🍀
🍀
🍀
Revan terlihat berdiri tepat dibelakang kekasihnya yang tengah mengantri di bagian kasir.
Entah kenapa hari ini pengunjung supermarket lumayan ramai. mungkin karena awal bulan membuat orang kebanyakan merefil kebutuhan bulanannya.
Revan terlihat santai dengan tangan yang terus memainkan tangan kiri kekasihnya.
Raut wajahnya terlihat terhibur dengan tindakkannya, bahkan tuan Revan yang terkenal anti dengan hal-hal yang serupa sangat berbeda kali ini. Setidaknya ada hiburan yang dia dapatkan dari permainan jari jemarinya dengan kekasihnya.
"abang kalau capek istirahat di sana saja.." Lala berbisik seraya menunjuk ke arah kursi tunggu yang tidak jauh dari kasir.
Dan terlihat beberapa orang yang menemani pasangan, teman dan lainnya juga tengah menunggu disana.
Revan tidak menjawab malah tetap fokus dengan mainannya.
"abang...." panggil Lala lagi, karena bisikannya tadi tidak ada respon.
Lala memanggil lagi untuk meminta kekasihnya menunggu. Karena jujur Lala merasa tidak nyaman dengan kondisi ini.
Lala yakin ini pertama kalinya kekasihnya mengantri.
Astaga apa aku membawa pengaruh buruk?.
Lala bingung dengan kekasihnya yang malah asik sendiri. Dan terlihat enggan jauh darinya.
"apa abang aja yang antri?, Lala yang nunggu cape soalnya..." ucap Lala pelan dengan wajah imutnya.
Revan menatap kekasihnya yang entah kenapa terlihat sangat lucu.
"sebentar lagi sayang. Sini.." Revan menarik sedikit tangan kekasihnya membuat badan mereka merapat. Dan membuat Lala seolah bersandar pada badannya.
Antri memang membosankan tapi Revan suka. Ini merupakan pengalaman baru untuknya. Terlebih lagi dia melakukannya dengan orang yang istimewa.
"abang malu ih...." Lala segera beranjak dari sandarannya. Memang terasa nyaman apalagi dia merasa lumayan pegal karena mengatri, terlebih lagi Lala yang masih menggunakan pakaian dan sepatu kerjanya.
Revan hanya tersenyum melihat wajah kekasihnya yang terlihat memerah.
Setelah menunggu lama akhirnya giliran mereka tiba.
Kasir menyebut total be…
Meyakinkan Mu
Bab 58 Bersama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments