“Tidak perlu dengarkan hujan. Dengarkan saja ini.” Ucapku sambil memutar sebuah lagu sendu di ponsel.
Itu adalah usahaku untuk membuat Awan merasa nyaman sambil menunggu hujan mereda. Aku merasa sangat berterimakasih karna dia sudah bertekad memastikan keselamatanku walaupun keadaannya sendiri menyedihkan.
Kulihat Awan tersenyum saat menoleh padaku. Kemudian ia menyelipkan kedua tangannya kedalam saku celana. Bahunya bergidik namun pria itu tersenyum senang. Kembali melemparkan pandangannya kepada rintik hujan dalam kegelapan.
Lima belas menit kemudian, hujan perlahan mulai mereda. Orang-orang yang berteduh bersama kami sudah kembali melanjutkan perjalanan.
Aku dan Awan segera berjalan ke arah motor dan aku segera betengger di belakangnya. Motor kembali melaju menuju ke kos Awan.
Ucapan Awan benar. Tidak jauh dari tempat kami berteduh, Awan menghentikan sepeda motornya di depan sebuah kos susun berlantai dua. Dia membuka pintu gerbang dan membiarkannya terbuka. Sementara meninggalkan motornya di depan gerbang begitu saja.
Aku mengedarkan pandangan ke arah sekerumpulan bapak-bapak dan ibu-ibu yang nampak sedang mengobrol di depan sebuah kamar. Mereka semua kompak melihat kepada kami. Nampaknya ini adalah kos umum.
“Baru pulang, Wan?” Tanya pria berkumis dengan perut buncit yang mengenakan kaus dalam berwarna putih.
Membayangkannya saja, membuatku bergidik dingin. Apa dia tidak dingin?
“Iya, Pakde. Kenapa belum pada tidur?”
“Sedang ada yang di bahas, Wan. Penting. Hahahahaha.” Seloroh ibu berdaster yang duduk di kursi plastik.
Aku menunggui Awan yang sedang membuka kunci. Saat dia masuk ke dalam, aku tidak mengikutinya.
“Masuklah. Tunggu di dalam saja. Biarkan pintunya terbuka.” Ujarnya lagi.
“Aku tunggu di luar saja.”
“Jangan. Masuk saja. Di luar dingin.” Tegas Awan lagi dan aku tidak bisa membantahnya.
Aku melangkahkan kaki masuk kedalam kos yang ternyata lebih luas dari dugaanku. Didalamnya juga terdapat satu kamar tidur. Ada dapur dan kamar mandi di bagian paling…
Jejak Cinta RAHWANA
Kuara 9.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Ana
ya ampun dag dig dug seeeer 😅
2022-11-16
0
mayza delita
kok aku yang berdebar 🤭🤭
2022-11-04
0
mayza delita
ikutan kebayang anjayyyyy wkwkwkkk
2022-11-04
0