Aku hanya menginap semalam di Bali. Setelah puas bercerita di makam kedua orang tuaku, aku kembali ke Jakarta. Bukan karena aku ingin bertemu Dave kembali, tetapi ada hal yang terus mengganjal di otakku.
Aku dan Dave tak mungkin bisa kembali bersama. Aku tak boleh egois, meski hasrat memiliki seutuhnya membuncah setelah kejadian di mobil malam itu. Meminta Dave menjalani dua hubungan tentu bukan sebuah solusi. Akan sangat sulit baginya menjalani kehidupan dengan dua pikiran. Aku sudah lebih lama mengenalnya, maka aku harus lebih bisa memahaminya.
Mau tak mau aku harus benar-benar bisa menghapus Dave dalam memoriku. Aku harus serius akan hal tersebut. Tetapi semakin berusaha melupakan, justru semakin kuat dalam ingatan. Ini menyakitkan. Ibarat mengguratkan tinta di atas salju.
Dengan badan yang kurang fit, aku berusaha bangkit untuk turun mencari sarapan. Sejenak menyingkirkan segala pikiran tentang Dave. Bagaimana pun, aku tak boleh sakit. Untuk menjalani segala permasalahan ini, tubuhku harus tetap sehat.
Saat hendak masuk lift, Tante Selly muncul dari dalam.
“Ken, mau ke mana?” tanyanya.
“Ke bawah cari sarapan, Tante.”
“Sarapan bareng saja yuk!”
“Em…” Aku ingin menolak, tapi pikiranku sedang tak mampu mengolah kalimat yang pas.
“Ayo!” Tante Selly menarik tangankku agar ikut bersamanya.
Ya, sepertinya memang ini rezekiku sarapan dengan masakan Tante Selly.
“Pagi, Om!” Terlihat sepertinya Om Syakir baru beres mandi saat aku masuk.
“Pagi, Ken. Loh, katanya ke Bali.”
“Iya, Om. Tapi cuma semalam.”
“Sarapan di sini saja sekalian. Om pakai baju dulu ya.”
Aku mengangguk, lalu Tante Selly menimpali. “Makanya, Mama ajak Ken ke sini biar kita sarapan bareng.”
Tak lama Om Syakir keluar kamar dengan pakaian rapi. Aku dan Tante Selly sudah siap di meja makan.
“Kapan balik lagi ke Jepang? Atau menetap di sini saja menemani Om dan Tante?”
Om Syakir langsung membuka pembicaraan saat kami mulai mengambil satu persatu sajian sarapan.
“Rencananya lusa.”
“Pah, Ken mau jual apartemenny…
Winter di Hokkaido
Bab 23: Mundur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments
the loyal reader
tapi lama2 aku jadi jijik ya sama dave juga ken.
2022-12-11
0