Aku serius memandangi nafasku yang berasap akibat udara yang terlalu dingin. Bahkan jaket tebal yang membungkus tubuhku kurasa masih belum cukup untuk menghalaunya.
“Dingin?” Tanya Awan.
Aku mengangguk. Berusaha memeluk tubuhku sendiri mengeratkan jaket.
“Mau pakai jaketku?” Tanya Awan lagi.
“Ha? Tidak. Tidak usah. Aku baik-baik saja.”
Aku mengedarkan pandangan ke sekitar. Ternyata banyak juga orang yang datang ke Bukit Cinta ini. Dan mereka kemari hanya untuk menikmati binar emas dari sang jingga pagi. Orang-orang ini, rela melawan udara dingin yang mencapai 5⁰ celcius hanya untuk melihatnya. Aku semakin bersemangat.
“Ara. Ayo.” Ajak Mbak Ratih. Aku segera mengikutinya untuk menapaki anak tangga menuju ke spot terbaik untuk menyaksikan sunrise.
Aku sibuk bercerita dengan Mbak Ratih sampai tidak memperhatikan kalau Awan tidak ada di belakangku. Baru setelah sampai di atas, aku menoleh dan tidak menemukan Awan.
Aku mengedarkan mataku untuk mencarinya. Di kejauhan, Awan nampak berlari menyusul kami.
“Wan. Kami kesana dulu, ya.” Pamit Mbak Ratih yang bergelayut di lengan suaminya.
Kulihat Awan hanya mengangguk saja.
“Dari mana?” Tanyaku begitu Awan sampai disampingku.
“Hehehe. Sini.” Awan segera menarikku mendekat padanya.
Awan memakaikan kupluk ke kepalaku. Setelah itu memakaikan sarung tangan tebal ke tanganku. Aku tidak bisa berucap. Hanya memperhatikan saja. Perhatian itu, lagi-lagi membuat jantungku berdetak sangat cepat.
“Masih dingin?” Tanya Awan sambil membenahi kupluk di kepalaku.
Aku menggeleng. Debaran hatiku sudah menjalarkan kehangatan di setiap pembuluh darah.
Pandangan kami bertemu saat aku menatap Awan. Aku merasakan kedua tangannya menangkup telingaku dan tersenyum.
“Ya ampun. Cantiknya...”
Ahhhhh. Darahku semakin mendidih. Apalagi saat melihatnya mengenakan kupluk dan sarung tangan miliknya yang sama dengan yang ku kenakan.
“Ayo, kita cari tempat terbaik.” Ajak Awan yang langsung menarik tangaku.
Aku masih berfikir. Kenapa saat bersamanya, aku sama se…
Jejak Cinta RAHWANA
Kuara 22.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments
Conny Radiansyah
Awan dan Ara sabar menunggu ... gue juga harus sabar nunggu lanjutannya Thor ✌️👍❤️
2022-11-08
0
Else Widiawati
kayaknya aku baca karya author satu ini selalu hatiku terasa manis , suka dengan karya2mu, mulai dari yg pertama sampe yg sekarang.....love you thor❤❤ semanggattt💪💪💪
2022-11-07
0
Else Widiawati
inilah awal mula kutukan ahwan, dia yg akan menjadi jodohnya walau bagaimanapun...yah thor
2022-11-07
0