Menceritakan kisah kehidupan seorang gadis remaja bernama Devira Arabella Pradipta atau yang kerap disapa Vira. Remaja berusia 16 tahun, cantik, matanya berwarna hitam, rajin dan pintar. Vira tidak pernah mengenal kata cinta. Hari-hari nya hanya di sibukkan dengan belajar, membaca novel maupun komik dan traveling. Meskipun banyak laki-laki yang kerap sekali mendekatinya, ia tidak pernah menggubrisnya.
Akankah Vira mendapatkan cinta pertamanya?
Siapakah orang pertama yang mampu mengisi hati Vira?
Penasaran dengan kisah cinta dan persahabatan Vira?
Yukk simak ceritanya!
Jangan lupa beri dukungan dengan memberikan like, tinggalkan komentar, berikan rate bintang 5, berikan hadiah sebanyak-banyaknya, berikan vote dan yang terpenting jangan lupa masukkan kedalam rak favorit (subscribe) supaya kalian tidak ketinggalan update terbaru. Dukungan kalian semangat Author.
Terima kasih.
Semoga suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Pembagian Kelompok
Kini Aska yang berbicara.
"Perhatian untuk semua yang nomor urut masuk kesekolah ini SEKALI LAGI YANG NOMOR URUT MASUK SEKOLAH LOH YA,” seru Aska yang meminta para siswa untuk melihat kartu MPLS yang mereka pakai di leher.
"COBA KALIAN LIHAT DI KARTU MPLS YANG ADA DI LEHER KALIAN!! SEKALI LAGI COBA KALIAN LIHAT KARTU MPLS KALIAN YANG ADA DI LEHER!" ucap Aska melalui mic yang di pegang di tangan nya.
"SUDAH KALIAN LIHAT?” lanjut Aska dengan bertanya kepada siswa yang mengikuti MPLS.
"SUDAH KAKK,” jawab mereka serentak yang masih melihat kearah kartu MPLS yang mereka kenakan.
"SAYA BACAKAN YANG TULISAN DARI ATAS ITU ADA NAMA, TERUS BAWAH NYA TEMPAT TANGGAL LAHIR, BAWAH NYA LAGI ADA NOMOR INDUK SISWA NASIONAL (NISN) , TERUS YANG TULISAN PALING BAWAH ADA NOMOR URUT MASUK, MENURUT DAFTAR MASUK KESEKOLAH TAHUN INI.”
Aska dengan sabar nya masih menuntun para siswa kelas 10 untuk bisa melihat nomor urut masing - masing.
KARTU TANDA MPLS
TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Nama : xxxx xxxxxxxx
Tempat tanggal lahir : xxxxx, xx-xxx-xxxx
NISN :006xxxxxxxxxxx
Nomor urut masuk : 001x
Contoh kartu MPLS.
"SUDAH PADA LIHAT YANG NOMOR URUT MASUKK?” tanya Aska dan kemudian mereka pun menjawabnya.
"SUDAHH KAK," jawab para siswa.
"BAGUS KALAU SUDAH SAYA AKAN BACAKAN SIAPA SAJA ANGGOTA."
"DAFTAR KELOMPOK 1 - 10.”
“KELOMPOK 1 NOMOR URUT 1 - 110
KELOMPOK 2 NOMOR URUT 111 - 220
KELOMPOK 3 NOMOR URUT 221 - 330
KELOMPOK 4 NOMOR URUT 331 - 440
KELOMPOK 5 NOMOR URUT 441 - 550
KELOMPOK 6 NOMOR URUT 551 - 660
KELOMPOK 7 NOMOR URUT 661 - 770
KELOMPOK 8 NOMOR URUT 771 - 880
KELOMPOK 9 NOMOR URUT 881 - 990
KELOMPOK 10 NOMOR URUT 991 - SAMPAI SELESAI."
"AYOK LANGSUNG DI CARI KELOMPOK MASING - MASING DAN UNTUK KAKAK ANGGOTA OSIS YANG SUDAH SAYA BAGI MOHON UNTUK MEMPERSIAPKAN DIRI MENJADI PENDAMPING" ucap Aska dan ia ikut turun untuk mengatur pembagian kelompok.
Di sisi tengah Aula.
"Lu nomor urut berapa yur?, Vi?" tanya Naya yang melihat ke arah Yura dan Vira.
"Gue nomor urut 221,” jawab Yura.
"Kalok lo?" sambung Yura.
"Gue 246,” jawab Naya dan kini mereka berdua melihat ke arah Vira.
Vira yang merasa dilihat pun bertanya.
"Apaa??" tanya Vira dengan nada kesal nya.
"Nomor berapa?" tanya Naya.
"Nomor 230, jadi kita nih satu kelompok dong?" ucap Vira.
"Iya, dong kelompok 3" Sahut yura dan mereka ber tos Ria.
"TOS yuk," ajak Yura
"Ayok," jawab Vira dan Naya.
TOS...
TOS...
TOS....
"Kita cari pendamping kelompok tiga siapa ya?" tanya Vira dan melihat - lihat kedepan.
"YANG KELOMPOK SATU IKUT SAYA KE HALAMAN AULA!" ucap salah satu anggota OSIS yang di ketahui bernama Helena.
"YANG KELOMPOK DUA IKUT SAYA KE HALAMAN MASJID DI SANA" ucap salah satu anggota OSIS yang di ketahui bernama Keyla.
"YANG KELOMPOK TIGA IKUT SAYA DI TAMAN YANG ADA DI DEPAN!" ucap anggota OSIS yang diketahui bernama Gibran.
Mereka pun yang ber nomor urut 221- 330 keluar dari aula dan langsung berkumpul di teras Aula termasuk Vira dan kedua temannya.
"YANG KELOMPOK EMPAT IKUT SAYA DI TERAS RUANG OSIS!" ucap anggota OSIS dan ia adalah Zian.
"YANG KELOMPOK LIMA IKUT SAYA Di TERAS AULA" ucap Aska dengan tegas.
"YANG KELOMPOK ENAM IKUT SAYA DI LAPANGAN PRAMUKA!" ucap anggota OSIS ia adalah Gio mantan nya Naya sewaktu SMP.
"YANG KELOMPOK TUJUH IKUT SAYA DI LAPANGAN UPACARA!” ucap Alex salah satu anggota OSIS.
"YANG KELOMPOK DELAPAN IKUT SAYA DI TERAS RUANG EKSTRAKULIKULER BAND!" ucap Mona ia adalah anggota OSIS.
"YANG KELOMPOK SEMBILAN IKUT SAYA KE HALAMAN DEPAN!" suruh Marisa ia adalah anggota OSIS juga.
"DAN UNTUK KELOMPOK 10 IKUT SAYA KE TERAS RUANG EKSTRAKULIKULER SENI TARI!" suruh Andryan salah satu anggota OSIS.
Dan mereka pun mengikuti apa yang dikatakan oleh ANGGOTA OSIS.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11:00 mereka yang tadi nya ada di lapangan, halaman, teras, dan taman langsung berkumpul di aula.
"SIAP GRAK, LENCANG KANAN GRAK, TEGAK GRAK," ucap Zian dengan tegas.
"Oke, karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas dan kalian semua sudah berkumpul di sini jadi jadwal kegiatan selanjutnya. Jam sebelas sampai jam dua belas, siswa akan di beri pelajaran tentang MOTO SEKOLAH, TATA TERTIB, JANJI SISWA, VISI dan MISI SMA ANGKASA. Untuk kali ini yang akan menyampaikan materi adalah kak Gibran. yuk beri tepuk tangan!" Aska menjelaskan dan secara tidak langsung menyuruh Gibran untuk menyampaikan materi hari ini.
Prok - prok - prok suara tepuk tangan meriah di Aula SMA Angkasa.
"Baiklah materi hari ini kita mulai tapi sebelum itu saya minta kalian untuk mencatat yang saya jelaskan hari ini," ucap Gibran dan mereka segera mengeluarkan alat tulis nya.
"MOTO SEKOLAH.........
TATA TERTIB SEKOLAH....
JANJI SISWA................
VISI SMA Angkasa.......
MISI SMA Angkasa......"
"Sudah kalian tulis?" tanya Gibran ketika sudah selesai menjelaskan.
"Sudah kak,” jawab mereka serentak.
"Kalau begitu ini kan sudah jam sebelas lebih lima puluh lima berarti lima menit lagi kalian istirahat, boleh yang mau sholat zuhur, istirahat, makan, terus nanti kalau sudah jam dua belas lebih empat puluh lima, saat nya masuk ke Aula. Saya bacakan jadwal nya ya, kemudian, jamdua belas lebih empat lima masuk kemudian penutupan oleh bapak kepala sekolah sampai jam satu siang, baru kalian boleh pulang, SAMPAI SINI PAHAM?" Gibran pun menjelaskan jadwal kegiatan siang ini sampai pulang.
"PAHAM KAK,” jawab mereka dengan serentak.
Kring.....
Kring......
Tet.....
Tet...... Suara bel istirahat telah berbunyi.
Kini, para siswa baru itu, mereka sudah keluar dari Aula dan menyisakan Anggota OSIS dan beberapa siswa kelas 10 termasuk Vira dan kedua temannya.
"Sholat yuk!" ajak Vira kepada Yura dan Naya. Vira sudah berdiri dan membawa mukena berwarna putih beserta sajadah berwarna biru.
"Sorry Vi, gue lagi datang bulan," sahut Yura yang merasa tidak enak kepada Vira.
"Oh, yaudah nggak pa - pa. Kalau lu Nay?" tanya Vira dan beralih menatap Naya dan ternyata.
"NAYA ILANG YUR!" teriak Vira ke arah Yura, dan sontak mengundang perhatian semua Anggota OSIS yang ada di sana.
"SIAPA YANG HILANG?" tanya Gibran dingin, dan berjalan ke arah Vira dan Yura.
"Naya teman saya kak," jawab Vira dengan sopan.
"Coba kamu telfon!" suruh Gibran ke Vira dan lebih tepat nya memberi saran.
"Iya, kak sebentar,” jawab Vira dan Vira mengeluarkan ponsel nya kemudian segera menghubungi Nomor Naya.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau di luar jangkauan, hubungi sesaat lagi tit - tit- tit.” Suara dari operator seluler di ponsel Vira.
"Nomor nya nggak aktif kak terus ini gimana?" tanya Vira dan kini Vira sudah sangat panik.
"Kita tungggu dulu yah,” jawab Gibran yang tiba - tiba berbicara lembut.
"Atau jangan - jangan Naya di culik ya, sama Om - Om mafia?, terus nanti diambil organ dalam, kayak diambil jantung, ginjal, hati, sama otak dan apa ya?" tanya Yura ke semua orang.
.
Bersambung.....