🍀
🍀
🍀
Revan berfikir sambil menatap sekeliling ruangan. Ruangan ini memang terbilang cukup luas kalau hanya untuk satu meja.
"Saya anggap ini toleransi untuk orang kantor. Karna yang datang tidak hanya saya yang sendiri, terkadang ada juga yang membawa keluarganya". Jelas Revan
Lala mengangguk-angguk tanda mengerti. Memang wajar jika pemilik tempat ini mengistimewakan orang-orang dari Jaya Group, bila mengingat kembali kebaikan mereka.
"Apa semua orang diperlakukan seperti pemilik tempat ini?" Lala tampaknya masih sangat penasaran.
"Tidak semua, mereka akan dihargai sesuai dengan jasanya." Karena memang begitulah adanya.
"Oh...." Lala mengangguk.
Obrolan mereka terhenti disaat makanan datang. Berbagai hidangan disiapkan. Rasanya makanan ini lebih cocok dihidangkan untuk keluarga besar.
Akan sangat mubajir kalau untuk mereka berdua.
Setelah semua siap, Karyawan yang menyiapkan makanan langsung pamit diikuti pemilik restoran yang senantiasa mengekor.
Hanya sekedar memastikan pekerjaan karyawannya tidak ada yang salah.
"Makanlah!, Kita hanya punya sedikit waktu" Revan menggeser beberapa menu ke hadapan stafnya.
"Iya tuan." Lala melirik tuannya. " Selamat makan tuan" ucap Lala sebelum memulai makannya.
Revan mengangguk dan menatap Lala yang tengah makan dengan canggung. Revan menyodorkan menu yang lainnya. Menatap dengan sedikit menopang kepala dengan tangannya.
"Biasa aja makannya" goda Revan yang merasa lucu dengan tingkah stafnya yang salting karena di pandangi.
"Tuan tidak makan?" Memilih bertanya karena sejak awal tuannya ini tidak menyentuh makanan sama sekali.
Hanya fokus menatapnya saja. Karuan saja membuatnya makin panas dingin.
"Kamu makan saja, saya bisa nanti" jawab Revan. Karena jujur dia lebih nyaman menatap wanita ini sekarang.
"Tapi makanannya bisa dingin tuan, rasanya akan kurang enak" Lala terus membujuk supaya tuannya mengalihkan pandangannya.
Revan berfikir sejenak "Itu akan menjadi PR untuk pemilik tempat ini. Bagaimana caranya dia membuat makanan…
Meyakinkan Mu
Bab 40 Makan Siang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 88 Episodes
Comments