🍀
🍀
🍀
Revan termenung dalam kesendirian pasca keluarnya Dimas dari ruangannya. Jangan tanyakan pekerjaan karena semua itu sudah diambil alih Dimas setelah dia bisa membaca suasana hati tuannya yang kurang baik.
Mengerjakan tugas menurut Dimas jauh lebih baik dari pada meladeni kegilaan tuan merangkap sahabatnya.
Sedang Revan yang tau kalau semua pekerjaan dikerjakan Dimas, dia memilih mencoba menelaah apakah ada yang dia lupakan mengenai perasaan dan hubungannya.
Entah siapa yang benar, Mamanya atau Dimas.
Mama tidak mungkin memberi saran yang salah. Tapi apa yang dikatakan Dimas juga tidak sepenuhnya salah.
Ini soal perasaannya dan mengikuti saran sang mama membuatnya makin merasa sesak. Bahkan masa tenggang yang mereka sepakati dulu belum habis. Dan dia memilih menyerah lebih dulu.
Seharusnya dia berusaha lebih keras dalam meyakinkan karena memang dari awal ini semua tentang dia dan perasaannya.
Orang lain kadang memerlukan beberapa tahun bahkan ada pula yang tidak menemukan jawabannya meski sudah menjalin hubungan sangat lama. Sedangkan dia, baru satu bulan. Dan dia memilih menyerah dan gilanya lagi dia sendiri yang mengakhiri semuanya.
"Seharusnya aku tidak sepercaya diri itu....."Revan mendesah kecewa.
Lagi dan lagi Revan menghembuskan nafas kasar, hanya bisa menyesal dan sekarang semua sudah berakhir.
Ditengah kegalauannya, Lala menemui sekertaris Dimas.
Tok tok tok
Lala masuk setelah mendapat perintah dari dalam. Setidaknya masuk ruangan ini jauh lebih santai dibandingkan dengan ruangan tuan mudanya.
Cara yang dia ambil memang terkesan tidak sopan. Hanya saja, ini merupakan cara yang membuat Lala nyaman.
"ada apa Lis...?" Dimas bertanya karena tumben sekali staf istimewa sahabatnya datang keruangannya tanpa diminta.
"maaf pak saya mengganggu, hanya ingin nitip ini untuk tuan muda" Lala menyerahkan tote bag kecil kepada sekertaris Dimas.
Dimas mengernyit " apa ini penting" Dimas bertanya seraya mengangkat barang itu dengan pandangan memindai habis barang kec…
Meyakinkan Mu
Bab 66 Perasaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments