Semalam aku nyaris tak bisa tidur, karena terus memikirkan Mayumi. Aku tak menyangka dia akan menyatakan perasaannya kepadaku hanya dalam beberapa pertemuan. Sedangkan aku memang belum merasakan ada perasaan terhadapnya, selain rasa suka sebagai teman biasa. Aku pun terpaksa jujur mengatakan hal tersebut. Kejujuran memang kadang membuat pilu, tetapi itu lebih baik daripada menaman bom waktu melalui kebohongan.
Siang ini aku berencana ke pusat kota untuk memperbaiki ponselku yang tiba-tiba mati total sepulang dari Mount Moiwa. Mungkin ponsel ini sudah mencapai masa habis pakainya atau efek terjatuh di Bandara Soetta dulu baru menjalar sekarang.
Aku menggunakan Iphone 6s sudah lima tahun. Meskipun banyak keluaran ponsel setiap tahun bahkan setiap bulannya yang canggih dan mewah, aku masih lebih suka menggunakan ponsel ini. Ukurannya pas, sangat ergonomis di genggaman. Selama masih bisa digunakan, aku tak akan membeli ponsel yang baru. Meski setiap ponsel memiliki spesifikasi yang berbeda sesuai rentang harganya, tetapi bagi penggunaanku semua saja saja. Aku bukan gamer, bukan juga yang gemar fotografi. Aku menggunakan smartphone sesuai fungsi dasarnya, telpon, sms, browsing, dan entertainment.
Aku menuju ke ruang kerja Paman untuk meminta izin. “Paman, Ken mau ke pusat kota dulu ya.”
“Untuk apa?” Paman tampak heran.
“Ponsel Ken rusak dari semalam. Ken mau coba perbaikinya” jelasku sambil menunjukkan ponselku.
“Coba Paman lihat!”
Aku menyerahkan ponselku kepada Paman. Paman terlihat memutar-mutar ponsel tersebut. Ia pun sedikit memonyongkan bibirnya.
“Anak muda ponselnya outdated begini. Kalah sama Paman”, ucap Paman sambil memperlihatkan Iphone-nya yang merupakan keluaran terbaru.
“Ponsel ini menyimpan banyak cerita, Paman.”
Ya, di dalam ponsel tersebut tersimpan riwayat pesan dan rekaman percakapan telepon dengan Dave. Banyak juga gambar dirinya yang diabadikan oleh kamera ponsel tersebut. Aku sempat ingin menghapus semuanya. Namun, aku belum siap sepenuhnya. Jadi, s…
Winter di Hokkaido
Bab 8: Rasa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments