Ibu tua menatap sosok pria muda di hadapannya. Memperhatikannya dari ujung rambut hingga ujung sepatunya dengan wajah yang dipenuhi pertanyaan.
"Dari penglihatan ku. Anda adalah pemuda yang tampan dan sepertinya sering berolahraga, karena tubuh mu cukup bagus tuan muda. Sementara nona ini berparas cantik, begitupun tubuh dan juga hatinya. Lalu apa yang kurang dari dirinya, hingga belum kau jadikan milikmu sepenuhnya?"
Adam hanya terdiam. Begitupun dengan Aleena. Keadaan terasa sangat canggung, hingga wanita paruh baya mencoba menengahi.
"Ibu tua. Sebaiknya kita tidak mencampuri urusan mereka. Bukankah saling mengenal terlebih dahulu itu lebih baik. Seperti ungkapan anak muda jaman sekarang, pacaran setelah menikah. Untuk menghindari zina tentunya."
"Ah iya. Kau benar Kal. Tapi nona ini tetaplah masih gadis. Berikan ikatan bunga Azalea kepadanya. Untuk menyamarkan harum tubuhnya saat melewati gaharu tua."
"Tapi ibu tua..."
Wanita paruh baya itu masih berusaha menghentikan tindakan yang akan dilakukan oleh ibu tua. Namun ucapannya terpotong tiba-tiba.
"Tidak masalah nenek. Apapun akan aku lakukan untuk keselamatan Aleena."
Adam hanya bisa tersenyum canggung di hadapan ibu tua. Kemudian ia menerima sebuah kertas yang membungkus berbagai macam bunga dan beberapa jenis daun dalam satu rangkaian indah berbentuk sebuah buket.
"Terimakasih ibu tua. Kami permisi."
Adam menunduk hormat dan segera membawa Aleena untuk masuk kembali ke dalam mobil, setelah mendapat persetujuan dari ibu tua.
Nadeen dan juga beberapa gadis rombongan pengungsi juga ikut menerima rangkaian bunga tersebut. Sesaat kemudian perjalanan kembali di lanjutkan.
Sementara di dalam mobil terdengar suara tawa renyah dari seseorang yang masih terhubung melalui jam tangan digital mereka.
"Bagaimana bisa aku berharap segera memiliki keponakan. Sementara adik perempuan ku masih gadis hingga saat ini."
"E..."
Adam tidak bisa berucap apapun. Sementara wajah Aleena semakin merah.
"Diam. Pendapat kakak tidak diperluk…
Sekuat Mentari
Eps. 41
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments