Saat kami keluar dari restoran, rintik hujan mulai turun. Awan tidak peduli. Dia terus melajukan sepeda motornya menuju ke alun-alun selatan.
“apa kau dingin, ra?” Tanya Awan.
“tidak.” Jawabku. Karna memang aku memakai baju yang cukup tebal.
Entah hanya aku yang merasa canggung, tapi yang jelas, aku merasa sangat tidak enak hati kepada Awan. Dia juga tidak protes saat aku melipat kedua tanganku di belakang punggungnya untuk memberi jarak antara kami. Biasanya, dia akan menarik tanganku dan melingkarkannya di perutnya.
Kami sudah sampai di alun-alun dan Awan sudah memarkirkan sepeda motornya. Kami berteduh di sebuah tenda warung yang ada disana. Tidak banyak orang karna memang situasinya sedang hujan. Pun hari sudah hampir larut.
“kau mau sesuatu?” Awan mulai membuka mulut.
“nanti saja. Masih kenyang.”
Aku manatapi rintik gerimis kecil yang di terpa cahaya temaram lampu taman. Ah, aku benar-benar merasa sangat canggung sekali sekarang.
Perlahan, gerimis mulai berubah menjadi hujan. Orang-orang berlarian untuk mencari tempat berteduh.
“Awan, aku benar-benar minta maaf padamu. Aku tau aku telah menyakiti hatimu. Aku tidak akan mencari pembenaran atas ucapanku tadi. Aku hanya tidak ingin tersiksa dalam penantian yang tidak pasti.” Lirihku. Karna jarak kami sangat dekat, aku yakin Awan mendengar apa yang ku ucapkan.
“Tidak apa-apa. Aku mengerti situasimu. Maaf aku yang sudah egois memintamu menungguku padahal kita tidak ada hubungan apa-apa. Aku sudah melewati batas.”
“Aku minta maaf juga karna tidak bisa membalas perasaanmu. Aku benar-benar minta maaf.”
“Sudahlah, kurasa kita tidak perlu saling meminta maaf. Ini aneh.”
Aku setuju. Ungkapan perminta maafan itu justru membuat suasana kami menjadi canggung dan aneh.
Hujan turun semakin deras. Aku melihat jam tangan, sudah pukul 10 malam. Aku mengirim pesan kepada ibu dan memberitahu kalau mungkin aku akan terlambat pulang.
Sedetik kemudian, ibu malah melakukan panggilan video padaku.
“Ya, Bu?”
“Kalian dimana hujan-hujan be…
Jejak Cinta RAHWANA
Kuara 26.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Ana
kenapa harus berpisah 😢😢
2023-02-19
0
Conny Radiansyah
ikut sedih 😢
2022-11-13
0
Junifa
sedihnya perpisahan😭
2022-11-09
0