Setelah mendarat dengan selamat di Haneda International Airport, aku menghubungi Bibi Ayane. Namun, Bibi dan Keigo sedang berada di Osaka untuk melayat kerabat dari Paman Yamamoto yang meninggal dunia.
Aku langsung mencari tiket menuju Chitose Airport. Untungnya aku datang pagi, jadi menunggu hingga sore hari tak terasa seharian. Berbeda jika harus bermalam, rasanya waktu sangat lama.
“Bagaimana perjalananmu?” sambut Paman.
“Semuanya baik-baik saja.”
“Oya, besok pagi Paman pergi ke Tokyo, mungkin baru pulang lusa.”
“Bukannya Bibi sedang di Osaka?”
“Iya. Lagi pula, Paman bukan mau ke tempat Bibimu. Paman ada undangan pernikahan dari teman lama Paman, putranya menikah.”
“Baiklah. Oya, seminggu ini apa ada yang mencari Ken, Paman?”
“Ada.”
“Siapa?”
“Mayumi.”
“Maksud Ken selain dia.”
“Memang kamu punya teman yang lain di sini?”
“Hem, Paman lanjutkan saja nonton TV-nya. Ken mau mandi dulu.”
Saat aku pulang, Paman memang sedang asyik menonton televisi. Sepertinya acara komedi, karena sedari tadi Paman terbahak-bahak.
“Ken, kamu sudah makan malam?” teriak Paman ketika aku sudah di dalam kamar.
“Belum.”
“Terus mau makan apa biar Paman pesankan?”
“Samakan saja dengan Paman.”
“Paman sudah makan tadi di luar.”
“Kalau gitu nanti Ken masak ramen saja.”
“Jangan terlalu sering makan ramen! Paman lihat hampir setiap hari kamu makan ramen di sini.”
“Iya.”
Jika cuaca dingin, ramen atau pun mie instan memang menjadi makanan favorit. Alasan lainnya, aku sedang tak punya ide untuk makan makanan lain malam ini.
Sejatinya, makanan yang dimakan akan terasa sangat lezat bukan hanya karena dari makanan itu sendiri, tetapi juga dengan siapa kita memakannya. Aku jadi rindu sup buatan Dave. Otak bisa memegang janji, tetapi hati kerap ingin mengingkari.
***
Hari terasa cepat berganti. Suara alarm berbunyi. Aku harus mengantar Paman ke bandara pagi ini.
Aku tak ingat bagaimana bisa tertidur. Hanya saat sudah mengantuk aku membayangkan sup buatan Dave. Mungkin itu yang membuatku pulas. Sayangnya, t…
Winter di Hokkaido
Bab 24: Sadis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments