"Hoek!" Terdengar suara Nadia yang malah muntah-muntah. "Hoek ... hoek, hoek ...."
Suara itu semakin terdengar sangat jelas di indera pendengaran Abraham yang pada malam ini, laki-laki itu terlihat baru saja pulang ke rumah utama.
"Bi Ayu, siapa yang muntah-muntah?" tanya Abraham pada Ayu, yang rupanya juga bekerja di rumah utama selain di mansion pria arogan itu.
"Nona Nadia, sudah dua hari ini Nona Nadia selalu saja muntah-muntah. Setelah sarapan bahkan setelah Nona Nadia selesai menggosok gigi," jawab Ayu sedikit takut. "Kata Nona Nadia kemarin dia masuk angin, coba Tuan tanyakan langsung apa benar Nona Nadia masuk angin. Soalnya saya menemukan ini di dalam kamar mandinya." Dengan tangan gemetaran Ayu memberikan Abraham testpack yang bergaris dua.
"Apa Bibi benar-benar menemukan ini di dalam kamar mandi, Nadia?" tanya Abraham hanya untuk sekedar memastikan.
"Benar sekali Tuan, saya menemukannya ketika saya kemarin mengambil cucian di dalam kamar mandi Nona Nadia," jawab Ayu dengan perasaan yang tidak karuan karena ia tahu selama ini Nadia tidak terlalu dibiarkan bebas oleh Abraham lalu sekarang di dalam kamar mandi wanita itu Ayu malah menemukan testpack. Bukan maksud asisten rumah tangga itu berpikiran yang tidak-tidak pada adik Abraham itu. Akan tetapi, siapapun pasti akan berpikiran hal yang sama jika menemukan benda pengecek kehamilan itu.
"Kenapa Bibi baru bilang sekarang?" Dengan rahang yang mulai mengeras Abraham menanyakan itu pada Ayu.
"Maaf Tuan, saya takut nanti saya salah menduga. Sehingga saya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu Anda." Ayu menunduk ketika ia menjawab pertanyaan Abraham. "Sekali lagi saya benar-benar minta maaf pada Anda Tuan."
Abraham mengangkat tangannya untuk menyuruh Ayu pergi dari sana, karena saat ini pria arogan itu ingin naik ke lantai dua dimana kamar Nadia berada. Sebab Abraham ingin menanyakan semua ini pada sang adik langsung.
"Tuan, tapi saya mohon jangan kasih tahu Nona Nadia jika saya yang memberikan Anda testp…
Dendam (Abraham)
Mual
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments