Suara pintu baja menutup di belakangnya, dan Rachel kembali sendiri di ruangan pengasingan itu. Lampu putih menyala tanpa ampun, menyinari tiap sudut—tidak menyisakan ruang untuk sembunyi, apalagi istirahat.
Tapi Rachel sudah belajar.
Ia menatap ke atas, ke arah ventilasi yang selalu berdengung pelan. Hari sebelumnya, ia melihat kabel tipis menyambung ke panel sensor di atas pintu. Dia juga memperhatikan—setiap pukul sembilan pagi dan empat sore, seseorang dari tim teknis datang mengganti data tablet dan pengecekan infus.
Hari ini sudah sore. Dan Rachel tidak akan sekadar duduk.
Pintu terbuka perlahan.
Bukan Marco. Tapi seorang teknisi muda berjas putih, membawa perangkat kecil dan kotak data.
Rachel menatapnya lama. Laki-laki itu—Ervin, begitu namanya tertera di ID—tidak pernah bicara selama shift-nya. Tapi hari ini, ia terlihat lebih gugup dari biasanya.
“Kalau kau di sini cuma untuk main data, lakukan cepat,” ucap Rachel pelan.
Ervin diam sejenak. Lalu berlutut perlahan di depan alat biometrik, memasukkan tablet.
Rachel memiringkan kepala. “Kau takut aku?”
Ervin masih tak menjawab. Tapi tangannya sedikit gemetar saat menyentuh layar.
“Kalau kau tetap diam… kau akan ikut tenggelam saat semua ini runtuh,” bisik Rachel.
Ervin menatapnya sekilas—ada keraguan, ada ketakutan, tapi juga sesuatu yang lain. Nurani.
Sebelum Rachel bisa berkata lebih jauh, pintu terbuka kembali. Dua penjaga berdiri di sana.
Ervin cepat menyelesaikan prosesnya dan berdiri. Tapi sebelum keluar, dia menjatuhkan sesuatu ke lantai—seperti tak sengaja. Benda kecil hitam. Rachel tak bergerak. Tapi saat mereka pergi dan pintu kembali menutup, dia melihat dengan ekor mata: itu microchip.
Pesan?
Perang saraf telah dimulai.
...****************...
Di sisi lain...
Luca berdiri di atap gedung kosong lima lantai, menatap ke bawah lembah tempat markas eksperimen itu berdiri. Dikepung hutan mati dan pagar listrik, serta drone patroli yang menyapu langit malam.
Andre mendekat dengan tablet. “Satu-satunya cel…
MY BELOVED MAFIA
Bab 55 :Antara Dinding dan Bara
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments