🍀
🍀
🍀
"tumben makan ke kantin?"Sasa bertanya ke Lala yang terlihat mulai jarang muncul di kantin kantor.
Bukan mulai tapi memang sangat jarang. apalagi seingatnya Lala selalu membawa bekal setiap harinya.
"kamu bangun kesiangan?" tanyanya lagi membuat Lala hanya bisa menjawab dengan gelengan kepala.
Lala masih fokus dengan makanan didepannya. masih enggan menjawab karena dia tidak punya banyak waktu.
Lala tidak mau, proses metting lebih dulu selesai dari pada acara makan siangnya. meskipun dia tau kalau Tuan Revan tidak akan mempermasalahkannya tapi tetap saja kan. terlihat tidak etis disaat bosnya kembali ke ruangannya dan dia tidak ada di posisinya.
"aku cerita nanti ya mbak. buru-buru soalnya." jawab Lala singkat dengan tetap melanjutkan makannya.
"iya, tapi pelan-pelan dong. nanti keselek loe!" peringat Sasa. merasa ngeri dengan cara makan mantan rekan kerjanya itu.
Lala terus makan dengan lahap tanpa perduli peringatan Sasa.
"selesai..!" Lala tersenyum lega setelah terlihat menghabiskan makanannya.
sementara Sasa masih menunggu dengan sabar cerita mantan rekan kerjanya ini. baru menyadari sepenuhnya kalau perasaan irinya yang dulu terlalu berlebihan.
Sasa merasa kasihan setelah melihat cara makan Lala. entahlah fikiran buruk seolah menumpuk difikirannya.
"apa tuan Revan tidak memberi mu jam istirahat yang cukup?" tanyanya ragu
Plak
seolah langsung tersadar" maksud ku bukan tuan Revan La. tapi pak Dimas" ulangnya.
Plak
ulangnya lagi memukul kepalanya seolah kembli tersadar. entah itu Tuan Revan atau sekertaris Dimas tidak boleh dicurigainya. tapi rasanya sulit membuang rasa penasarannya.
Sasa berharap Lala melupakan pertanyaannya barusan.
"hahahahah..," Lala tertawa lepas melihat kebingungan yang disertai rasa penasaran Sasa.
"aku baik kok. kalau masalah jam istirahat normal kaya yang lain." klarifikasi Lala.
"terus...." masih kurang puas.
"kalau ini murni lapar saja mbak. soalnya belum sempat makan karena menyiapkan ruang meeting tadi. apalagi jam istirahat se…
Meyakinkan Mu
Bab 78 Cara Aneh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments