Indonesia
NovelToon NovelToon
Zuraida & Si Kembar

Zuraida & Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Hanya karena menolong seorang pria Zuraida difitnah sampai diusir dari desa dan dinikahkan dengan pria itu. Pria yang menjadikannya seorang ibu bagi kedua anak laki-laki.

Bagaimana Zuraida yang dari desa menjalani hidup di kota di tengah rasa tidak suka anak-anak tiri dan pihak keluarga suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Tiba-tiba saja Sena menarik tangan Zuraida. Perempuan itu hendak memasuki kamar. Anak itu membawanya masuk ke kamarnya.

"Duduk!," perintahnya. Kemudian Zuraida duduk di kursi yang memang sudah disiapkan Sean.

"Ada apa?," tanya Zuraida.

"Kami punya oleh-oleh untukmu, Zuraida." Sena menyodorkan satu kotak kue.

"Untuk saya saja?," tanyanya sembari menerimanya.

"Iya, kue itu sangat spesial untukmu."

"Terima kasih, Sean, Sean." Senyum Zuraida begitu lebar. Tentu saja ia sangat senang, si kembar ingat padanya dengan memberinya oleh-oleh.

"Tapi untuk daddy kalian ada kan?." Tanyanya menatap kedua anak itu.

"Tenang saja, untuk daddy juga udah kita siapkan." Jawab Sean.

"Makan sekarang," pinta Sena langsung membuka kotak itu. Kue itu sudah dipotong-potong, memudahkan Zuraida untuk mengambil sepotong kecil untuk dicicipi.

"Bagaimana? Enak kan?." Tanya Sena ketika Zuraida mengunyah kue itu. Sangat menikmatinya.

"Enak, sangat enak." Kata Zuraida jujur usai menelan kuenya, rasa kue itu memang sangat enak. Terlebih pemberian anak-anak.

"Kalau enak habiskan," Sena mengambil potongan kue itu lalu menyuapi Zuraida. Mulut perempuan itu mangap lebar, menerima kue itu.

Sena dan Sean menyuapi Zuraida sampai kue dalam kotak itu habis tanpa sisa. Kedua anak itu tersenyum namun ada sesuatu dibalik senyum tersebut.

Zuraida diperbolehkan meninggalkan kamar usai menghabiskan kuenya. Senyumnya tak pudar sejak keluar dari kamar si kembar. Ada kebahagiaan yang menyelimuti hatinya.

Namun sesaat saat ia menutup pintu tiba-tiba perutnya terasa sangat bergejolak disertai dengan rasa mual yang sudah di tenggorokan. Keringat dingin membanjiri tubuh Zuraida yang perlahan diseretnya ke kamar mandi.

Zuraida duduk di closet membuang semua isi perutnya. Belum lagi dari tenggorokannya tak bisa ditahannya. Sama-sama mengeluarkan isi perutnya.

Arfan yang baru memasuki kamar segera berlari ke kamar mandi ketika mendengar suara muntah-muntah Zuraida.

"Zuraida, kamu kenapa?."

Zuraida belum merespon, rasanya masih banyak yang harus dikeluarkan dari dalam perutnya karena enek dan entahlah rasanya nano-nano.

"Kamu kenapa?." Arfan dibuat panik. Ia menyaksikan sendiri Zuraida mengeluarkan isi perutnya sangat banyak. Tubuh mungil itu jatuh lunglai dalam pelukannya.

Arfan menggendongnya, menidurkannya di tempat tidur. Ia segera menghubungi dokter pribadinya. Ia memberi minum air hangat istrinya. Pria itu melepas hijab basah Zuraida, merapikan rambut depannya yang cukup berantakan. Mengganti pakaiannya.

"Apa sekarang yang kamu rasakan?," sembari memeluk Zuraida.

"Lemas," lirihnya.

"Kamu ada makan apa sampai muntah hebat begitu?."

Zuraida segera menggelengkan kepalanya.

"Apa karena makanan yang dibuat pelayan? Atau mungkin kamu ada alergi apa?."

"Nggak ada," Zuraida memejamkan mata dalam pelukan suaminya rasanya sangat tenang.

Tak harus menunggu lama dokter yang tadi dihubungi Arfan tiba. Arfan segera meminta dokter mengecek kondisi kesehatan istrinya sembari menceritakan apa yang terjadi pada istrinya.

"Lebih baik diperiksakan ke rumah sakit kondisi istrimu ini. Bisa saja ada alergi atau mungkin karena keracunan makanan."

"Oke, tapi apa ada obat untuk istriku?."

"Ada, untuk obat mual."

"Baik. Terima kasih, Dokter."

*

Arfan menunggu Zuraida yang diinfus sambil menunggu hasil pemeriksaan.

"Kamu tak ingat ada makan apa setelah kita makan tadi?."

Kembali Zuraida segera menggeleng.

"Bisa jadi yang kamu itu pemicunya."

Zuraida terdiam, kue itu?. Tak mungkin kue itu ada apa-apanya. Mungkin tubuhnya saja yang bermasalah. Tapi...si kembar tidak menyukainya jadi bisa saja...akh tidak, itu hanya pikirannya saja. Pasti itu tidak benar.

"Kenapa diam?." Tangan Arfan membelai wajah pucat istrinya.

"Nggak apa-apa, Mas." Menampilkan senyum hangat.

Arfan mengecup pucuk kepala istrinya. Dalam pelukan suami ia tertidur pulas. Arfan ke ruangan dokter setelah diminta seorang perawat.

"Bagaimana, dokter?."

"Istri Anda keracunan makanan."

"Apa sampai membahayakan istriku?."

"Tidak sampai, karena tubuh istri Anda meresponnya sangat cepat lalu mengeluarkannya. Namun tentu saja ada efek sampingnya, istri Anda menjadi sangat lemas dan kehilangan banyak cairan. Jadi istri Anda masih harus dirawat."

"Baik, dokter."

Pikiran Arfan terus saja menebak-nebak apa yang dimakan istrinya, dari siapa?. Kenapa istrinya tak mau mengatakannya?. Namun sekarang ia harus fokus pada pemulihan Zuraida.

"Mas dari mana?," tanya Zuraida sudah menunggu suaminya dalam posisi duduk. Punggungnya terasa pegal rebahan terus.

"Kamu sudah bangun," Arfan segera mendekat. Lalu duduk di tepi ranjang pasien.

"Kamu mau makan atau mau apa?." Sembari mengusap tangan yang ada selang infusnya.

"Mas, si kembar bagaimana kalau kita di sini?." Justru Zuraida sangat mengkhawatirkan anak-anak tirinya.

"Ada pelayan di rumah, kalau ada apa-apa mereka bisa menelepon padaku."

Zuraida mengangguk pelan.

"Sekarang bagaimana? Kamu sudah lebih baik atau masih terasa mual?." Arfan ingin memastikan keadaan istrinya.

"Sudah jauh lebih baik, Mas. Kalau pulang sekarang nggak apa-apa. Tenaga saya sudah hampir kembali sepenuhnya."

Lalu kemudian Arfan tersenyum penuh maksud. Ia menyingkap rambut, menaruhnya di belakang telinga.

"Kalau tenagamu hampir pulih sepenuhnya, tak masalah dong jika aku minta malam spesial di sini."

"Mas..." jerit Zuraida tertahan. Bukan hanya mulut Arfan saja yang nakal tapi tangannya juga. Meraba area paha dalam Zuraida.

"Bisa, ya?," bisiknya setengah memaksa pasalnya gamis yang dikenakan Zuraida sudah tersingkap ke atas. Tak lagi menutupi celana dalam berwarna putih itu.

"Ini di rumah sakit, Mas," Zuraida yang baru telentang menahan dada suaminya yang hendak merapat.

"Nggak apa-apa, ini kelas vvip. Yang ada cuma kita berdua aja." Bujuk Arfan dengan wajah sudah tenggelam dalam ceruk leher istrinya. Menghirup aromanya yang sangat wangi.

"Nanti kalau ada perawat yang tiba-tiba masuk, Mas." Zuraida benar-benar takut jika dipergoki orang lain walau mereka sudah halal.

"Tenang saja, pintunya sudah aku tutup dan aku kunci. Jadi nggak ada yang akan menerobos masuk mengganggu aktivitas kita di sini." Arfan tak dapat menahannya lagi, ia hanya melepaskan kain segi tiga tipis putih itu.

Pun dengannya yang hanya melepas celana dan boxernya saja. Penyatuan pun bisa dilakukan tanpa ada gangguan sebab rangsangannya sudah berhasil membahasi istrinya. Namun Zuraida tetap memekik, benda tumpul dan besar itu memenuhinya sampai terasa sesak.

"Kamu masih sempat aja," bisik Arfan tepat di bibir Zuraida yang terus diciuminya. Sangat candu.

"Mas yang kebesarannya," jawab Zuraida di tengah ciuman suaminya yang terus-terusan. Sampai-sampai ia kesulitan bernapas.

Keduanya larut dalam suka cita di atas ranjang pasien. Tak ada gaya yang berlebihan karena keterbatasan Zuraida namun tak mengurangi cita rasanya yang tetap mampu membawa keduanya ke nirmana bahkan berkali-kali rasa nikmatnya.

Tak berlama-lama tubuh ambruk Arfan di atas tubuh istrinya. Ia segera bangkit lalu mandi bersama istrinya. Karena ingin merasakan sensasi di kamar mandi rumah sakit akhirnya Arfan meminta lagi pada Zuraida. Zuraida hanya tersenyum sembari menarik napas panjang. Ia tak menyangka suaminya sebegitu menginginkan tubuhnya.

Bersambung

1
Mai_mai
cepat lah ketahuan tentang sena kalo bisa pindah sekolah saja
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor cerita bagus bgt .
𝐈𝐬𝐭𝐲
sena udah salah jalan semoga orang tuanya segera menyadarinya... dan Sena masih bisa di selamatkan kalo bisa pindah dari sekolahan itu...
Soraya
q mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!