"Huh …." Desta terdengar menghela nafas kasar. Setelah wanita itu menandatangani surat perjanjian yang tadi sempat wanita itu baca. "Sekarang bebaskan Ayahku," kata Desta.
"Ayahmu sudah Arga bebaskan, sekarang kamu pulang saja," timpal Abraham. "Besok pagi kamu harus mulai bekerja di mansion-ku ini, karena aku tahu besok pagi tidak ada jadwal pemotretan, bukan begitu Nona Desta?"
Desta tidak berniat menimpali pria arogan itu. Ia lebih memilih untuk bertanya, "Apa benar kamu sudah membebaskan, Ayahku?"
"Untuk apa aku harus berbohong? Tidak ada gunanya, Nona." Abraham lalu berbalik hanya untuk melihat wanita yang terus saja mengusik relung hatinya itu. "Apa kamu masih tidak percaya padaku? Tentang ayahmu yang sudah aku hebaskan?"
"Aku butuh bukti, bukan hanya sekedar kalimat yang keluar dari mulutmu saja, Tuan." Desta sekarang juga menatap dua bola mata hazel milik Abraham. "Berikan aku buktinya Tuan Abra yang terhormat, supaya aku percaya bahwa Ayahku sudah benar-benar di bebaskan."
"Tanyakan saja pada Arga." Abraham menunjuk tangan kanannya yang baru saja masuk.
"Pak Farhan sudah bebas. Jadi, Nona mau bukti seperti apa lagi? Dan kalau Nona Desta tidak percaya Anda bisa ikut dengan saya saat ini juga." Arga yang baru datang berusaha untuk meyakinkan Desta.
Desta tanpa mengucapkan sepatah kata langsung saja keluar dari dalam mansion itu, karena tujuan wanita itu saat ini adalah ruang bawah tanah. Hanya untuk melihat apakah sang ayah sudah benar-benar di bebaskan atau masih terkuruang di dalam jeruji besi itu.
🍂🍂
Desta saat ini antara percaya atau tidak, karena wanita itu tidak melihat keberadaan sang ayah di ruang bawah tanah itu. Sehingga membuat Desta benar-benar merasa sangat kebingungan serta ia juga merasa sangat heran.
"Jika Ayah sudah benar-benar di bebaskan, kenapa Ayah tidak menemuiku? Padahal aku masih ada disini." Kini berbagai pertanyaa mulai timbul di dalam benak Desta. "Apa jangan-jangan Ayah sengaja menjebakku seperti ini? Supaya aku menjadi budak si…
Dendam (Abraham)
Sudah di Bebaskan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments