"Aku memintamu untuk mengeceknya ke laboratorium Sean, apakah kamu ini sudah mulai tuli dan tidak bisa berpikir dengan baik? Padahal aku sudah memberitahumu tadi." Desta menghela nafas karena Sean benar-benar tidak mendengarkan apa yang tadi dikatakannya.
"Oke, aku akan mengeceknya cantik untukmu." Sean mencolek dagu Desta. "Jangan cemberut, kalau begitu aku pergi dulu. Nanti bagaimanapun hasilnya aku akan memberitahumu secepatnya." Sean lalu terlihat berdiri dari duduknya. "Aku pergi nih, apa kamu tidak ada niat mengatakan apapun padaku?"
Desta menggeleng. "Sana kamu cek saja untukku dan sepertinya aku juga harus pergi. Mengingat ini sudah agak sedikit siang."
"Ya sudah, kamu hati-hati jangan kepikiran senyum indahku terus nanti kamu nggak fokus saat pemotretan," celetuk Sean, dokter yang sangat memang suka sekali menggoda Desta karena rupanya selama ini dokter itu diam-diam memiliki rasa pada Desta.
"Aish! Kenapa kamu malah menjadi menyebalkan begini? Apa jangan-jangan tadi kamu salah memakan sarapan?" tanya Desta sambil melihat Sean yang sudah mulai melangkahkan kaki menjauh darinya.
Sean malah terkeh-kekeh pada saat mendengar apa yang Desta tanyaan saat ini. Dokter itu lalu terdengar menjawab Desta sambil berlari.
"Aku tidak salah memakan sarapan Desta, aku cuma merasa senang karena kamu datang kesini pagi-pagi begini. Menambah mood-ku saja. Sebab senyummu bagaikan senja dan mentari." Sean terlihat malah mempercepat langkah kakinya, karena laki-laki itu takut jika saja Desta nanti malah akan mengejarnya.
"Dasar Dokter songong dan kurang waras!" seru Dasta pada saat wanita itu melihat punggung Sean semakin menjauh dari pandangannya. "Bisa-bisanya dia malah berkata seperti itu, dia lupa kalau saat ini dirinya sedang ada di rumah sakit," gumam Desta yang juga berjalan pergi dari sana.
Namun, tiba-tiba saja indera pendengarannya malah mendengar suara pria yang tidak terlalu asing bagi dirinya, sehingga membuat Desta malah menghentikan langkah kakinya.
"Bawa saja d…
Dendam (Abraham)
BAB 41
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 63 Episodes
Comments