh karena selama ini telah menyimpan harapan.

Wajahnya yang biasa tenang, dengan tulang pipi tinggi dan sepasang mata bening yang lembut, kini sedikit mengeras, sudut bibirnya tertarik ke bawah.

Pantas saja tidak mengabari, ternyata ada wanita yang sedang dekat dengannya. soalnya, wanita itu adalah Laura.

Jauh di seberang sana, Steve nampak memperhatikan. Lelaki itu bejalan mendekati Laura tanpa dosa. Tak tahukan kini Wanita di seberangnya itu tengah dilanda perasaan tak menentu dan kebimbangan.

Steve melirik Laura sambil melukiskan senyum samar, semakin membuat Atha terbakar.

“Atha…” suara Laura mendengung di telinga Atha. Wanita itu masih berdiri tepat di hadapannya. “Hey, Atha…”

Steve mendapati ekspresi menakjubkan dari wajah Atha, lelaki itu lalu merencanakan ini.

Semua interaksi semakin dibuat akrab bersama Laura, semua tawa semakin dilebih-lebihkan, semua sentuhan kecil tanpa membuat Laura merasa canggung, adalah umpan yang ia lemparkan.

Stevan tahu Atha ada di sana, dia tahu sesekali mata Atha mengawasi dan dia menikmati setiap detik dari api kecil yang kini berkobar di mata Atha.

Bagi Steve, kecemburuan Atha bukanlah tanda kepemilikan. Itu cara Stevan mengetahui seberapa dalam ketertarikan Atha terhadapnya.

Wajah Atha yang sedikit memerah dan selalu menunduk seakan mengekspresikan luka dan lucunya gadis itu berusaha menyembunyikan dengan sikap tegar, yang justru membuat Steve semakin tertarik.

Cantik, pikir Steve. Dia sangat cantik ketika dia sedang cemburu.

Ia sengaja mencondongkan tubuh lebih dekat ke Laura, membuat Laura yang sebenarnya tidak menyadari drama di balik interaksi ini semakin asyik berbincang. Steve ingin melihat reaksi Atha.

Dan benar saja. Atha tidak bisa menahannya lagi. Napasnya semakin memburu. Aku harus pergi. Aku tidak bisa melihat ini lagi.

“Maaf kak Laura, aku harus pergi!” pamit Atha. “Aku harus mencari penginapan bersama Kamila.” Mata Atha seakan memberi kode kepada Kamila yang sedari tadi paham akan kegelisahan sang sahabat.

Atha segera meraih koper yang sudah Kamila ambilkan untuknya. Berbalik dan memulai langkah kecilnya yang dia harap cepat mengantarkannya ke luar bandara.

“Eits, Atha tunggu!” tahan Laura, sambil meninggalkan Stevan. Laura tidak mengerti, apa yang sedang terjadi. mengapa wajah Atha berubah menjadi tegang seperti itu.

Steve menarik tangan Laura, mengangguk samar seakan berkata biar dia yang menyelesaikan ini dengan caranya.

Atha mempercepat langkahnya menuju pintu keluar. Dia tidak ingin Steve dan Laura menyaksikan kekalahannya, melihatnya menangis. Tidak, setelah ia nyaris menumpahkan semua emosinya di depan umum.

Steve berseringai, dia pun berjalan cepat berusaha melampaui langkah Atha. Steve berhasil mengejarnya tepat saat pintu otomatis hendak dibuka. Ia menahan Atha dengan menggapai tangan Atha. Dapat.

"Kenapa kau buru-buru pergi?" tanya Stevan dengan suara lembut.

Atha terkejut, dia berusaha menampik tangan Steve yang menggenggam erat lengannya. Kedua matanya melebar menatap orang yang tengah berusaha menahannya itu. Tetapi, sia-sia. genggaman Stevan semakin erat. Lelaki itu tidak akan membiarkan Atha lolos begitu saja.

Sementara Atha sungguh tidak menyangka Steve akhirnya menyapa, rasanya bulir airmata hampir memenuhi sudut matanya. Sangat memalukan bila dia menangis di depan Steve sekarang.

“Hai, kita bertemu lagi.” Suara Stevan bergetar bersamaan dengan napasnya yang menderu.

“Kamu menghilang Steve, dan kenapa kamu mengejarku, kak Laura akan salah paham kalau begini?” Atha berdesis, berusaha menekan nada suaranya tapi tetap tegas.

"Salah paham?" Steve melangkah mendekat, sangat dekat hingga Atha bisa mencium aroma cologne maskulinnya yang samar. "Yang kulihat di sini kamulah yang salah paham.”

Tatapan mata Atha kian tajam. Dia tidak bisa berpura-pura lagi, gadis itu semakin bingung dibuatnya.

"Aku tidak ingin menganggu waktu kalian, kalian nampak sangat serasi." Nada suaranya bergetar, menyerahkan semua pertahanan dirinya.

Steve tersenyum. Bukan senyum mengejek, melainkan senyum kemenangan yang hangat. "Maksudmu? Waktuku dengan Laura?" Stevan terkekeh pelan. "Laura hanya rekan kerja. Dia adalah seorang pramugari di maskapai penerbangan yang kebetulan aku pilotnya, tidak lebih."

Atha mengerutkan kening. Kebingungan menggantikan rasa cemburu, tapi rasa sakit itu masih tersisa. "Apa maksudmu? Tapi.... Kalian terlihat... Dan kamu tidak pernah menghubungiku, Steve!"

"Ponselku hilang, Atha. dan penerbanganku sangat padat, aku baru saja memakai ponselku sekarang. " Steve menjeda kalimatnya, suaranya lembut, hampir seperti bisikan rahasia. Dia menatap Atha dalam-dalam. "Jadi, maaf aku belum menghubungimu."

Atha menatapnya tak percaya. "Tapi, kenapa kamu terlihat biasa saja saat melihatku tadi. kamu sangat santai bersama kak Laura. Kamu... sengaja?"

Steve tidak menjawab langsung. Laki-laki itu hanya menatap jauh ke dalam mata Atha. Ekspresi di wajah Atha kini berubah—dari cemburu, terluka, lalu bingung, dan sekarang... tersipu malu bercampur kemarahan yang tertunda. Skema yang dia lakukan berhasil, dan rasa puasnya meluap-luap.

"Aku menyukai tatapanmu tadi, Atha," ujar Steve, suaranya bergetar karena emosi yang sesungguhnya. "Aku menyukai bagaimana kau tidak bisa menyembunyikan cemburumu. Itu memberitahuku bahwa semua ini bukan hanya perkiraanku saja."

Atha memicingkan kedua matanya. "Perkiraanmu? Apa maksudmu, Steve? Kamu mempermainkan perasaanku!"

"Aku tidak mempermainkanmu," sanggah Steve dengan tatapan tulus. "Aku hanya butuh kepastian, aku hanya ingin mempertegas keadaan, aku ingin melihat bahwa kamu pun merasakan hal yang sama yang seperti aku rasakan saat melewati kenangan bersama. Dan melihat wajahmu tadi, dengan sedikit cemberut itu..." Steve menjeda dengan tersenyum nakal. "Itu adalah tanda yang sangat aku harapkan."

Laura hanya berdiri menyaksikan dari kejauhan, sementara Kamila mulai menahan senyum bahagianya dan berjalan mundur kembali ke arah Laura. Kamila ingin membiarkan Stevan dan Atha berdua, ya berdua saja di tengah-tengah bandara yang untungnya sedang sunyi itu.

"Aku menyukaimu, Atha. Tidak peduli walau kita baru saja berkenalan. Tak peduli kita baru memulai sedikit kenangan yang sangat mengesankan. Tapi aku menyukaimu." Steve menarik tangan Atha yang sedari tadi mengepal, dan membuka kepalan itu dengan lembut, lalu mencium punggung tangannya. "Dan aku ingin tahu, apakah wanita dengan tatapan cemburu sekuat itu akan memberiku kesempatan?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!