Hari Hari mungkin sudah berlalu entah berapa lama ia sudah disini, Ruangan itu hanya gelap, hanya diterangi lampu dari balik kaca satu arah. Rachel masih terkurung di kursi logam, tubuhnya lelah, tapi matanya tetap menyala.
Pintu terbuka lagi.
Marco masuk perlahan, ia sudah muak melihat orang itu. Jasnya dilepas, lengan kemeja digulung sampai siku. Ada sesuatu yang berbeda di wajahnya—tidak lagi penuh kemenangan, tapi... hampa.
Dia berdiri di hadapan Rachel tanpa bicara.
“Apa lagi yang kau mau?” tanya Rachel pelan, matanya tak berkedip.
Marco mendekat, lalu jongkok di depan Rachel. Jarak mereka begitu dekat hingga Rachel bisa mencium aroma parfum maskulin yang familiar… terlalu familiar.
“Aku tahu kau membenciku,” ucap Marco akhirnya.
Rachel menahan napas.
“Tapi kebencian itu... justru membuatmu tak terlupakan.”
Rachel menatapnya tajam, jijik. “Kalau itu pujian, simpan saja untuk gadis lain yang belum kau rusak.”
Marco menunduk, tertawa lirih. Lalu, tiba-tiba matanya berubah dingin lagi.
“Kau pikir kau bisa menghancurkanku, Rachel? Kau pikir cinta palsumu pada Luca bisa menghapus semuanya?”
Rachel tidak menjawab.
Marco mendekatkan wajahnya, nyaris menyentuh pipi Rachel. Suaranya merendah, seperti bisikan di antara mimpi buruk.
“Meski kau sudah mengkhianatiku... meski kau kabur, mencuri file, menghancurkan bisnis, dan membakar tempat yang kubangun...”
Dia berhenti sejenak, lalu mengusap pipi Rachel perlahan dengan ujung jarinya.
“...aku masih merindukan sisi dirimu yang dulu.”
Rachel menggertakkan gigi, tubuhnya menegang.
“Sisi yang takut... yang tunduk... yang diam setiap kali aku bicara. Kau tahu, Rachel? Aku rindu tatapan kosong itu. Tatapan gadis yang belum tahu bahwa dunia ini tidak adil.”
“Dan aku benci diriku sendiri... karena aku rindu,” lanjut Marco, kini berdiri.
Rachel menunduk. “Kau tidak merindukan aku. Kau hanya merindukan kekuasaanmu atasku.”
Marco tersenyum tipis. “Mungkin. Tapi kau tetap milikku. Dan aku akan membuktikan itu.”
“Kau boleh benci aku se…
MY BELOVED MAFIA
Bab 53 : Sisi yang Dirindukan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments