"Sekarang, maukah kamu menikah denganku?" Revan terlihat mengeluarkan kotak kecil yang berwarna merah. Dimana isinya adalah dua buah cincin yang tadi sempat Abraham sudah siapkan untuk laki-laki itu melamar Nadia. "Nadia Sayang, maukah kamu menerimaku menjadi Ayah dari calon anak-anak kita?" Revan mengulangi kalimatnya sekali lagi.
Nadia yang dari tadi sudah melepaskan pelukannya dari Revan dengan cepat mengangguk sambil mengusap sisa lelehan air matanya.
"Tentu saja Revan, aku ingin menjadi Ibu dari anak-anakmu." Rasa senang kini terasa seperti sedang memeluk erat tubuh Nadia karena sebelumnya wanita itu tidak pernah merasa sebahagia ini. "Kapan kamu akan memintaku langsung kepada Kak Abra?"
Raven langsung saja tersenyum kecut serta menelan ludahnya secara bersusah payah pada saat dirinya mendengar nama Abraham disebut oleh Nadia.
"Secepatnya Nadia, bila perlu malam ini aku bersedia akan melamarmu." Revan lalu mencium kening wanita hamil itu supaya aktingnya terlihat murni seperti yang Abraham inginkan. "Malam ini, apa kamu sudah bersedia?"
Nadia rasanya ingin berteriak dan mengatakan bahwa dirinya adalah wanita yang paling bahagia karena kekasih pujaan hatinya akan melamar dirinya, yang artinya Revan mau bertanggung jawab, Nadia juga sama sekali tidak merasa curiga dengan perubahan sikap laki-laki itu pada dirinya.
"Van, jangan malam ini juga, kamu tahu aku ini masih sakit." Nadia memperlihatkan pergelangan tangannya pada laki-laki itu. "Nih Van, gara-gara kamu aku menjadi begini," sambung Nadia.
Revan langsung saja merubah ekspresi wajahnya menjadi sendu. "Sayang, aku benar-benar minta maaf padamu. Aku tidak bermaksud untuk ...."
"Sayang," panggil Nadia sambil mengambil kotak cincin itu. "Sebelum kamu minta maaf, aku sudah terlebih dahulu memaafkanmu. Jadi, jangan salahkan dirimu anggap saja ini semua hanya musibah." Nadia yang memang benar-benar sangat mencintai Revan tidak tahu apakah laki-laki itu tulus atau tidak yang terpenting baginya laki-laki itu mau aka…
Dendam (Abraham)
BAB 48
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments