🍀
🍀
🍀
Setelah jam pulang kerja Lala bergegas untuk membereskan mejanya. Sesekali melihat jam di pergelangan tangannya.
"Lis bisa minta tolong....?" Entah sejak kapan sekertaris Dimas sudah berdiri didepan meja kerjanya.
Mungkin karena terburu-buru membuat Lala tidak menyadari kehadirannya.
"minta tolong apa pak..." Lala bertanya. Karena ini tidak seperti biasanya orang kepercayaan tuan Revan ini meminta tolong padanya. Biasanya langsung perintah saja.
Sama lah ya dengan tuan mudanya.
"begini.." Dimas mulai menjelaskan permasalahannya.
Dan disinilah sekarang Lala. Duduk bersama tuan mudanya dengan beberapa kline yang terang-terangan menunjukan ketertarikannya pada tuan mudanya.
"maaf tuan muda, seharusnya yang datang untuk kerjasama ini adalah papi. Tapi karena papi ada kesibukan jadi saya yang menggantikannya...." Perempuan itu menjelaskan namun dengan gestur yang terlihat sangat menyebalkan.
"entahlah....., siapa yang perlu diyakinkan dan meyakinkan disini. Yang jelas anda membuang waktu saya..." Revan jelas terlihat tidak suka.
Wanita itu terdiam mendengar jawaban orang nomor dua di Jaya Group ini. Sepertinya perkiraannya salah kali ini, tuan muda Revan berbeda dengan tuan muda kebanyakkan.
Tuan muda Revan tampak tidak bergeming dengan kehadirannya. Bahkan disaat dia jelas-jelas menunjukan pesonanya. Dan yang paling membuatnya heran kenapa tuan Revan datang dengan pekerja wanitanya.
"Siapa wanita itu?, apa dia asisten atau mungkin sekertarisnya?. Tapi seingatnya sekertaris tuan muda Revan adalah Dimas orang kepercayaannya. Entahlah yang pasti sekarang kerjasama ini yang utama..." wanita itu meyakinkan dirinya.
Wanita itu menegakkan posisi duduknya" maaf sekali lagi tuan. Saya.." ucapan wanita itu terpotong disaat Revan mengangkat tangannya.
" minta tuan Ronald menghubungi saya kembali!"Revan beranjak dan meninggalkan meja VIP tempat pertemuan.
Lala yang melihat tuan Revan beranjak dengan wajah kesal. Seketika mengikuti . Bahkan langkahnya dua kali lebih cepat da…
Meyakinkan Mu
Bab 67 Lalisa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments