"Oh. Selama ini aku tidak tahu bahwa tuan Bram memiliki putri," ucap Ivana santai, tapi dalam hatinya di begitu sakit.
" Begitulah Nona, " Diva hanya tersenyum .
" Ehhh, Sebenarnya saya hanya ingin datang secara langsung memberikan undangan pernikahanku kepada pak Bram,tapi sepertinya beliau sangat sibuk. "
" Iya Nona papa sangatlah sibuk."
" Kalau begitu ini undangannya saya berikan saja kepada mu," Ivana memberikan selembar undangan kepada Diva.
" Baik Nona, nanti kalau papa pulang aku serahkan kepada beliau."
" Hmm, sya permisi dulu. Sampaikan salam ku pada pak Bram dan Mex.
Setelah itu Ivana keluar dari rumah Pak Bram. dengan perasaan tak karuan. Ivana sudah berjanji pada dirinya, ini adalah kali terakhir dia menginjakan kaki di kediaman Pak Bram.
" Nak yang barusan datang siapa? kok cari tuan baram? " tanya ibunya Diva.
" Ooh itu Bu, mungkin teman kerjanya pak Bram. Dia cuma aku datang undangan pernikahan ini, " sambil menunjukan undangan Ivana.
" Ivana Pramudi, dan Ari Sebastian. Sepertinya orang kaya Div," mata ibunya Diva berbinar.
Saat Ibu dan anak itu asik berbincang-bincang, pak Bram dan Mex pulang.Diva langsung menyambut dengan baik, dia juga mengambilkan air untuk mereka.
" Ini Pa, Kak Airnya."
" Terimakasih ya Dek."
" Oh iya Pa, tadi ada wanita muda cantik datang mencari papa."
" Siapa ?" pak Bram penasaran.
" Aku juga tidak tahu pa, katanya dia kesini mau memberikan secara langsung undangan pernikahannya, tapi waktu dia datang papa tidak ada di rumah. Jadi dia memberikan kepadaku."
" Undangan pernikahan? "
" Iya kak."
" Lalu di mana undangannya nak?"
" Itu pa, undangannya udah aku tari di meja kerja papa."
" Baiklah."
" Kalau begitu aku mau bantu Ibu dulu di dapur."
Setelah Diva pamit, Pak Bram langsung pergi menuju ruang kerjanya, dia penasaran dengan surat undangan itu. Saat tiba di ruang kerjanya, pak Bram langsung mengambil surat itu dan membacanya.
" Ivana Pramudi dan Ari Sebastian?"
Deg
"Tidak-tidak, apa Ivana yang datang?"
" Kata Diva tadi, si…
Aku Bukan Pembunuh
part 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 49 Episodes
Comments