"Hahaha Bravo Rachel, kau wanitaku!"
Marco tertawa dan bertepuk tangan setelah melihat Rachel berhasil melenyapkan nyawa Simon. Ia memeluknya seakan bangga dengan semua itu.
"Aku tahu kau pasti bisa.."
Namun Rachel hanya diam, raut wajahnya tak memperlihatkan ekspresi sama sekali, walaupun dalam hatinya ia mendorong dirinya untuk berakting. Namun kali ini tidak bisa. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa syoknya atas perbuatan dan pilihannya sendiri.
.
.
"Aku tahu kau pasti syok dengan semua ini," kata Marco dengan suara yang penuh dengan empati, mencoba menghibur Rachel di tengah keheningan yang memenuhi mobil. Dia sendiri sedikit merasa prihatin dengan keadaan psikologis Rachel setelah peristiwa tragis yang baru saja terjadi.
Sekarang mobil melaju lagi ke tempat seharusnya, Rachel agak diam kali ini. Pikirannya masih terhantui oleh gambaran Simon terkulai di tanah, dan dia merasa sulit untuk mengatasi rasa penyesalan yang menghantuinya.
"Tapi aku yakin kau akan terbiasa," lanjut Marco.
"Aku memang harus terbiasa," jawab Rachel dengan suara yang lemah.
Meskipun dia mencoba untuk bersikap tegar, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan kekosongan dan kehampaan yang melanda dirinya.
"Bagus, aku semakin menyukaimu." Marco menggenggam tangan wanita malang ini.
Sampai akhirnya, mobil mereka melaju dengan tenang melintasi jalan menuju bandara. Rachel duduk di kursi penumpang dengan tatapan kosong, pikirannya masih melayang-layang di antara kenangan yang memilukan. Dia merasa seperti dia tenggelam dalam lautan emosi yang tak terkendali, berjuang untuk menemukan kedamaian dan kekuatan dalam dirinya sendiri.
Bahkan sesampainya di Bandara Rachel masih tidak bisa fokus. Meskipun banyak orang berlalu-lalang di sekitarnya dan Marco berada di sampingnya.
Dia melangkah tanpa tujuan, hanya mengikuti aliran kerumunan yang bergerak di sekitarnya. Meskipun Marco berusaha berbicara dengannya dan memberinya dukungan, Rachel tidak bisa mendengarkan. Pikirannya terbang ke tempat-tempat gelap…
MY BELOVED MAFIA
Tekanan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments