🍀
🍀
🍀
"Kau menikmatinya!" Ucap Revan pada Dimas setelah mereka ada diruangannya.
"tidak tuan, mana mungkin?"
"Hah......, mereka bermain-main dan membuang waktu saya" menghela nafas dengan tangan mengurut pangkal hidungnya.
Berharap tindakannya bisa menghilangkan rasa sakit dan pusing yang menimpanya.
"mereka hanya perlu ruang tuan" ucap Dimas.
"ruang?" Revan mentap tajam sekertarisnya.
"iya, ruang untuk lebih berekpresi" jawab Dimas
"kau gila Dim. Proyek ini harus segera dikerjakan. bukannya memulai tapi mereka malah memperdebatkan hal konyol. Mereka bukan menyampaikan ekpresinya melainkan mencondongkan ekpresi mereka masing-masing tanpa mencari tau ide mana yang tepat" jelas Revan.
Revan tidak habis fikir, kenapa Dimas bisa mengatakan hal konyol seperti ini.
Seolah baru pertamakali terjun, padahal selama ini, Dimas adalah orang yang selalu berada di sampingnya. Dan itu artinya Dimas sudah tau bagaimana harus bertindak.
"maaf tuan" Dimas seolah baru tersadar atas ketidak pekaannya.
"ini seperti bukan kamu Dim!" Revan masih menatap sahabatnya, seolah menyelidik hal yang berbeda dari sahabatnya.
"aku perlu cuti sepertinya" ucap Dimas, menghela nafas dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa.
"Cih....., seharusnya aku yang perlu cuti!" gumam Revan tidak mau kalah.
"hahhahhahhaha" Dimas terpingkal mendengar gumaman tuan sekaligus sahabatnya itu.
"oke, aku maaf soal rapat tadi. Dan masalah cuti, sepertinya kita memang ditakdirkan untuk terus fokus dengan kerjaan dan artinya NO Cuti" sambung Dimas tegas.
"ada masalah?" Revan bertanya, seolah masih bingung dengan sikap sahabatnya ini.
"kenapa enggak bilang...?" Dimas kali ini menatap Revan seolah menuntut penjelasan.
"soal apa?" Revan yang merasa bingung. Karena seingatnya tidak ada hal yang dia tutupi dari sahabat-sahabatnya.
"Nona Riva" jawab Dimas pasti
Revan mengerutkan keningnya, "kenapa dengannya?" Revan kembali bertanya karena merasa tidak mengerti.
"hahh......" menghela nafas. " Dia dekat dengan seseorang" u…
Meyakinkan Mu
Bab 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments