Hari ini Nenek Puspa kan berangkat ke Jerman bersama Ari Sebastian dan Kedua orang tuanya.
" Nek kalau sudah tiba di sana jangan lupa kabari Ivana yaa "
" Iya sayang Nenek pasti mengabari kamu terus."
"Ivana pasti anan merindukan Nenek"
" ya elah ngak usah segitunya sih," ucap Ari kepada Ivana.
Namun Ivana tak mau menghiraukan perkataan Ari si wajah tembok. Sebenarnya Ari sangat berat hari pulang ke Jerman dia seakan tak rela meninggalkan Ivana.
Ari selalu bersikap jutek kepada Ivana. Itu semua dia lakukan agar Ivana tak mengetahui bahwa dia menyukainya Ari sangat gengsian.
Akhirnya nenek pun berangkat ke Jerman. Ivana juga sudah pulang menuju restoran.
*
*
*
Satu tahun kemudian.
"Dek. ini sudah satu tahun lebih tapi Kaka tidak menemukan keberadaan kamu," Mex berbicara pada selembar foto di tangannya.
Sudah satu tahun lebih sejak Ivana pergi dari dari rumah itu ,Mex terus mencari keberadaan sang adik namun nihil. Hubungannya dengan sang ayah juga tidak sehangat dulu.
Mex
Mex
Terdengar suara pak Bram memangil Mex. Akan tetapi Mex enggan menanggapi panggilan tersebut.
Klek
Pak Bram membuka kasar pintu kamar Mex.
"kamu ini apa-apa Mex? dari tadi Ayah panggil tidak menyahut"
"Apa peduli Ayah?"
Pak Bram langsung naik pitam mendengar perkataan Mex, "Apa ini? kamu masih menyimpan foto pembunuh itu? untuk apa?."
" Yah. dia bukan pembunuh."
" Lalu apa kalau bukan pembunuh? apa kamu sudah melupakan bagaimana Ibu mu meninggal?"
" Cukup Ayah! " teriak Mex kepada Ayahnya
" Seharusnya kita mengikhlaskan kepergian ibu. Bukan hanya menyalakan Ivana atas meninggalnya Ibu." ucap Mex .
" Alah pembunuh tetaplah pembunuh!" tegas pak Bram.
" Tidak adakah sedikit saja rasa sayang ayah kepada anak perempuan mu itu? ini sudah bertahun-tahun Ayah masih saja membencinya."
" Dia bukan anaku! Kalau saja dia tidak membunuh ibu mu, aku pasti menyayanginya."
" Sudah Cukup Ayah, bisakah Aya membuka hati dan membuka lembaran baru dan menerima Ivana?"
" Aku suda katakan Mex, tidak akan pernah mene…
Aku Bukan Pembunuh
part 8
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments