Setelah perdebatan yang terjadi di dalam mobil pada akhirnya mereka berempat sampai juga dirumah sakit. Dimana saat ini Abraham terlihat berlari dengan sangat lincah, seolah-olah pria arogan itu terlihat sama sekali tidak membawa beban sedikitpun. Padahal Abraham sedang menggendong tubuh sang adik.
"Lewat kiri Abra, jangan lolos terus," kata Jesika yang saat ini membungkuk sambil ngos-ngosan dan memegang kedua lututnya. "Aku tadi sudah sempat menghubungi Dokter Olive, dan katanya dia sudah menunggu kita di ruangan anggrek nomor sepuluh. Jadi, kita harus kesana tidak perlu meminta bantuan para perawat yang kamu lihat," sambung Jesika.
Abraham mengangguk sambil belok kiri seperti yang tadi Jesika katakan. Laki-laki itu juga terlihat komat-kamit karena ia sedang berdoa.
"Tuan, belok kanan disana letak ruangan anggrek nomor sepuluh!" seru Arga.
"Tadi kata Jesi belok kiri, sekarang kamu kanan, yang benar disini siapa sih?" Abraham sempat menghentikan langkah kakinya karena laki-laki itu saat ini sangat kebingungan.
"Belok kiri dulu, setelah itu baru belok kanan. Mungkin itu yang Arga maksud," timpal Jesika menjelaskan pada Abraham. "Sekarang bawa Nadia cepatan!"
Pada saat Abraham akan belok ke kanan, beberapa perawat terlihat datang dan sepertinya mereka ingin mengambil Nadia dari gendongan Abraham.
"Permisi Tuan, saat ini biarkan saja kami yang akan membawa Nona ini," kata salah satu perawat yang mulai mengambil Nadia dengan beberapa bantuan temannya yang lain.
"Mau dibawa kemana Adikku?" tanya Abraham yang saat ini seperti orang linglung.
"Abra, aku yang suruh mereka, karena Nadia harus cepat ditangani dan untuk kamu tenangkan dulu pikiranmu, supaya kamu bisa berpikir dengan jernih lagi." Suara Olive–teman Abraham juga mulai terdengar. "Jesi, tenangkan dulu Abra, karena aku harus cepat menangani Nadia. Sebab kita tidak mau jika saja sesuatu hal buruk menimpanya." Setelah ia mengatakan itu Abraham terlihat mulai melepaskan tubuh Nadia dari gendongannya dan diambil oleh…
Dendam (Abraham)
BAB 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments