Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Memilih Pergi

Aku Memilih Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: VELANIA

Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Naik Level

"Kalau aku mencoba mendekatimu bagaimana? "

"M-Maaf Mas, Saya cuma perempuan desa mana mungkin Seorang pemimpin perusahaan besar bisa menyukaiku? "

"itu alasan klise, Bagaimana kalau kita belajar saling mengenal dulu ? "

"Kita ini bagaikan langit dan bumi lo Mas tidak mungkin ! "

Saya juga banyak kurangnya Mas, Saya ini bukan perempuan baik baik "

"Aku tidak peduli dengan semua yang kamu katakan itu! kamu cuma cukup jawab mau atau tidak kita belajar saling mengenal satu sama lain? "

"beri aku waktu ya mas "

"oke, dua hari waktu untukmu kurasa itu cukup"

sore ini mereka berjalan jalan mengelilingi tempat tempat wisata kuliner dan terakhir Nendra mengajak Fira mempir ke kedai eskrim yang cukup terkenal.

"Mas Fira sudah kenyang banget! "

"es krim ini tidak akan bikin kamu kenyang "

akhirnya Nendra mencoba menyuapi Fira

"coba sedikit saja biar kamu tahu rasanya"

"wah enak banget mas rasanya, beda sekali sama yang dijual didesaku"

Fira mengambil semangkuk kecil eskrim didepannya yang dari tadi tak ia sentuh . .

setelah menghabiskan semangkuk eskrim miliknya,

"ayo mas kita pulang aku mau tidur lebih awal biar besok aku bisa berangkat lebih pagi "

"siap tuan putri! "

"ihh apaan sih mas kok tuan putri sih aku kan upik abu"

hahahah,,, mereka tertawa bersama

"nggak nyangka deh kamu asik orangnya "

"mas juga padahal mukanya dingin banget ternyata tengil juga "

"berarti kita sama dong? "

"apanya yang sama mas? "

"sama gilanya "

"aku nggak ya mas aja yang gila aku nggak mau"

"kamu bener sih cuma aku yang gila ,

tergila gila sama kamu maksudnya "

"ihh Mas Rendra lagi gombalin aku ya"

sepanjang perjalanan diisi dengan celetukan dan candaan mereka berdua meski garing rasanya sangat menyenangkan, tak terasa mobil sudah sampai didepan rumah kontrakan Safira.

"Terima kasih ya Mas sudah mau ajak aku jalan jalan "

"sama sama kamu cepat istirahat ya "

"oke hati hati dijalan Mas "

Pagi ini Safira sangat bersemangat sekali berangkat kerja pasalnya hari ini ia akan bekerja sebagai salah satu staff administrasi di perusahaan besar Adhitama group.

didepan cermin ia melihat dirinya memakai pakaian formal kemeja putih dan celana panjang hitam nampak cantik sudah mirip orang kantoran,

"Bapak, Fira akan tunjukan Fira bisa jadi anak yang Bapak banggakan"

"Fira ayo kita udah mau telat nih! "

"iya iya udah selesai kok"

ketika melihat penampilan temannya Nadia pun melongo dengan mata tak berkedip,

"gila cantik amat neng! padahal cuma pake baju ginian aura lo naik seribu kali lipat sumpah lo cantik banget Fir, pantesan tu Pak Nendra klepek klepek sama lo orang lo cantiknya nggak manusiawi gini"

"Cukup ! bisa nggak gak usah lebay "

"iya iya sukur deh kalau kamu gak nyadar kalau kamu itu cantik"

sepanjang jalan mereka jadi pusat perhatian hingga beberapa pengendara pun jatuh terjungkal gara gara Safira.

"kecantikan lo memakan korban tuh "

"iya risih banget aku Nad, apa besok aku memakai masker saja ya? "

"woii,, bukan cuma muka lo yang harus ditutupi tubuh lo yang kayak gitar Spanyol ini gimana? "

"trus gimana dong? "

"au ah capek mikirin lo terus"

tak butuh waktu lama mereka sudah sampai didepan kantor,

"sekarang kita pisahan deh kamu keatas aku lewat basement sendirian dong"

"do'ain aku ya Nad aku nervous nih"

"santai saja gak bakalan ada yang berani macem macem sama lo kok, secara lo kan bekingan pusat aman cin"

"bekingan pusat gundulmu! "

Safira mulai memasuki lobby depan ia bingung harus kemana, akhirnya ia memutuskan bertanya padan security yang ada disana,

"permisi pak kalau mau ke ruang administrasi dimana ya,

" oh ruang administrasi ada di lantai 3 mbak "

"Terima kasih"

Safira mulai mencari lift tapi saat didepan lift karena masih pagi ia bingung harus menekan tombol yang mana,

"bagaimana cara bukanya ya? aku sama sekali belum pernah masuk kesana "

akhirnya ia hanya menunggu sampai ada orang datang.

beberapa menit kemudian beberapa orang karyawan mulai datang. pakaian mereka sangat modis beda sekali dengan pakaian yang ia kenakan saat ini,

"permisi kak aku boleh ikutan masuk kan? "

"mau kemana lo? "

mereka memandang Safira dari kaki sampai kepala dengan sinis

"aku mau ke lantai 3 ruangan administrasi"

"anak baru? "

"iya kak "

"bisa bisanya admin merekrut bocah kayak gini hati hati lo, disana sarangnya lampir abis lo! "

"maksudnya? "

"udah ah naik yuk terlambat nanti! bye "

mereka tak mengijinkan Safira masuk bersamanya.

"apa aku naik tangga saja ya?"

Safira lebih memilih naik dengan melewati anak tangga

"huh, akhirnya sampai juga segini mah kecil untung didesa dulu sering naik turun gunung buat cari air waktu kemarau"

"Fira?.. kok kamu naik tangga sih liftnya rusak? " tanya Nendra yang kebetulan baru saja sampai

"oh,, itu saya belum bisa Mas mencet yang mana jadi ya mendingan aku naik tangga saja sekalian olahraga"

Nendra menepuk dahinya sendiri.

"sekarang ayo ikut aku! kita keruanganmu"

Safira mengikutinya dari belakang

"Bu Indy ini Safira yang akan bergabung dengan kalian mulai hari ini"

"Baik Pak, ayo Safira kita masuk "

Bu Indy adalah kepala bagian di ruangan ini

mulai mengajari apa apa saja job desk Safira di divisi ini.

karena Safira punya otak yang encer ia tidak kesulitan sama sekali dengan semua yang Bu Indy ajarkan.

"Kamu cepet banget ya nangkepnya, baguslah jadi gak perlu ngajarin kamu lama lama"

saking fokusnya Fira mengerjakan pekerjaannya ia sampai lupa sudah waktunya istirahat tiba,

"kamu mau kerja terus ! "

"i iya bu saya mau kekantin dulu"

saat keluar ruangan Fira merasa seperti baru saja keluar dari goa,

"ahh leganya bisa keluar, tapi kantinnya dimana ini? "

"Hai! kamu anak baru ya? "

seorang gadis cantik menyapanya,

"i.. iya aku baru hari ini masuk"

"pantes, kekantin yuk"

"eh, dimana ya kantinnya? "

"dilantai 1 yuk bareng aku "

"Terima kasih ya"

sesampainya mereka dikantin, Safira terkesima dengan kantin disana yang sungguh berbeda dengan kantin para karyawan produksi .

"kenapa kok kamu melongo gitu? "

"heran aja kok bagus banget kantinnya apalagi makanannya"

Safira mengikuti setiap gerakan gadis yang baru dikenalnya, dari yang mengambil nampan, nasi, sayur dan lauknya juga buah dan minuman segar yang sudah berjejer rapi .

"wah menunya seperti di restoran ya enak enak semua "

"iyalah kan ini kantin high staff"

"oh ya kita belum kenalan, kenalin aku Regina"

"oh iya aku Safira senang sekali bisa berkenalan dengan mu Regina "

sedang asik asiknya mereka ngobrol, tiga orang karyawan perempuan berdiri di depan Safira,

"Hai udik! gimana hari pertama lo enak? "

Safira hanya mengangguk pelan.

"lo nggak malu ngantor pakai pakaian kayak anak PKL begini huh! "

sambil menarik narik kemeja putih Safira

"kenapa harus malu kak ini baju yang dibelikan Bapak buatku, aku bangga memakai ini memangnya masalah buat kakak? "

"wah nyolot ni anak "

Byurr,,

salah satu dari mereka menyiram segelas jus jeruk ke baju Safira.

"kalian apa apaan sih? "

tiba tiba kantin mendadak sepi, ternyata pemimpin mereka sedang berdiri didepan pintu masuk sambil menatap tajam ketiga gadis itu.

ketiga gadis itu tampak gemetar saat langkah kaki Nendra mendekat.

"P-Pak Danendra"...

" Segera pergi keruangan HRD urus surat pemecatan kalian! "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!