Udara dingin dari mesin pendingin menyusup sampai ke tulang. Hari itu, Rachel tidak lagi dipanggil ke ruang observasi seperti biasanya. Pagi baru saja berjalan, tapi dua penjaga sudah menunggu di depan selnya. Borgol dingin mengekang pergelangan tangannya, rantai besi berderik setiap kali ia melangkah.
Tubuhnya mungkin tampak patuh, wajahnya datar tanpa perlawanan, tapi di dalam dadanya… amarahnya menjerit.
“Bangun. Kau dipanggil,” kata salah satu penjaga.
Rachel menunduk, berjalan pelan mengikuti tarikan kasar di lengannya. Ia sudah tahu kemana arah ini. Marco semalam berjanji… sektor 5B. Ruang beku. Tempat di mana Freya dikubur.
Langkah-langkah mereka bergema di lorong baja. Lampu neon redup berkelip-kelip, seolah ikut bersekongkol dalam keheningan. Rachel menarik napas panjang, menahan gemetar yang merambati tubuhnya.
Freya… tunggu aku. Kalau memang kau ada di sana, aku akan lihatmu sekali lagi. Kalau semua ini hanya jebakan, aku akan tetap ingat wajahmu… dan itu cukup untuk melawan.
Pintu baja tebal terbuka dengan bunyi berat, dan hawa dingin langsung menyergap, membuat napasnya berembun. Rachel mengangkat wajah. Deretan tabung cryo dan peti jenazah berjejer lurus, lampu indikator menyala biru pucat, suara mesin mendesis pelan.
Marco berdiri di depan salah satu peti kecil. Tangannya bersedekap, senyum tipis terlukis di bibirnya.
“Luna,” ucapnya tenang. “Kau ingin bukti? Ini dia.”
Rachel melangkah pelan, jantungnya berdegup kencang, matanya memandang peti dengan label F–13. Tangannya gemetar saat menyentuh kaca berembun. Dan di balik lapisan es itu—wajah kecil yang tak asing. Pucat, mata tertutup rapat.
Freya.
Tubuh Rachel melemas, lututnya nyaris tak sanggup menopang. Air mata langsung mengalir, membasahi pipi. Tangannya menempel di kaca beku itu, suaranya bergetar.
“Freya…”
Marco hanya menatap, dingin tanpa ekspresi. “Keras kepala. Dia menolak semua obat. Berteriak tiap malam. Sampai akhirnya dia membekukan dirinya sendiri. Gadis kecilmu memilih mati daripada t…
MY BELOVED MAFIA
Bab 58 : Di depan Mata
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments