Langit masih mendung saat mobil mereka berhenti di pelataran rumah sakit swasta kecil di luar kota. Luca turun lebih dulu, lalu bergegas membuka pintu untuk Rachel yang sejak tadi hanya bersandar lemah dengan tangan menggenggam erat perutnya.
“Aku... bisa jalan sendiri,” gumam Rachel, meski suaranya nyaris tak terdengar.
“Kau tidak perlu pura-pura kuat,” bisik Luca, dan tanpa menunggu jawaban, ia mengangkat tubuh Rachel ke pelukannya.
Rachel hanya bisa menyandarkan kepala ke bahu pria itu, menahan rasa nyeri yang terus datang seperti gelombang. Gaun dan jaket yang ia kenakan sudah basah keringat, dan kulitnya tampak lebih pucat dari biasanya.
Di ruang UGD, Luca nyaris berteriak pada petugas jaga. “Perempuan ini hamil, dan sedang dalam kondisi trauma berat. Tolong cepat!”
Para suster segera bergerak, membawa Rachel masuk ke dalam. Luca hendak menyusul, tapi diblokir oleh perawat.
“Tunggu di luar, Tuan. Kami harus observasi lebih dulu.”
“Dia tidak bisa sendirian!” seru Luca, wajahnya merah. Tapi seorang dokter menepuk bahunya.
“Jika Anda peduli, percayakan pada kami sekarang.”
Dengan enggan, Luca melangkah mundur. Pintu tertutup di hadapannya.
Dan untuk pertama kalinya sejak kabur dari neraka itu—Luca merasa tidak berdaya.
...****************...
Beberapa jam kemudian, Luca duduk sendiri di bangku lorong. Wajahnya tertunduk, rambut acak-acakan, dan tangannya mengepal sejak tadi.
Andre muncul dengan jaket gelap, membawa tablet dan satu tas kecil.
“Aku baru periksa barang-barang yang kita bawa dari lab,” katanya sambil duduk di samping Luca. “Ada satu chip yang aktif ketika Rachel menyentuhnya. Chip itu... mengenali sidik jarinya.”
Luca menoleh cepat. “Apa maksudmu?”
Andre menatap layar tablet. “Di dalam chip itu ada struktur data yang hanya bisa diakses dengan enkripsi biologis. Dan DNA Rachel cocok. Artinya… dia memang subjek utama.”
“Luna_A13?” tanya Luca, pelan tapi tegas.
Andre mengangguk.
“Kita nggak cuma nyelamatin Rachel, . Kita bawa semua kunci dari eksperimen i…
MY BELOVED MAFIA
Bab 51: Dibawah Lampu Rumah Sakit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments