Hamparan lahan pertanian penduduk mulai terlihat di sepanjang jalan yang mereka lalui saat ini. Beberapa orang bahkan berhenti dari kegiatan yang sedang mereka lakukan, untuk sekedar melihat siapa yang melintas di daerah mereka.
"Kenapa yang terlihat hanya para wanita yang bekerja di kebun. Dimana para pria?"
Aleena hanya bergumam perlahan, seraya terus memperhatikan setiap kebun yang mereka lewati.
"Di sana para pria."
Adam menunjuk lurus ke jalanan yang mereka lewati. Terlihat beberapa pepohonan tumbang di bahu jalan. Bahkan ada juga yang merusak beberapa area persawahan penduduk. Beberapa orang terlihat sibuk menyingkirkan potongan kayu, maupun ranting pohon yang berhamburan.
"Ledakan itu menyebabkan semua kerusakan ini. Di sana juga ada beberapa bebatuan besar yang merusak lahan warga."
Adam kembali memperhatikan sekitarnya. Tak lama kemudian, mobil pun berhenti. Karena kondisi jalan yang masih tertutup batang pohon.
"Semoga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini."
Aleena ikut memperhatikan dari balik kaca mobil mereka.
"Tetap di dalam. Jangan keluar dari dalam mobil."
Adam menahan tangan Aleena yang sudah memegang handle pintu.
"Biar mereka yang urus. Sekarang kau makanlah."
Adam menyodorkan potongan kue dari ruang penyimpanannya. Aleena hanya menurut dan mulai memasukkan potongan kue tersebut ke dalam mulutnya.
Satu hal yang di ketahui oleh Adam. Bahwa di saat senggang, Aleena tidak akan menolak jika di suguhkan dengan kue maupun buah-buahan. Meskipun buku adalah teman setianya. Namun bila setiap kali ada kue ataupun buah. Gadis itu sedikit susah untuk menolak makanan tersebut.
"Kue ini manis sekali. Dan juga rasa coklatnya begitu terasa."
Aleena berkomentar mengenai potongan kue yang masih saja masuk ke dalam mulutnya.
"Sebelum berangkat, aku meminta semua koki untuk membuat berbagai jenis kue dari berbagai negara. Serta mengumpulkan aneka buah. Kau tenang saja. Aku masih memiliki puluhan jenis kue serta buah."
Adam tersenyum kecil melihat tingkah istriny…
Sekuat Mentari
Eps. 39
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments