Abraham langsung saja mematung pada saat dirinya melihat apa yang saat ini dilakukan oleh adiknya sendiri. Sungguh sangat memalukan sekali, kalimat itu hanya hampu pria arogan itu ucapkan hanya di dalam benaknya saja.
Hening ….
Dua detik ….
Tiga detik ....
Hanya ada suara de sa han saja yang terdengar memenuhi ruang rawat inap itu, dan tepat pada detik ke lima, Abraham menutup pintu yang tadi ia buka itu karena rupanya dua insan yang sedang bercocok tanam itu sama sekali tidak menyadari jika saja Abraham tadi menyaksikan adegan yang sempat membuat pria arogan itu mual bahkan merasa jijik sendiri.
Itu semua mungkin saja karena Abraham belum melakukannya bahkan belum merasakannya juga. Membuat mulut pria arogan itu terus saja komat kamit dari tadi sebelum dirinya malah mengeluarkan kata-kata kotor.
"Brengsek!" umpat Abraham pada saat pria arogan itu sudah menutup pintu ruangan rawat inap sang adik. "Bisa-bisanya laki-laki biadab bin terkutuk itu malah melakukan adegan menjijikkan tanpa melihat tempat dimana dirinya saat ini sedang berada." Abraham mengusap wajahnya dengan sangat kasar. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya akan bisa menyaksikan itu semua tadi dengan sangat jelas serta secara langsung.
Sekarang Abraham malah terlihat menatap Arga sinis karena pria itu tidak pernah menyangka kalau saja tangan kanannya itu malah melihatnya diam saja tidak memberitahunya dari tadi membuat Abraham langsung saja menunjuk Arga.
"Awas kau!"
Meski Abraham hanya menggunakan gerak bibirnya saja untuk mengatakan kalimat itu, tetapi Arga bisa mendengarnya dengan sangat jelas sekali.
"Tuan, maaf 'kan, saya. Tadi saya akan memberitahu Anda tapi Anda sudah terlebih dahulu pergi main nyelonong saja." Arga berusaha menjelaskan apa yang tadi ingin dirinya sampaikan kepada Abraham pada saat Arga sudah mendekat ke arah tuannya itu. "Saya juga melihat apa yang Anda lihat tadi Tuan. Oleh sebab itu, saya mau mengatakan yang sebenarnya. Tapi ya sudahlah, Anda dan saya sudah sama-sama…
Dendam (Abraham)
BAB 49
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments