"Apa kamu sudah membawa Desta pergi?" tanya Abraham dari seberang telepon sebelum pria itu akan mulai meeting.
Arga yang saat ini sedang mencari cara supaya bisa masuk ke ruang operasi itu tanpa kendala sedikitpun malah terlihat menggeleng lemah. Seolah-olah saat ini dirinya sedang berhadapan langsung dengan tuannya itu padahal dirinya saat ini sedang bicara dengan Abraham via telepon.
"Arga, apa kamu sudah berhasil membawa Desta?" tanya Abraham sekali lagi karena dirinya tidak mendengar suara jawaban Arga dari seberang telepon itu.
"Tu-Tuan, maafkan saya ...." Arga terbata-bata karena dirinya mengakui kalau saja dirinya mungkin saja tidak bisa membebaskan Desta seperti yang diminta oleh Abraham beberapa jam yang lalu.
"Jika kamu sudah meminta maaf seperti ini maka dapat aku pastikan bahwa kamu belum juga berhasil!" ketus Abraham dan sekarang pria itu terdengar malah mengumpat kasar karena bayangan Desta yang di operasi menari-nari di pelupuk matanya. "Arga! Kamu memang bodoh!" seru Abraham dengan nada suara yang berapi-api.
"Tuan, penjagaan disini benar-benar sangat ketat. Sehingga saya tidak akan mungkin bisa mas–"
"T*lol!" potong Abraham cepat. "Pekerjaan mudah seperti ini tidak bisa kamu lakukan sungguh sangat memalukan sekali." Abraham lalu langsung saja memutuskan sambungan telepon itu karena ia merasa jika saja anak buahnya itu tidak becus dalam menjalankan perintah yang sangat mudah bagi dirinya.
"Tuan Abra benar-benar marah padaku. Ayolah otak teruslah berpikir supaya aku bisa menyelamatkan Nona Desta." Pada saat Arga sedang berbicara pada dirinya sendiri tiba-tiba saja ia melihat seorang perawat yang sedang membawa kantong darah. Sehingga detik berikutnya laki-laki itu tersenyum karena otaknya sekarang memiliki ide yang sangat luar biasa.
"Aku harus bisa mengambil kantong darah itu, lalu setelah itu aku ini akan bisa langsung masuk dengan mudah ke dalam ruangan itu." Arga membatin dan sekarang laki-laki itu terlihat mendekat ke arah perawat yang tadi ia ma…
Dendam (Abraham)
BAB 52
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments