Dan disinilah kami, duduk bersebelahan di salah satu gerbong kereta dalam perjalanan kembali ke kota Jogja.
Kuara masih terdiam. Membuat suasana semakin canggung. Dan aku tidak suka suasana ini.
“Jangan memberi batasan.”
Aku mulai mengutarakan pendapatku. Aku hanya ingin terus berada di dekatnya tanpa peduli komitmen atau apapun itu. Toh aku tidak mengajaknya untuk menjalin sebuah hubungan. Kurasa itu sudah cukup.
“Apa maksudmu?” Akhirnya Kuara menoleh padaku. Saat pandangan kami bertemu, rasanya aku ingin melahapnya sampai habis.
“Sekarang kau sedang memberi batasan untukku, kan? Jangan lakukan itu. Atau aku akan memaksamu untuk mengalahkan komitmenmu.”
Sepertinya mengancam adalah satu-satunya penolongku saat ini. Entah kenapa dia harus memberi batasan segala. Membuat runyam saja.
“Kau ini bicara apa?”
“Aku tau kau sedang menghindariku. Kau menolak ajakan makan malamku dan kau tidak pernah menatapku langsung. Boleh kutau alasannya?”
“Aku malu.”
“Malu kenapa?”
“Karna kau sudah melihat wujudku yang berantakan.”
Hah? Benarkah hanya karna hal sepele itu? Hanya karna aku melihat penampilannya saat bangun tidur, dia menjauhi dan tidak mau menatapku? Memikirkannya membuatku tidak bisa menahan tawa.
“Buahahahahahahahahahahaha.”
“Kan sudah ku bilang. Walaupun penampilanmu berantakan seperti tadi. Kau tetap terlihat cantik, Ara. Tidak usah malu. Kau bahkan sudah melihat dadaku yang berbulu.”
Dia menyenggol lenganku. Barulah aku memaksa untuk berhenti tertawa. Astaga, apa yang harus ku lakukan kepadanya?
Kuara hendak menyerangku lagi. Mungkin karna aku tidak bisa serta merta menghentikan tawaku, jadi dia kesal.
Aku segera menangkis dan menggenggam erat tangan Kuara. Ah, debaran ini, aku sangat menyukainya.
“Awan. Lepaskan.”
“Tidak mau. Tangan ini akan begini sepanjang malam sampai kita tiba di Jogja.”
“Awan...”
Aku tidak peduli. Aku semakin menggenggamnya dengan erat saat dia berusaha menarik tangannya. Meletakkannya di pangkuanku kemudian aku memejamkan mata.
Aku pura-pura t…
Jejak Cinta RAHWANA
Rahwana 16.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Conny Radiansyah
sabar menanti Awan ... keren
2022-11-24
0
mayza delita
tumben belom up kk piel...aku jd terbiasa kalo pagi nunggu kk piel up 😅😍
2022-11-22
0
Else Widiawati
terus apa bener kalo awan tuh bener2 cinta sama kuara? bukan sekedar cinta monyet, mengingat awan masih sekolah
2022-11-21
0