Ivana sudah berada di restoran. Seperti hari kemarin dia mendapat kiriman surat dari pak Bram, yang masih setia dengan kata-kata permohonan maaf nya kepada Ivana.
Tak lupa pula, pak Bram juga menuliskan kata-kata yang meyakinkan Ivana bawa dia benar-benar berubah.
" Pak tua, sudah beberapa hari kamu selalu mengirimi ku surat. Apakah kamu masi tidak ada keberanian untuk bertemu denganku?"
" Aku yakin pak tua, kamu sudah berubah. Setelah aku pulang dari Jerman Akau akn menemui kamu."
Setelah membaca isi surat itu, Ivana kembali berkerja dia ingin segera menyelesaikan pekerjaan. Dia tidak ingin saat dirinya pergi ke Jerman pekerjaannya semakin menumpuk.
Jadi hari ini dia berkerja keras agar pekerjaan nya selesai.
....
Di Kediaman pak Bram.
Di saat Mex dan Diva pulang dari berbelanja di luar, Mex langsung menemui sang ayah di dalam kamar. Saat ini pak Baram sedak kurang enak badan, tapi dia sempatkan membawa surat untuk Ivana.
Mex tidak tahu bahwa sang Ayah sering mengirimi Ivana surat. Bahan Mex juga tidak tahu kalau Ayahnya sudah mengganti nama kepemilikan pada sertifikat rumah, dan sertifikat nya dia sudah berikan kepada Ivana.
" Ayah!" Mex masuk begitu saja ke kamar sang Ayah.
Akhir-akhir ini sikap Mex, tak lagi menunjukan sikap sopan santunnya kepada sang Ayah. Sikapnya sudah hampir sama dengan Diva yang tak punya sopan santun.
" Mex," sang ayah bangun dari tempat tidur nya.
" Lihat Ayah ,putri yang selalu kamu sebut-sebut lebih baik dariku lihat kelakuannya ," Mex menunjukan foto Ivana yang, sempat Diva ambil.
Pak Bram melihat foto Ivana yang membonceng seorang pria," memangnya kenapa dengan foto ini?"
" Bukanya dia sudah tunangan? dan seminggu lagi akan menikah, lantas apakah pantas dia jalan dengan pria lain?"
"Mungkin saja pria itu adalah teman Ivana, " ucap sang ayah santai.
" Jika hanya teman kenapa sedekat itu."
"Mex! untuk apa juga kamu ngurusin Ivana, lebih baik kamu urus saja calon istri kamu ajari dia rata krama."
" Ayah! "
" Sebaiknya kamu keluar. A…
Aku Bukan Pembunuh
part 37
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments