“Kenapa kau membahas itu?” Aku segera menghakimi Awan begitu ayah dan ibuku pergi ke pelaminan untuk berfoto bersama.
“Kenapa memangnya? Tidak boleh?”
“Tidak boleh!” Hardikku dengan suara pelan.
“Aku hanya jujur tentang keinginanku.”
“Kan aku sudah bilang padamu.”
“Karna itu, aku berharap kau akan menungguku sampai aku selesai kuliah. Saat itu tiba, komitmenmu sudah berakhir, bukan?”
Aku hanya ternganga saja. Benar-benar tidak tau harus menjawab apa. Seserius itukah Awan padaku? Bukankah perasaannya itu hanya perasaan sementara seorang pria remaja pada umumnya? Aku menganggap semua ucapannya itu hanyalah selorohan remaja labil biasa.
“Kapan kau kembali ke jogja?”
“Entahlah. Aku belum bertanya kepada ibu.” Aku senang Awan mengalihkan pembicaraan.
“Kalau begitu, besok pagi aku akan mengajakmu ke sebuah tempat.”
“Kemana?”
“Rahasia.”
Aku mengernyit heran. Pakai rahasia segala.
Saat aku melihat ke arah pelaminan, Mbak Susan melambaikan tangan padaku. Dia juga menunjuk kepada Awan kemudian meminta kami berdua ke sana.
“Ayo, di ajak foto.” Ajakku pada Awan.
Kemudian kamipun melenggang ke pelaminan dan berfoto dengan kedua pengantin. Aku disebelah Mbak Susan. Dan Awan di sebelah Mas Mahli.
Sebenarnya sejak tadi aku penasaran dengan kedua orangtua Awan. Tapi aku tidak berani menanyakannya. Malas kalau Awan jadi besar kepala.
Malam setelah pesta, kami menginap di rumah bude. Karna sudah lelah, pukul 8 kami semua sudah terlelap di kamar Mbak Susan. Aku tidur di kamar itu bersama dengan ibu dan bude.
Aku hampir tidak mendengar saat ponselku berdering. Tanganku otomatis meraba ke nakas dan langsung mengangkatnya.
“Hem?” Jawabku setengah sadar. Entah kenapa aku seperti bisa mendengar suara Awan di seberang sana.
“Kau belum bangun?”
“Awan?”
“Iya, ini aku.”
“Ada apa?” Ah, rasanya malas sekali membuka mulut saat kelopak mataku tidak bisa diajak terbuka begini.
“Cepat bangun. Aku akan tiba setengah jam lagi.”
Dan kalimat itu langsung menyadarkanku. Kelopak mataku yang tadinya menemp…
Jejak Cinta RAHWANA
Kuara 21.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Conny Radiansyah
gaya loe Awan ... "Kami malu" 🤣🤣🤣
2022-11-08
0