"Inikah rasanya tertembak?"
Aleena bergumam perlahan dan terlihat sedikit senyuman di sudut bibirnya. Pikirannya membayangkan bagaimana rasanya saat semua timah panas tersebut menembus setiap inci dari tubuh sang ayah yang sempat tertembak di hadapannya.
Air mata mulai terlihat menetes di sudut matanya. Bukan karena rasa sakit akibat timah panas yang saat ini bersarang di tubuhnya. Melainkan ingatan yang kembali hadir saat ia harus melihat tubuh sang ayah yang begitu dicintainya tertembus beberapa timah panas hingga merenggut nyawanya.
"Ayah, apakah sesakit itu?"
Aleena kembali bergumam.
"Berhenti meracau Aleena."
Nadine berteriak kencang saat mendengar semua kalimat yang terucap dari bibir Aleena.
Nadine mulai menggunting kain lengan Aleena yang sudah mulai menghitam. Terlihat kulit lengan Aleena yang sudah berubah warna kemerahan, karena terkena darah yang masih belum berhenti keluar. Nadine mulai menyiramkan cairan pembersih luka untuk menghentikan pendarahan. Kemudian sedikit membalut lengan tersebut. Nadine beralih memeriksa kaki serta bagian tubuh lainnya yang mungkin terluka karena tergores tembakan timah panas.
Sementara Jimmy tidak lagi bisa berdiri. Tubuh pria itu mulai terduduk di atas lantai lift. Rasa perih mulai terasa pada bagian kakinya. Dengan ke dua tangannya, Jimmy mulai merobek kain celana bagian betis kanannya. Darah segar mulai membasahi lantai lift. Melihat bodyguard setianya terluka, Adam membantu menyiramkan cairan pembersih luka dan sedikit membalut luka tersebut.
"Ada luka yang lain?"
Adam mencoba memeriksa tubuh Jimmy.
"Tidak tuan muda. Zero one melindungi ku dengan baik. Terimakasih Green."
Jimmy sempat memaksakan senyumnya serta sedikit melirik ke arah Green yang saat ini beralih bertengger pada sisi tempat tidur Aleena.
"Maaf. Sedikit terlambat beberapa detik Jimmy."
Green berucap pelan tanpa mengalihkan perhatiannya pada tubuh Aleena yang masih ia pindai secara keseluruhan.
Pada saat Jimmy mulai berlari dan menyambut hujan timah pana…
Sekuat Mentari
Eps. 51
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments