Aku berpangku tangan di meja kantin. Tidak sabar menunggu nasi padangku tersaji. Aku lapar karna tidak sempat sarapan pagi di rumah.
Sementara di sebelahku, Fio sedang sumringah dengan mangkuk bakso jumbo yang masih mengepulkan asapnya. Itu adalah hasil sogokan dariku agar Fio tidak memberitahu Yuta kalau semalam aku bersama dengan Awan. Aku tidak ingin tambah merasa bersalah kepada Yuta.
Perasaan bersalah seolah aku menyelingkuhi Yuta. Aku hanya merasa tidak enak kepada Yuta setelah apa yang dia lakukan untukku. Aku berusaha menjaga perasaannya. Aku tidak ingin menyakiti siapapun. Walau kadang caraku masih salah.
Penampakan sepiring nasi rendang plus daun ubi dan sambal hijau yang kini tersaji di hadapanku membuat lambungku langsung meronta. Aku segera melahapnya tanpa ampun. Membalas dendam pada rasa lapar.
“Setelah ini mau kemana?” Pertanyaan Yuta membuyarkan konsentrasiku dari nasi rendang.
“Tidak ada.” Jawabku. Karna memang hari ini aku hanya punya satu jadwal kelas saja.
Kalau biasanya, aku akan menghabiskan waktu di perpustakaan, tidak untuk kali ini. Aku takut bertemu dengan Awan setelah kejadian semalam. Membayangkannya saja aku masih malu.
“Mau jalan-jalan?”
“Tidak punya tujuan.”
Dan Yuta hanya terdiam.
Ah, kenapa fikiranku selalu tertuju pada Awan? Menyebalkan.
Aku menajamkan telinga saat Yuta mendapatkan telfon dari temannya. Sayup-sayup terdengar kalau mereka ada janji bermain takrau siang ini.
Yuta menatapku setelah menutup telfon. Aku tau dia merasa bertanggung jawab untuk mengantarkanku pulang. Padahal tidak ada yang memintanya.
“Pergilah. Aku akan naik taksi saja. Tidak perlu merasa bersalah.” Ujarku sambiil melahap suapan terakhir ke dalam mulutku.
Yuta hanya mengangguk sekali. Kemudian dia menyambar tasnya dan pergi lebih dulu.
“Yuta sepertinya marah denganmu.” Ujar Fio.
“Kenapa dia harus marah?”
Fio mengangkat kedua bahunya.
“Kamu kerja?”
Fio mengangguk. Terdengar ponselnya berbunyi dan dia segera mengangkatnya.
“Maaf, Ra. Aku sudah di jemput.” U…
Jejak Cinta RAHWANA
Kuara 11.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Ana
kalau ada rasa ada baiknya diungkapkan meskipun nanti jawabannya tak sesuai harapan
2022-11-16
0
Conny Radiansyah
jangan ditahan Kuara, kepikiran teruskan ...
2022-11-05
0
mayza delita
yaaaa begitulah tentang hati ketika sudah memilih , walaupun menyangkal ada rasa , tetep salah tingkah kan meski sekedar liat dia dari jauh ada rasa debar
2022-11-04
0