Sebagai salah satu pimpinan di perusahaan, aku diutus untuk ikut pada pertemuan dengan beberapa investor besar di Tokyo. Hal tersebut membuat aku harus lembur dan pulang larut malam belakangan ini. Aku harus membereskan laporan dan menyiapkan beberapa berkas untuk bahan presentasi nanti.
Namun, aktivitas overtime-ku di kantor justru dituduh hanya alibi oleh Fay. Padahal, aku sudah memberikan penjelasan dengan sejujur-jujurnya.
Aku tahu dia mungkin kecewa, karena beberapa hari belakangan aku selalu pulang kerja di saat dia sudah terlelap. Akan tetapi, itu di luar kendaliku.
Perusahaan sedang mempersiapkan invasi bisnis ke wilayah Asia lainnya, terutama negara berkembang seperti India. Sebagai pimpinan di divisi Research and Development (R&D), aku punya tanggung jawab besar untuk keberhasilan proyek ini.
Awalnya aku ingin mengajak Fay turut dalam perjalanan bisnis ini, terlebih dia sedang ingin ke Jepang. Namun, kondisi kehamilannya belum stabil. Dokter pun merekomendasikan dia untuk lebih banyak istirahat di rumah dan tidak berpergian jauh.
“Yah…”
“Iya. Bunda sudah siap? Ayo berangkat kalau gitu!”
Istriku tampak merengut. Sepertinya masih tersimpan rasa kesal di hatinya karena tak bisa ikut denganku.
“Ayah beneran kan cuma seminggu di sana?”
“Iya. Bunda mau dibawakan oleh-oleh apa?” Aku berusaha menggodanya supaya dia tersenyum.
“Bunda pengen ikut.”
“Bun, kesehatanmu dan calon anak kita lebih penting.”
Dia mengangguk. Sudah berkali-kali aku menjelaskan hal tersebut.
“Tapi Ayah ke sana, benar urusan kerjaan kan? Bukan untuk ketemu sama….?”
Padahal aku berusaha menuruti kemauannya, tetapi rasa curiganya masih tertanam. Seakan aku ini seorang pembohong.
“Bunda sudah lihat sendiri visa dan surat tugasnya kan? Ayah tidak suka jika dicurigai terus begini.” Sesantai mungkin aku mengungkapkan perasaanku.
“Iya, tapi….”
Kucium saja keningnya sebagai bukti aku sangat mencintainya. Dinas tujuh hari ke Jepang akan sangat membuatku rindu kepadanya. Ini kali pertama aku meninggalka…
Winter di Hokkaido
Bab 16: Pergi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments