Pagi itu menyambut dengan cahaya suram, menembus celah tirai kamar yang masih belum sepenuhnya tertutup. Rachel duduk di ambang jendela, menatap langit kelabu dengan sorot mata kosong. Seolah pikirannya tersangkut di antara kenyataan dan mimpi buruk yang belum juga usai.
Arthur masuk ke kamar dengan dua cangkir teh hangat. Ia meletakkannya di meja kecil, lalu ikut duduk di kursi di seberang jendela.
"Kau belum tidur?" tanyanya pelan.
Rachel menggeleng, masih menatap langit. "Rasanya... dunia ini tak pernah memberi waktu untuk istirahat."
Arthur menunduk sejenak, lalu berkata dengan nada hati-hati, "Luca belum memberi kabar?"
Rachel menghela napas. "Belum. Tapi aku tahu dia masih hidup. Aku bisa merasakannya."
Hening mengambang di antara mereka. Arthur menyandarkan punggung di sandaran kursi.
"Aku ingin membantumu lebih banyak," ujarnya. "Tapi aku bahkan tidak tahu siapa musuh kita sebenarnya."
Rachel menoleh, akhirnya memandang Arthur dengan mata letih namun hangat. "Kadang aku pun tak tahu siapa yang bisa kupercaya. Tapi kau... kehadiranmu cukup, Arthur."
Arthur mengangguk kecil, lalu tersenyum tipis. "Kau terlalu keras pada dirimu sendiri."
Rachel tertawa kecil, pahit. "Aku tidak punya pilihan. Mereka menciptakan neraka dan menaruhku di tengahnya. Tapi aku masih di sini. Karena satu hal."
Arthur menunggu.
Rachel meletakkan tangan di atas perutnya. "Aku harus bertahan. Demi sesuatu yang belum lahir... tapi sudah memberi harapan."
Arthur menatap gerakan kecil itu. Wajahnya melembut. "Apakah kau... yakin dengan pilihanmu?"
Rachel mengangguk perlahan. "Dia tidak salah. Dia tidak minta dilahirkan di dunia ini. Tapi mungkin... dia akan jadi alasanku untuk hidup, bukan hanya bertahan."
Suara ketukan pelan di pintu memecah momen itu. Andre masuk, membawa map dan ekspresi tegang.
"Kita dapat sinyal dari Luca. Kode darurat. Tapi pendek. Sebelum sinyalnya terputus."
Rachel langsung berdiri. "Dari mana dia kirim?"
Andre meletakkan peta di atas meja. "Wilayah industri tua di s…
MY BELOVED MAFIA
Bab 48: Jejak yang Tertinggal
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments