Sinopsis
Kita tak pernah tau jalan dan arah hidup kita.
Rejeki,hidup dan mati telah tertulis di lauhul mahfuz jauh sebelum kita lahir.Sekeras apapun kita berlari menghindar, takdir akan selalu menemukan jalannya kembali.
Seperti halnya Siera Putri Amanda.Gadis cantik dan lugu yang selamanya ini ceria tapi sudah hampir sebulan ini keceriaan itu seolah hilang dari dirinya sejak kepergian ibundanya tercinta menghadap sang pencipta tepat seminggu sebelum wisudanya.
Takdir kemudian membuat dia terjebak dalam cinta Segitiga yang membingungkannya.
Rendi dengan gadis kecilnya Niken terlanjur dekat dengannya dan memanggilnya dengan sebutan mama.
Di sisi lain ada juga Martin dengan harapan cintanya.
Hmm..Keduanya sama menarik dan sama gantengnya.
Akhirnya Cintalah yang tau di mana tempatnya berlabuh.Karena cinta sangat tau di mana rumahnya,dan Siapa tuannya sang pemilik hatinya.
Walaupun konflik pasti akan ditemui,karena namanya cinta pasti ada2 saja hambatannya.
Namun atas nama cinta semua pasti terlewati❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romeo Itha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggilan Mama untuk Siera
"Mama...mama..." teriak Siera.Dia terus memberontak untuk turun dari gendongan papanya.Dan berlari menghampiri Siera.
Semua terkesiap melihat Niken dan Siera.
Apalagi Rendi.Dia begitu kaget dengan ulah putrinya.
Rendi hanya bisa mematung melihat Niken yang tiba -tiba mengangkat tangannya ke arah Siera untuk minta di gendong.
Niken terus merengek
"mama...mama...
"Niken kemudian tersadar begitu melihat tangan mungil Niken terjulur berusaha menggapainya.Siera dengan gugup meraih tubuh mungil itu ke gendongannya.
Niken langsung memeluk erat Siera begitu tubuh kecilnya berada dalam gendongan Siera.Dia kemudian mengangkat wajahnya dan menatap Siera sambil tersenyum manis setelah itu kembali melingkarkan tangan mungilnya ke leher Siera.
Sejenak hening,tak ada yang bersuara.Semua tatapan terarah ke Siera dan Niken.Seperti melihat ibu dan anak yang terpisah lama dan kembali bertemu.
"Halo adik cantik,namanya siapa?," tanya Siera.
"Ken,sambil menunjuk-nunjuk dadanya,"
Orang-orang yang melihat mereka semua tersenyum mendengar celoteh Niken.
Rendi,yang semula shock dengan kelakuan anaknya akhirnya angkat bicara.
"Maaf,namanya Niken.Dia putri saya.Maaf kalau kelakuan putri saya membuat anda tidak nyaman,"
Niken menoleh ke arah papanya kemudian tersenyum manis.Dia menunjuk pipi Siera dan berkata" mama...mama pah,."
Tiba-tiba dari belakang ada suara yang memanggil.
"Hello semua,ibu-ibu bapak-bapak kita ke kantor dulu.Duduk-duduk sambil ngopi.
Ayo dek Siera,jangan malu2 ", kata Bu Bahri.
"Mari,bapak Rendi kita rame- rame pak"
"oke,Bu Bahri.Ayo dek Siera."
"Niken papa gendong ya,"
" nggak mau,Ken mau sama mama"sahut Niken sambil terus memeluk leher Siera.
"Maaf,dek Siera jadi merepotkan."
Siera hanya menanggapi dengan senyum sambil perlahan mencium pipi tembem Niken.
Setelah sampai di kantor,Niken akhirnya mau turun dari gendongan Siera tapi tetap nggak mau jauh-jauh.Malah dia minta papanya duduk dekat Siera dan dia duduk diantara Rendi dan Niken sambil tersenyum dan memandangi Rendi dan siera secara bergantian.
Ibu-ibu dan bapak-bapak Polisi saling pandang dan senyum-senyum bahagia.
Mereka ikut senang melihat Niken yang tampak bahagia seperti memiliki keluarga yang utuh.
"Cie...cieee...akhirnya ku menemukanmu,"
Niken mamanya jangan di lepas lagi ya sayang," kata pak Bahri. sambil melirik pak bosnya yang nampak tak perduli dengan ocehan mereka.
Pak Bahri,umurnya lebih tua dari Rendi makanya dia berani menggoda bos tampannya itu.
Siera nampak memerah pipinya mendengar godaan pak Bahri.Tapi dia berusaha santai.
"Ya,nggaklah pak Bahri.Nanti Niken saya bawa ikut ke Sulawesi."
Mau tak mau Rendi menolehkan wajahnya ke arah Siera.Tapi tanpa berkata apapun.Hanya sedikit tersenyum tipis.
Niken tak lagi bersuara.Dia kembali duduk di pangkuan Siera begitu Siera selesai makan.Nampak dia berusaha menahan kantuknya.
Tapi tak lama kemudian Niken tertidur di pangkuan Siera sambil tetap memeluk Siera.
Melihat Niken yang sudah tertidur,Rendi berusaha mengambilnya tapi begitu Siera melonggarkan pelukannya,anak itu kembali terjaga dan menangis.
"Niken sayang,kita pulang ya.Tidur di kamar.
Ayo papa gendong,"Rendi berusaha merayu Niken.
Untungnya Niken yang sudah sangat mengantuk tak lagi terjaga ketika Rendi menggendongnya pulang.
"Trima kasih dek Siera, maaf sudah membuat adem tidak nyaman.Kau pasti kelelahan menggendong Niken.
"Tidak apa-apa pak,.Saya pamit pulang".
"Ok,sampai bertemu besok "jawab Rendi.
"Namamu dan Namaku tertulis di lauhul Mahfudz "
bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA