Aku beruntung bisa bertemu dengan pemilik hotel yang ternyata fasih berbahasa Indonesia. Kami pun mengobrol seperti sudah akrab. Pria setengah baya tersebut bercerita tentang awal mula dia merintis usaha di bidang penginapan. Menurut penuturannya, sebelum memulai mendirikan hotel ini, ia sempat tinggal di Indonesia untuk belajar berbisnis dari kakak iparnya selama 5 tahun.
Selain belajar berbisnis, Pak Yamada (sang pemilik hotel), juga belajar banyak hal dari keramahan orang Indonesia yang di aplikasikan dalam pelayanan di hotelnya. Sehingga hotel ini selalu ramai dan mendapat beberapa penghargaan baik dari turis maupun lembaga internasional terkait service dan management.
Saat pertama menginjakkan kaki di sini, aku memang terpukau melihat suasana yang ditawarkan. Nuansa tradisional dan modern membaur dalam interior kamar maupun lobby hotel. Konsep home sweet home yang menjadi trademark memang membuat perasaan serasa di rumah sendiri. Plus-nya, tamu bisa melihat pemandangan kota Sapporo yang menakjubkan dari balik jendela kamar mereka. Hamparan bukit, perkotaan, sawah, dan aliran sungai membuat guratan yang sangat sedap dipandang mata. Hotel ini sangat mengesankan!
Kata pemilik hotel, yang minta dipanggil Paman saja, pemandangan alam di wilayah ini akan lebih memanjakan mata ketika musim semi. Dua bulan lagi dari sekarang. Tetapi beberapa hotel dan penginapan sudah hampir semua kamarnya habis dipesan, termasuk di sini. Tak salah memang, masyarakat Jepang selain sangat melek teknologi, mereka sangat berbaur dengan alam. Sehingga keindahannya dirawat dan dikemas dengan sangat baik untuk menjadi daya tarik wisata.
“Nanti malam ada festival di pusat kota. Pak Dave bisa ke sana untuk melihat kegembiraan orang-orang bermain salju. Ada juga pertunjukkan budaya di sana,” jelas Paman setelah aku mengungkapkan kekagumanku terhadap hotelnya dan kota ini.
“Andai saja saya bisa mengajak istri saya, dia pasti sangat senang, Dia sangat antusias ingin menikmati winter di sini.”
Aku…
Winter di Hokkaido
Bab 17: Lara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments
the loyal reader
emang beneran ada cowok seperti ken ya?? dia koq kayak ga ada hasrat sama perempuan tapi dia juga ga terima kalo ia disebut gay.
2022-12-11
1