"Halo, Nadia sekarang bagaimana keadaan Bibi?" tanya Abraham yang rupanya langsung saja menghubungi sang adik, setelah tadi laki-laki itu sempat memutuskan panggilan telepon Desta secara sepihak.
"Kak Abra, kenapa Kakak baru menghubungiku? Padahal aku ingin memberitahu Kakak kalau Bibi sudah membuka mata." Terdengar suara ceria Nadia saat menyabut Abraham yang meneleponnya. "Aku sudah berusaha menghubungi Kakak, tapi nomor ponsel Kakak malah tidak aktif," sambung wanita itu memberitahu Abraham, karena memang benar jika nomor ponsel laki-laki itu tidak aktif.
"Maafkan Kakak karena Kakak sibuk. Jadi, katakan saja bagaimana keadaan Bibi sekarang supaya Kakak bisa bernafas dengan lega," kata Abraham, karena saat ini laki-laki itu harus mengetahui keadaan Sarah melalui mulut Nadia langsung sebelum Abraham memutuskan untuk pergi ke rumah sakit.
"Bibi sekarang sedang istirahat Kak, setelah tadi Dokter Sean mengganti cairan infusnya yang habis, juga Dokter itu menyuntikkan Bibi vitamin," jawab Nadia sambil terlihat memperhatikan sang bibi yang terlihat sedang tertidur pulas bukan tertidur karena koma lagi. "Apa Kak Abra tidak mau datang kesini lagi?" tanya wanita itu pada sang kakak.
"Agak malaman dikit Kakak akan kesana, kamu tetap disana saja jangan kemana-mana." Setelah menjawab sang adik, Abraham kini malah terlihat memutar balik mobilnya. "Kakak saat ini masih sangat sibuk, tidak apa-apa 'kan, malaman dikit Kakak ke sana? Dan yang terpenting saat ini Kakak sudah tahu kalau Bibi sudah tidak koma lagi."
"Ya sudah, kalau Kak Abra masih sangat sibuk. Tidak apa-apa Kakak datang kesini agak malaman dikit."
"Baiklah, kalau begitu Kalak tutup dulu teleponnya," kata Abraham yang sudah ingin mengakhiri panggilan telepon itu.
"Kakak yang semangat bekerja, demi aku juga Bibi." Setelah mengatakan itu Nadia malah memutuskan panggilannya.
Abraham lalu menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar kalimat sang adik. "Umurnya saja yang sudah dewasa, tapi kelakuannya masih seperti gadis…
Dendam (Abraham)
BAB 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments